Ad Placeholder Image

Yuk Cicip Makanan Tradisional dari Ubi Paling Enak

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 Mei 2026

Makanan Tradisional dari Ubi: Lezatnya Bikin Kangen

Yuk Cicip Makanan Tradisional dari Ubi Paling EnakYuk Cicip Makanan Tradisional dari Ubi Paling Enak

DAFTAR ISI


Siapa yang tidak kenal dengan misro? Camilan tradisional khas Jawa Barat ini merupakan salah satu gorengan favorit masyarakat Indonesia. Nama “misro” sendiri merupakan kependekan dari istilah dalam bahasa Sunda, yaitu amis di jero, yang secara harfiah berarti “manis di dalam”. Nama ini merujuk pada isian gula merah cair yang akan meleleh saat digigit, berpadu dengan gurihnya parutan singkong goreng yang renyah di luar.

Sebagai makanan berbasis umbi-umbian, misro sering dianggap sebagai jajanan yang mengenyangkan. Bahan utamanya, yaitu ubi kayu atau singkong, merupakan sumber karbohidrat kompleks yang menjadi makanan pokok bagi banyak penduduk dunia, terutama di wilayah tropis. Namun, di balik kelezatannya yang melegenda, penting bagi kamu untuk memahami nilai nutrisi serta cara pengolahan yang tepat agar camilan ini tidak memberikan dampak buruk bagi kesehatan, terutama terkait kadar gula dan kolesterol.

Mengonsumsi makanan tradisional seperti misro sebenarnya bisa menjadi alternatif sumber energi harian. Namun, karena cara pengolahannya yang digoreng (deep-fry) dan mengandung gula merah dalam jumlah cukup banyak, kamu perlu bijak dalam porsinya. Jika kamu memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes atau obesitas, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc guna mendapatkan saran pola makan yang lebih terukur.

Nah, mau tahu apa saja ulasan lengkap mengenai aspek kesehatan dari misro dan bahan utamanya? Berikut ulasannya!

Mengenal Misro, Si Manis dari Tanah Sunda

Misro adalah representasi dari kesederhanaan kuliner nusantara yang kaya akan rasa. Terbuat dari parutan singkong yang dibentuk lonjong atau bulat, di dalamnya disisipkan irisan gula merah, kemudian digoreng hingga kecokelatan. Secara tekstur, misro memberikan pengalaman sensorik yang unik: tekstur luar yang kasar dan garing dari singkong parut, diikuti dengan bagian dalam yang lembut, dan diakhiri dengan ledakan rasa manis karamel dari gula merah yang mencair.

Secara historis, misro sering disandingkan dengan saudaranya yang gurih, yaitu combro (oncom di jero). Keduanya menggunakan basis adonan singkong yang sama, namun menawarkan profil rasa yang bertolak belakang. Misro biasanya dinikmati saat sore hari sebagai teman minum teh atau kopi. Meskipun terlihat sederhana, proses pembuatan misro memerlukan keahlian dalam memilih singkong yang berkualitas agar hasilnya tidak keras atau pahit.

Kandungan Nutrisi Bahan Utama Misro

Kualitas kesehatan dari sebutir misro sangat bergantung pada dua bahan utamanya: singkong (ubi kayu) dan gula merah (gula aren). Berikut adalah rincian nutrisi yang terkandung di dalamnya:

1. Singkong (Ubi Kayu)

Singkong adalah sumber energi yang sangat efisien. Dalam 100 gram singkong rebus, terkandung sekitar 160-190 kalori. Singkong kaya akan karbohidrat kompleks, terutama dalam bentuk pati. Selain itu, singkong mengandung vitamin C yang cukup tinggi untuk membantu sistem imun, serta vitamin B kompleks seperti tiamin dan riboflavin. Singkong juga merupakan sumber serat yang baik untuk pencernaan.

2. Gula Merah

Berbeda dengan gula pasir putih yang hanya mengandung kalori kosong, gula merah atau gula aren masih mengandung sejumlah kecil mineral seperti zat besi, magnesium, kalium, dan zink. Gula merah juga mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal radikal bebas, meski jumlahnya tidak signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian.

3. Lemak dari Proses Penggorengan

Karena misro dimasak dengan cara digoreng dalam minyak banyak, kandungan lemak jenuh di dalamnya akan meningkat secara signifikan. Hal inilah yang menjadi perhatian utama bagi kesehatan jantung jika dikonsumsi secara berlebihan.

Manfaat Ubi Kayu bagi Kesehatan

Sebagai bahan dasar misro, ubi kayu atau singkong memiliki berbagai manfaat yang sering kali terlupakan. Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi singkong dalam jumlah yang wajar:

1. Sumber Energi yang Tahan Lama

Karena mengandung karbohidrat kompleks, singkong dicerna lebih lambat oleh tubuh dibandingkan makanan manis lainnya. Ini memberikan rasa kenyang yang lebih lama dan aliran energi yang lebih stabil, sehingga kamu tidak mudah merasa lapar kembali setelah makan.

2. Mendukung Kesehatan Pencernaan

Singkong mengandung pati resisten (resistant starch). Jenis pati ini bekerja mirip dengan serat larut, yaitu melewati usus halus tanpa dicerna dan menjadi makanan bagi bakteri baik di usus besar. Hal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan mikrobioma usus.

3. Bebas Gluten Secara Alami

Bagi orang yang memiliki penyakit celiac atau intoleransi gluten, singkong adalah bahan makanan yang aman. Misro yang dibuat murni dari singkong tanpa campuran tepung terigu bisa menjadi alternatif camilan bebas gluten yang lezat.

Tips Memilih Singkong Berkualitas untuk Misro
  1. Pilih singkong yang masih segar, terlihat dari kulitnya yang kencang dan tidak banyak lubang serangga.
  2. Singkong yang baik biasanya memiliki daging umbi yang berwarna putih bersih atau sedikit krem, bukan yang sudah membiru atau hitam.
  3. Pastikan singkong mudah dikupas kulitnya; ini menandakan singkong masih baru dicabut.

Waspada Bahaya Sianida pada Singkong

Hal yang perlu diketahui secara medis adalah singkong mengandung senyawa glikosida sianogenik yang dapat melepaskan sianida jika tidak diolah dengan benar. Ada dua jenis singkong di pasaran: singkong manis (kadar sianida rendah) dan singkong pahit (kadar sianida tinggi).

Untuk menghindari risiko keracunan sianida, singkong harus dikupas hingga bersih dan dicuci berulang kali. Proses pemarutan, pemerasan air singkong, dan penggorengan pada suhu tinggi dalam pembuatan misro sebenarnya sudah sangat efektif untuk menghilangkan kandungan sianogenik tersebut. Namun, jangan pernah mencoba mengonsumsi singkong dalam keadaan mentah.

Tips Mengonsumsi Misro dengan Lebih Sehat

Menikmati makanan tradisional tidak harus mengorbankan kesehatan. Kamu bisa memodifikasi cara pembuatan atau pola konsumsi misro agar tetap aman bagi tubuh:

1. Gunakan Minyak Goreng yang Berkualitas

Hindari menggunakan minyak goreng secara berulang kali (minyak jelantah). Gunakan minyak kelapa atau minyak goreng baru untuk meminimalkan asupan lemak trans dan radikal bebas yang terbentuk akibat pemanasan minyak yang berlebihan.

2. Batasi Jumlah Isian Gula Merah

Gula merah tetaplah gula. Jika kamu membuat misro sendiri di rumah, kamu bisa mengurangi jumlah isian gula merah agar asupan kalori dan gula tidak melonjak drastis.

3. Tiriskan Minyak dengan Maksimal

Setelah digoreng, gunakan kertas penyerap minyak (paper towel) untuk menyerap sisa minyak pada permukaan misro. Hal ini bisa sedikit mengurangi asupan lemak yang masuk ke tubuh.

Jika setelah mengonsumsi makanan berminyak kamu merasa ada gangguan pada pencernaan atau ingin melengkapi asupan nutrisi harian, jangan ragu untuk beli obat online di Halodoc yang menyediakan berbagai suplemen kesehatan dan vitamin tepercaya.

Studi Mengenai Ubi Kayu dan Kesehatan

Journal of Nutrition and Metabolism menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa pati resisten dalam singkong dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah setelah makan pada individu yang sehat.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun singkong tinggi karbohidrat, sifat patinya yang unik memberikan profil metabolik yang lebih baik dibandingkan sumber karbohidrat olahan seperti roti putih. Namun, manfaat ini dapat berkurang jika singkong diolah dengan tambahan gula sederhana dalam jumlah tinggi, seperti pada misro.

Penting untuk diingat bahwa keseimbangan adalah kunci. Jika kamu merasa memiliki masalah berat badan atau gangguan metabolisme glukosa, sebaiknya konsultasikan asupan camilan manis kamu dengan ahli gizi.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2026. Cassava: Nutrition, Benefits, and Disadvantages.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Dietary Fiber: Essential for a Healthy Diet.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Cyanogenic Glycosides.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Kandungan Gizi Bahan Makanan Indonesia.

FAQ

1. Apakah penderita diabetes boleh makan misro?

Penderita diabetes harus sangat membatasi konsumsi misro karena kandungan karbohidrat tinggi dari singkong dan indeks glikemik dari gula merah yang dapat memicu lonjakan gula darah.

2. Berapa kalori dalam satu buah misro?

Satu buah misro ukuran sedang (sekitar 50 gram) diperkirakan mengandung 120-150 kalori, tergantung pada banyaknya gula merah dan minyak yang terserap.

3. Apakah singkong lebih sehat daripada kentang?

Singkong memiliki lebih banyak kalori dan serat dibandingkan kentang, namun kentang memiliki indeks glikemik yang sedikit lebih rendah tergantung cara pengolahannya.

4. Bagaimana cara menyimpan adonan misro agar awet?

Adonan parutan singkong yang sudah diperas bisa disimpan di dalam wadah kedap udara di dalam freezer hingga 2 minggu sebelum diisi gula dan digoreng.


Suka Ngemil Misro tapi Khawatir Efeknya bagi Tubuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan manis atau berminyak, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.