Ad Placeholder Image

Waspada! Makanan yang Tak Boleh Dimakan saat Diare

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Jangan Sentuh! Makanan yang Tak Boleh Dimakan Saat Diare

Waspada! Makanan yang Tak Boleh Dimakan saat DiareWaspada! Makanan yang Tak Boleh Dimakan saat Diare

DAFTAR ISI


Diare merupakan gangguan pencernaan yang ditandai dengan peningkatan frekuensi buang air besar dan konsistensi tinja yang cair. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau intoleransi makanan. Saat mengalami diare, sistem pencernaan kamu menjadi sangat sensitif dan memerlukan waktu untuk pulih. Salah satu kunci utama percepatan pemulihan adalah dengan menjaga asupan makanan, termasuk memperhatikan jenis buah-buahan yang dikonsumsi.

Meskipun buah dikenal sebagai sumber serat dan vitamin yang menyehatkan, beberapa jenis buah justru dapat memperburuk kondisi diare. Kandungan seperti pemanis alami (fruktosa), gula alkohol (sorbitol), serta serat tidak larut yang tinggi dapat merangsang pergerakan usus secara berlebihan atau menarik air ke dalam lumen usus, sehingga memperparah keluhan perut kembung dan tinja cair. Oleh karena itu, memahami buah yang tidak boleh dimakan saat diare sangat krusial bagi kamu yang ingin segera pulih.

Penting bagi kamu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja jika diare tidak kunjung membaik dalam 48 jam. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi serius seperti dehidrasi berat yang membahayakan nyawa. Selain mengatur pola makan, penggunaan obat-obatan yang tepat juga sangat membantu meringankan gejala.

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat diare yang aman serta daftar buah yang perlu dihindari? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Diare yang Ampuh

Untuk membantu menghentikan diare dan mengganti cairan tubuh yang hilang, kamu dapat menggunakan produk-produk kesehatan yang sudah teruji keamanannya. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan praktis. Berikut adalah rekomendasi produknya:

1. Pharolit 10 Sachet

Pharolit adalah bubuk oralit yang mengandung Natrium klorida, Kalium klorida, Trisodium sitrat dihidrat, dan Glukosa anhidrat. Produk ini bekerja sebagai rehidrasi oral untuk menggantikan elektrolit dan cairan tubuh yang hilang akibat diare maupun muntah.

Manfaat utamanya adalah mencegah dan mengatasi dehidrasi. Pharolit tidak menghentikan diare secara langsung, namun memastikan fungsi organ tubuh tetap berjalan baik meski kehilangan cairan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak di bawah 1 tahun: 3 jam pertama 1.5 gelas, selanjutnya tiap kali diare 0.5 gelas.
  • Anak 1-5 tahun: 3 jam pertama 3 gelas, selanjutnya tiap kali diare 1 gelas.
  • Anak 5-12 tahun: 3 jam pertama 6 gelas, selanjutnya tiap kali diare 1.5 gelas.
  • Dewasa: 3 jam pertama 9 gelas, selanjutnya tiap kali diare 2 gelas.

Dilarutkan dalam air matang. Produk ini termasuk kategori obat bebas.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Pharolit 10 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

2. New Diatabs 4 Tablet

New Diatabs mengandung Attapulgite aktif sebanyak 600 mg. Kandungan ini bekerja dengan cara menyerap (adsorpsi) racun, bakteri, atau virus penyebab diare yang ada di dalam usus, serta membantu memadatkan konsistensi tinja.

Manfaat produk ini adalah untuk pengobatan simptomatik pada diare non-spesifik atau diare yang penyebabnya tidak diketahui dengan jelas.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2 tablet setelah buang air besar pertama, dilanjutkan 2 tablet setiap setelah buang air besar berikutnya. Maksimal 12 tablet dalam 24 jam.
  • Anak 6-12 tahun: Setengah dosis dewasa. Maksimal 6 tablet dalam 24 jam.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan New Diatabs 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Tanda Dehidrasi yang Harus Diwaspadai
  1. Rasa haus yang sangat hebat dan mulut kering.
  2. Frekuensi buang air kecil menurun atau urin berwarna sangat gelap.
  3. Mata terlihat cekung dan elastisitas kulit menurun (turgor buruk).

3. Entrostop 10 Tablet

Entrostop mengandung kombinasi Attapulgite 650 mg dan Pectin 50 mg. Pectin bekerja sinergis dengan Attapulgite untuk membantu menyerap kuman penyebab diare dan melapisi dinding usus yang meradang.

Manfaatnya adalah membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan memperbaiki tekstur tinja yang cair menjadi lebih padat.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 2 tablet setiap setelah buang air besar. Maksimal 12 tablet per hari.
  • Anak 6-12 tahun: 1 tablet setiap setelah buang air besar. Maksimal 6 tablet per hari.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah 6 tahun tanpa petunjuk dokter.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Entrostop 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. L-Bio 30 Sachet

L-Bio adalah suplemen probiotik yang mengandung bakteri baik seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus. Probiotik bekerja dengan mengembalikan keseimbangan mikroflora usus yang terganggu akibat diare.

Manfaatnya adalah mempercepat durasi kesembuhan diare, terutama diare akibat penggunaan antibiotik atau infeksi usus, serta meningkatkan imunitas pencernaan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak usia di atas 2 tahun: 2-3 sachet per hari.
  • Dapat dikonsumsi langsung atau dicampur ke makanan/minuman (suhu ruangan).

Produk ini dikategorikan sebagai suplemen kesehatan dan aman untuk konsumsi mandiri sesuai aturan pakai.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan L-Bio 30 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Guanistrep Sirup 60 ml

Guanistrep mengandung Kaolin dan Pectin. Kaolin adalah mineral alami yang berfungsi sebagai penyerap zat beracun, sementara Pectin membantu memadatkan feses dengan membentuk gel di dalam usus.

Manfaatnya adalah untuk pengobatan simptomatik pada diare ringan hingga sedang, sangat umum digunakan untuk kategori pasien anak karena bentuk sediaannya yang berupa sirup.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa & anak di atas 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) setiap setelah buang air besar.
  • Anak 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) setiap setelah buang air besar.
  • Anak 3-6 tahun: 0.5 sendok takar (2.5 ml) setiap setelah buang air besar.

Obat ini termasuk golongan obat bebas. Kocok dahulu sebelum diminum.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Guanistrep Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Mengapa Buah Tertentu Dilarang Saat Diare?

Memilih buah saat diare memerlukan kehati-hatian karena sistem pencernaan sedang dalam kondisi inflamasi. Berikut adalah kelompok buah yang sebaiknya dihindari:

1. Buah dengan Kandungan Fruktosa Tinggi

Fruktosa adalah gula alami dalam buah. Pada kondisi diare, kapasitas usus untuk menyerap fruktosa menurun. Sisa fruktosa yang tidak terserap akan difermentasi oleh bakteri di usus besar, menghasilkan gas dan menarik air (efek osmotik), yang membuat diare semakin parah. Contoh buah tinggi fruktosa adalah apel (dengan kulit), pir, dan anggur.

2. Buah yang Mengandung Sorbitol

Sorbitol adalah gula alkohol yang ditemukan secara alami pada beberapa buah. Sorbitol memiliki efek pencahar alami (laksatif). Mengonsumsi buah bersorbitol saat diare akan merangsang gerakan peristaltik usus lebih cepat lagi. Contoh buahnya adalah plum (prunes), ceri, dan persik.

3. Buah dengan Serat Tidak Larut yang Tinggi

Serat tidak larut (insoluble fiber) berfungsi untuk mempercepat jalannya sisa makanan di usus. Saat diare, kita justru ingin memperlambat pergerakan tersebut agar penyerapan air bisa maksimal. Buah seperti nanas, raspberi, dan blackberry memiliki serat kasar yang bisa mengiritasi dinding usus yang sedang sensitif.

4. Buah-buahan Asam (Citrus)

Buah yang sangat asam seperti jeruk nipis, lemon, atau jeruk yang terlalu masam dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus. Asam sitrat yang tinggi dapat memicu kram perut dan rasa perih pada saluran cerna yang sedang meradang.

Tips Makan Saat Diare
  1. Terapkan diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast).
  2. Hindari makanan pedas, berminyak, dan bersantan.
  3. Minum air putih atau oralit sedikit demi sedikit tapi sering.

Studi Mengenai Manajemen Diet Diare

The American Journal of Gastroenterology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pembatasan asupan FODMAP (termasuk fruktosa dan sorbitol) secara signifikan dapat mengurangi gejala gangguan pencernaan fungsional termasuk diare.

Studi ini menyoroti bahwa pada kondisi usus yang teriritasi, molekul karbohidrat rantai pendek tidak dapat diserap sempurna di usus halus. Hal ini menyebabkan peningkatan volume air di dalam usus yang memicu konsistensi feses menjadi cair. Oleh karena itu, menghindari buah tinggi gula sederhana sangat direkomendasikan secara medis selama fase akut diare.

FAQ

1. Apakah boleh makan semangka saat diare?

Sebaiknya dihindari. Semangka mengandung fruktosa yang tinggi dan efek hidrasinya yang terlalu cepat terkadang justru memicu efek osmotik yang memperparah tinja cair pada beberapa orang.

2. Buah apa yang paling aman dikonsumsi saat diare?

Pisang adalah pilihan terbaik. Pisang kaya akan kalium untuk mengganti elektrolit, mengandung pektin untuk memadatkan feses, dan teksturnya lembut sehingga mudah dicerna usus.

3. Mengapa tidak boleh makan buah pepaya saat diare?

Pepaya mengandung enzim papain yang memperlancar pencernaan dan serat yang bersifat laksatif. Ini sangat baik untuk sembelit, tetapi sangat buruk dikonsumsi saat sedang diare.

4. Bolehkah minum jus buah saat diare?

Jus buah komersial biasanya tinggi gula dan rendah serat, yang dapat menarik air ke usus dan memperparah kondisi. Sebaiknya hindari jus buah sampai kondisi tinja kembali normal.

Jika diare disertai dengan demam tinggi, muntah terus-menerus, atau adanya darah pada tinja, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih spesifik.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Diarrhea: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. What to Eat When You Have Diarrhea.
Healthline. Diakses pada 2026. The 12 Best Foods for Diarrhea.
WebMD. Diakses pada 2026. Foods to Avoid When You Have Diarrhea.

## Punya Keluhan Diare yang Tak Kunjung Sembuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti diare berkepanjangan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) (HILDA) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.