• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Yakin, Sudah Siap Punya Anak?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Yakin, Sudah Siap Punya Anak?

Yakin, Sudah Siap Punya Anak?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 22 Maret 2018
Yakin, Sudah Siap Punya Anak?Yakin, Sudah Siap Punya Anak?

Halodoc, Jakarta – Menurut Ellen Lefkowitz, M.S.W seorang therapist keluarga dan sosial mengatakan sekarang ini keputusan menjadi ibu seringkali adalah tekanan dari lingkungan sosial. Hal ini juga dipengaruhi oleh alasan-alasan lain seperti karier yang membosankan, pertanyaan dari keluarga besar malah sebagai solusi untuk “menyelamatkan” dari kondisi pernikahan yang tidak baik.

Kalau pasangan menjadikan hal-hal tadi sebagai alasan untuk punya anak, sebuah penelitian menunjukkan fakta mengejutkan bagaimana anak-anak yang diinginkan dengan alasan tersebut secara psikologis mengalami perkembangan mental yang tidak signifikan.

Selain itu, orangtua juga secara tak sadar akan “menyesali” kehadiran anaknya ketika alasan-alasan yang membuat mereka menginginkan anak tidak berhasil terpenuhi. Yang ada malah jadi sungut-sungut dan menjadikan mengurus anak sebagai beban.

Makanya, supaya mengetahui kesiapan untuk punya anak, apakah kamu dan pasangan benar-benar ready, berikut adalah beberapa pertanyaan yang coba diajukan ke diri sendiri.

  1. Apakah Kamu dan Pasangan Siap?

Ada baiknya sebelum ataupun setelah pernikahan kamu dan pasangan mendiskusikan mengenai kapan waktu yang tepat punya anak. Terkadang ada beberapa hal yang membuat pasangan yang baru menikah harus menunda dulu keinginan punya anak. Mulai dari alasan sederhana seperti ingin menikmati masa-masa berdua dulu atau alasan serius karena kondisi kesehatan dan lain-lain. (Baca juga Alasan Pola Asuh Otoriter Enggak Baik Buat Anak)

  1. Bagaimana dengan Kondisi Finansial?

Punya anak bukan hanya lucu-lucuan saja, seperti main boneka-bonekaan yang disayang kalau sedang mood lalu ditinggalkan kalau lagi sibuk. Ada kewajiban mendarah-daging untuk merawat dan membesarkan anak sampai menjadi mandiri. Situasi ini tidak hanya membutuhkan persiapan mental saja tetapi kesiapan finansial. Proses kelahiran juga membutuhkan dana yang tidak sedikit, belum lagi untuk menjaga kesehatan selama proses mengandung juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

  1. Seberapa Jauh Komitmen Bersama Pasangan?

Komitmen menjadi orangtua sudah seharusnya menjadi pembahasan sebelum akhirnya benar-benar punya anak. Bagaimana pembagian mengurus anak, pekerjaan, haruskah istri berhenti kerja atau mengambil cuti saja serta kerja-sama untuk membesarkan anak yang harus dipikirkan dengan serius.

  1. Menyadari Situasi Tidak Akan Sama Lagi

Salah satu tanda kesiapan untuk punya anak lainnya adalah menyadari kalau situasi tidak akan sama lagi. Kamu dan pasangan akan kehilangan me time, perhatian akan terbagi karena harus mengurus anak, bisa jadi akan ada pertengkaran-pertengkaran seputar anak, rumah yang berantakan, waktu libur yang hampir tidak ada dan lain-lainnya. Kalau kamu dan pasangan menyadari akan menghadapi situasi seperti ini dan sudah berkomitmen untuk tetap maju, maka bisa dikatakan sudah siap untuk menjadi orangtua.

  1. Anak adalah Berkah

Meyakini kalau anak adalah berkah akan membuat pasangan menyadari kesiapan untuk punya anak memang tidak akan pernah datang di waktu yang tepat. Ketika berada dalam situasi “berkah” yang datang tiba-tiba ini, tidak perlu ada penyesalan diyakini saja kalau anak adalah berkah. Dijaga dan dibesarkan dengan penuh tanggung-jawab. Kalau memang finansial dan kebutuhan lainnya belum bisa 100 persen terpenuhi, yakini saja kalau semuanya akan berjalan dengan sebaik-baiknya.

Kalau pasangan punya pertanyaan mengenai kesiapan untuk punya anak serta proses persiapannya apa saja bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih ngobrol lewat Video/Voice Call atau Chat dan langsung terhubung dengan dokter-dokter spesialis di bidangnya.