Ad Placeholder Image

Waspada Putih Mata Mengkerut, Ini Lho Penyebabnya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Putih Mata Mengkerut? Cegah Sebelum Parah, Ini Solusi

Waspada Putih Mata Mengkerut, Ini Lho Penyebabnya!Waspada Putih Mata Mengkerut, Ini Lho Penyebabnya!

Putih mata mengkerut dapat menimbulkan kekhawatiran karena penampilannya yang tidak biasa. Kondisi ini seringkali mengacu pada kerutan atau lipatan pada bagian putih mata (sklera) yang sebenarnya adalah selaput bening yang melapisi sklera dan kelopak mata bagian dalam, yaitu konjungtiva. Fenomena ini bisa menjadi indikasi berbagai kondisi, mulai dari masalah ringan hingga yang memerlukan perhatian medis.

Memahami penyebab dan cara penanganannya sangat penting untuk menjaga kesehatan mata. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai putih mata yang mengkerut, penyebabnya, gejala yang menyertai, serta langkah penanganan dan pencegahan yang dapat dilakukan.

Apa Itu Putih Mata Mengkerut?

Putih mata mengkerut adalah istilah awam untuk menggambarkan kondisi di mana permukaan konjungtiva, selaput bening yang menutupi bagian putih mata, terlihat bergelombang atau melipat. Kondisi ini bisa membuat mata tampak tidak rata dan terkadang menyebabkan rasa tidak nyaman. Mengkerutnya putih mata bukanlah tanda penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala dari masalah kesehatan mata yang mendasarinya.

Ini bisa terjadi pada satu atau kedua mata, dan tingkat keparahannya bervariasi. Penampakan kerutan ini seringkali lebih jelas terlihat saat mata bergerak atau saat menatap ke arah tertentu.

Penyebab Putih Mata Mengkerut

Beberapa faktor dapat menyebabkan putih mata terlihat mengkerut. Pemahaman mengenai penyebab ini krusial untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

  • Mata Kering Parah (Xerophthalmia). Kondisi ini terjadi ketika mata tidak memproduksi cukup air mata atau kualitas air mata buruk. Kekeringan yang ekstrem dapat menyebabkan permukaan mata kehilangan kelembaban, sehingga konjungtiva menjadi kendur dan tampak mengkerut.
  • Pertumbuhan Jaringan Abnormal (Pterygium). Pterygium adalah pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga yang berasal dari konjungtiva dan dapat meluas hingga menutupi kornea. Pertumbuhan ini bisa menarik dan mengkerutkan jaringan konjungtiva di sekitarnya.
  • Konjungtiva Kendur Akibat Penuaan (Conjunctivochalasis). Seiring bertambahnya usia, jaringan konjungtiva dapat kehilangan elastisitasnya dan menjadi kendur. Kekenduran ini menyebabkan konjungtiva membentuk lipatan atau kerutan, terutama di area kelopak mata bawah.
  • Paparan Lingkungan. Sinar ultraviolet (UV) dari matahari, angin, dan debu adalah pemicu umum. Paparan berulang dapat merusak permukaan mata dan memicu kondisi seperti pterygium atau memperburuk mata kering.
  • Kekurangan Vitamin A. Vitamin A penting untuk kesehatan mata, termasuk produksi mukus yang menjaga kelembaban mata. Kekurangan vitamin A dapat memicu mata kering dan masalah konjungtiva lainnya yang menyebabkan putih mata mengkerut.

Gejala yang Menyertai Putih Mata Mengkerut

Selain penampakan fisik berupa kerutan, putih mata mengkerut seringkali disertai gejala lain yang mengindikasikan masalah mata mendasar. Gejala ini bisa meliputi:

  • Rasa tidak nyaman atau iritasi pada mata.
  • Mata terasa gatal atau seperti ada pasir.
  • Kemerahan pada mata.
  • Sensasi terbakar atau perih.
  • Mata berair secara berlebihan sebagai respons terhadap kekeringan.
  • Penglihatan kabur atau berbayang, terutama jika pterygium meluas ke kornea.
  • Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia).

Penanganan Putih Mata Mengkerut

Penanganan putih mata mengkerut sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pemeriksaan oleh dokter mata adalah langkah terbaik untuk diagnosis dan rekomendasi terapi yang tepat.

  • Tetes Mata Pelumas. Untuk kasus mata kering, tetes mata pelumas (air mata buatan) dapat membantu menjaga kelembaban permukaan mata dan mengurangi gesekan.
  • Tetes Mata Anti-inflamasi. Jika ada peradangan, dokter mungkin meresepkan tetes mata anti-inflamasi untuk mengurangi iritasi.
  • Kacamata Pelindung. Menggunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat di luar ruangan dapat melindungi mata dari sinar matahari, angin, dan debu.
  • Istirahat Cukup. Memberi mata istirahat yang cukup dapat membantu mengurangi kelelahan dan iritasi, terutama setelah penggunaan mata yang intens.
  • Suplemen Vitamin A. Jika kekurangan vitamin A menjadi penyebab, asupan suplemen atau makanan kaya vitamin A dapat disarankan.
  • Tindakan Medis atau Bedah. Untuk kondisi seperti pterygium yang mengganggu penglihatan atau conjunctivochalasis yang parah dan persisten, dokter mata mungkin merekomendasikan tindakan bedah untuk mengangkat jaringan yang tumbuh atau mengencangkan konjungtiva.

Pencegahan Putih Mata Mengkerut

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah dapat diambil untuk mengurangi risiko putih mata mengkerut:

  • Lindungi Mata dari Sinar UV. Selalu gunakan kacamata hitam yang menghalangi 99-100% sinar UVA dan UVB saat berada di luar ruangan.
  • Hindari Paparan Angin dan Debu. Gunakan kacamata pelindung atau topi lebar saat beraktivitas di lingkungan berangin atau berdebu.
  • Konsumsi Makanan Kaya Vitamin A. Sertakan dalam diet makanan seperti wortel, ubi jalar, bayam, dan mangga untuk menjaga kesehatan mata.
  • Jaga Hidrasi Tubuh. Minum air yang cukup untuk membantu menjaga produksi air mata yang sehat.
  • Gunakan Pelembap Udara. Jika tinggal di lingkungan kering, pelembap udara dapat membantu menjaga kelembaban mata.
  • Istirahatkan Mata Secara Teratur. Terapkan aturan 20-20-20 saat bekerja di depan layar: setiap 20 menit, tatap objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Kapan Harus ke Dokter Mata?

Jika putih mata mengkerut disertai dengan gejala yang mengganggu, seperti nyeri, penglihatan kabur yang progresif, mata merah dan iritasi yang tidak membaik dengan penanganan awal, atau jika kerutan tampak semakin parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter mata. Dokter dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mendiagnosis penyebab pasti dan merekomendasikan rencana perawatan yang sesuai. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan menjaga kesehatan penglihatan.

Kesimpulan

Putih mata mengkerut bisa jadi tanda dari kondisi mata kering parah, pertumbuhan jaringan abnormal, atau penuaan alami. Penting untuk tidak mengabaikan perubahan pada mata dan mencari bantuan profesional. Untuk diagnosis dan penanganan yang akurat, konsultasi dengan dokter mata sangat dianjurkan. Melalui Halodoc, pemeriksaan kesehatan mata dapat dijadwalkan dengan mudah, memastikan kesehatan mata tetap terjaga dengan baik.