Testis Tidak Turun Dewasa: Kenali Gejala dan Cara Atasinya

Testis Tidak Turun Sudah Dewasa: Memahami Risiko dan Penanganan
Testis tidak turun, atau dikenal sebagai kriptorkismus, merupakan kondisi bawaan lahir di mana salah satu atau kedua testis tidak berada di dalam kantung zakar (skrotum). Apabila kondisi ini tidak tertangani sejak masa kanak-kanak, masalah ini dapat berlanjut hingga usia dewasa. Testis tidak turun pada dewasa dapat menyebabkan komplikasi serius seperti masalah kesuburan, gangguan fungsi testis, dan peningkatan risiko kanker testis. Penanganan umumnya melalui prosedur bedah untuk memindahkan testis ke posisi yang seharusnya, bahkan pada usia dewasa, guna mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.
Apa Itu Testis Tidak Turun pada Dewasa?
Kondisi testis tidak turun pada dewasa terjadi ketika testis gagal bergerak turun dari rongga perut ke dalam skrotum selama perkembangan janin atau pada tahun pertama kehidupan. Jika testis tidak turun secara spontan pada usia 6-12 bulan, penanganan medis seringkali diperlukan. Saat dibiarkan hingga dewasa, testis yang tetap berada di dalam perut atau selangkangan terpapar suhu tubuh yang lebih tinggi. Paparan suhu ini tidak ideal untuk kesehatan testis.
Penyebab Testis Tidak Turun yang Berlanjut hingga Dewasa
Penyebab utama testis tidak turun adalah kegagalan proses penurunan testis selama kehamilan. Faktor genetik, hormonal, dan lingkungan diduga berperan dalam kondisi ini. Apabila testis tidak turun tidak terdeteksi atau tidak ditangani pada masa kanak-kanak, kondisi ini akan berlanjut hingga dewasa. Deteksi dini dan intervensi medis sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Komplikasi Serius Akibat Testis Tidak Turun Sudah Dewasa
Testis yang tidak turun dan tidak ditangani pada usia dewasa membawa beberapa risiko kesehatan yang signifikan.
- Infertilitas (Kesuburan): Suhu yang lebih tinggi di dalam tubuh dapat merusak sel-sel yang memproduksi sperma. Kerusakan ini dapat menyebabkan kualitas sperma menurun, bahkan mengakibatkan infertilitas.
- Penurunan Fungsi Testis: Testis juga bertanggung jawab memproduksi hormon testosteron. Posisi testis yang tidak normal dapat mengganggu produksi hormon ini. Penurunan fungsi ini bisa berdampak pada berbagai aspek kesehatan pria.
- Peningkatan Risiko Kanker Testis: Pria dengan testis tidak turun memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker testis. Risiko ini berlaku untuk testis yang tidak turun maupun testis yang sudah turun, meskipun risiko lebih besar pada testis yang tidak turun. Deteksi dan penanganan kondisi ini tidak menghilangkan risiko kanker sepenuhnya, namun dapat membantu memantau lebih baik.
Diagnosis Testis Tidak Turun pada Dewasa
Diagnosis testis tidak turun pada dewasa umumnya dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan meraba area skrotum dan selangkangan untuk mencari keberadaan testis. Jika testis tidak teraba, pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan. Pemeriksaan tersebut bisa meliputi USG, CT scan, atau MRI untuk menentukan lokasi testis yang tidak turun.
Pengobatan untuk Testis Tidak Turun Sudah Dewasa
Meskipun idealnya kondisi ini ditangani pada usia 6-12 bulan, penanganan tetap penting dilakukan pada usia dewasa. Tujuan utama penanganan adalah memindahkan testis ke dalam skrotum. Prosedur bedah yang umum dilakukan adalah orchiopexy.
- Orchiopexy: Ini adalah operasi untuk memindahkan testis yang tidak turun ke kantung zakar dan menjahitnya di tempat yang benar. Prosedur ini bertujuan untuk melindungi testis dari suhu tinggi, memungkinkan pemantauan lebih mudah terhadap kanker, dan berpotensi meningkatkan kesuburan.
Meskipun operasi pada usia dewasa dapat mengurangi beberapa risiko, seperti memudahkan deteksi dini kanker testis, potensi kerusakan pada fungsi testis dan kesuburan mungkin sudah terjadi. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan urolog.
Pencegahan dan Pentingnya Deteksi Dini
Kriptorkismus adalah kondisi bawaan, sehingga “pencegahan” pada dewasa lebih kepada mencegah komplikasi. Deteksi dini pada masa kanak-kanak adalah kunci. Orang tua disarankan untuk memastikan bayi laki-laki mereka menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Bagi individu dewasa yang menyadari memiliki testis tidak turun, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Penanganan dini pada anak-anak dapat secara signifikan mengurangi risiko masalah kesuburan dan kanker di kemudian hari.
Kesimpulan
Testis tidak turun pada dewasa adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis. Mengabaikan kondisi ini dapat mengakibatkan infertilitas, penurunan fungsi testis, dan peningkatan risiko kanker testis. Apabila Anda atau seseorang yang dikenal memiliki kondisi testis tidak turun sudah dewasa, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. Penanganan melalui operasi orchiopexy, meskipun idealnya dilakukan pada masa kanak-kanak, masih dapat membantu mengurangi risiko komplikasi di kemudian hari. Dapatkan informasi lebih lanjut dan temukan rekomendasi dokter urologi terpercaya melalui aplikasi Halodoc untuk penanganan yang tepat.



