Advertisement

Waspada Nyeri Bahu dan Punggung sebagai Tanda Omicron

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Fadhli Rizal Makarim   10 Februari 2022

“COVID-19 varian Omicron menyebabkan melonjaknya kasus setiap harinya. Banyak pengidap yang mengalami gejala seperti nyeri tenggorokan, demam, hidung berair, dan batuk kering. Tidak jarang pengidap Omicron mengalami nyeri bahu dan punggung. Hal ini bisa terjadi akibat perubahan gaya hidup dan juga peradangan yang disebabkan infeksi virus dalam tubuh.”

Waspada Nyeri Bahu dan Punggung sebagai Tanda OmicronWaspada Nyeri Bahu dan Punggung sebagai Tanda Omicron

Halodoc, Jakarta – Gejala omicron dinilai lebih ringan dibandingkan dengan varian Delta. Namun, hal ini tidak bisa menjadi alasan untuk mengabaikan COVID-19. Ada berbagai gejala umum yang dirasakan oleh pengidap COVID-19 varian Omicron, seperti nyeri dan gatal pada tenggorokan, batuk kering, demam, sakit kepala, kelelahan, hingga hidung berair. Selain itu, ada juga gejala nyeri bahu dan punggung yang dirasakan pengidap.

Pada pengidap Omicron jarang ditemukan gejala kehilangan indra perasa atau penciuman serta sesak napas. Hal ini disebabkan varian Omicron menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bagian atas bukan bawah yang dapat memengaruhi paru-paru. Lalu, benarkah gejala Omicron menyebabkan nyeri bahu dan punggung? Simak ulasannya dalam artikel ini!

Alasan Nyeri Bahu dan Punggung Tanda Omicron

Gejala akan dialami pada hari ketiga hingga kelima setelah paparan infeksi COVID-19. Ada berbagai gejala yang umumnya dialami pengidap COVID-19 varian Omicron, mulai dari nyeri tenggorokan, hidung berair, sakit kepala, batuk kering, demam, hingga kelelahan. 

Gejala lain yang perlu diwaspadai sebagai gejala tambahan Omicron adalah nyeri bahu dan punggung. Dilansir dari Express UK, National Health Service mengatakan ada beberapa pengidap COVID-19 varian Omicron mengalami masalah pada bahu dan punggung. Selain itu, pengidap COVID-19 juga kerap mengalami gangguan sendi dan otot di beberapa bagian tubuh lainnya.

Nyeri bahu dan punggung dirasakan pengidap COVID-19 sebagai gejala yang hilang dan timbul. Kondisi ini bisa dirasakan cukup buruk, tetapi beberapa saat kemudian dapat membaik dengan sendirinya. Selain itu, pengidap juga mengalami gejala lain, seperti kesemutan atau mati rasa pada bagian kaki. 

Selain itu, aplikasi ZOE Covid Symptom Study, mengatakan bahwa nyeri sendi bisa menjadi salah satu gejala COVID-19. Nyeri sendi dapat dialami secara ringan hingga berat bersamaan dengan gejala kelelahan. 

Melansir dari Very Well Health, nyeri bahu dan punggung bisa terjadi akibat adanya perubahan aktivitas dan gaya hidup selama pandemi COVID-19. Berkurangnya waktu olahraga, proses kerja yang semakin banyak dilakukan dengan posisi duduk, hingga kurangnya aktivitas fisik bisa memicu gejala ini.

Namun, selain perubahan gaya hidup, adanya peradangan yang disebabkan COVID-19 juga bisa menimbulkan gangguan masalah pada sendi dan otot. “Infeksi virus dapat menyebabkan peradangan yang dapat merusak otot dan persendian kita,” ungkap Colin Haines, MD, FACS, ahli bedah tulang belakang di Virginia Spine Institute.

Thomas McNally, MD, direktur medis pusat tulang belakang di Chicago Center for Orthopedics juga mengatakan virus dapat menyebabkan peradangan di mana saja. Varian sebelumnya menyebabkan peradangan pada paru-paru. Ketika saat ini peradangan lebih banyak terjadi pada otot dan persendian punggung maka rasa nyeri dapat dirasakan.

Meskipun tidak semua nyeri bahu dan punggung menjadi tanda dari COVID-19 varian Omicron, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan agar kamu dapat mengatasi keluhan kesehatan yang kamu alami. Apalagi jika nyeri bahu dan punggung dirasakan semakin memburuk.

Jangan ragu buat janji di rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk memeriksa kondisi kesehatan apabila nyeri bahu dan punggung disertai gejala utama dari COVID-19. Caranya, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Untuk melakukan pencegahan paparan Omicron sebaiknya batasi aktivitas di luar rumah, hindari kerumunan, selalu mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun, serta menggunakan masker jika berada di luar rumah. 

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2022. Is Omicron Making Your Back Hurt?
Express UK. Diakses pada 2022. Omicron Symptoms: The Lesser Known Signs in Your Shoulders and Back – What to Look For.
Gavi. Diakses pada 2022. The Top 5 Omicron Symptoms to be Aware of.