
Yuk, Kenali Ciri Sakit Demam Berdarah Biar Tak Terlambat
Kenali Ciri Sakit Demam Berdarah Jangan Sampai Telat

Ciri Sakit Demam Berdarah: Tanda Awal hingga Kondisi Kritis
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah infeksi serius yang disebabkan oleh virus Dengue. Memahami ciri sakit demam berdarah sejak dini sangat penting untuk penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi. Gejala umumnya meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi, serta mual dan muntah. Namun, ada fase kritis yang memerlukan kewaspadaan tinggi karena dapat mengancam jiwa.
Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD)
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus Dengue. DBD dapat menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Mengenali ciri sakit demam berdarah menjadi langkah pertama yang krusial. Penanganan yang cepat dan tepat dapat meminimalkan risiko komplikasi serius, termasuk sindrom syok Dengue yang fatal.
Ciri Sakit Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai
Gejala DBD umumnya muncul 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Awalnya, ciri sakit demam berdarah bisa menyerupai flu biasa, sehingga seringkali sulit dibedakan. Namun, ada beberapa tanda khas yang perlu diperhatikan.
Gejala Umum DBD: Fase Demam
Fase demam biasanya berlangsung 2-7 hari setelah onset. Ini adalah periode awal di mana gejala-gejala berikut mulai muncul secara tiba-tiba:
- Demam Tinggi Mendadak: Suhu tubuh dapat naik drastis hingga 40°C. Pada anak-anak, pola demam seringkali berbentuk pelana kuda, yaitu demam tinggi kemudian turun sementara, lalu naik kembali.
- Sakit Kepala Hebat: Penderita seringkali mengeluhkan sakit kepala parah, terutama di area belakang mata. Nyeri ini dapat terasa menusuk atau berdenyut.
- Nyeri Otot, Sendi, dan Tulang: Rasa nyeri yang hebat pada otot, sendi, dan tulang menjadi ciri khas DBD. Kondisi ini sering disebut sebagai breakbone fever karena rasa sakitnya yang terasa seperti tulang akan patah.
- Mual dan Muntah: Masalah pencernaan seperti mual, muntah, dan terkadang diare umum terjadi. Nafsu makan juga cenderung menurun drastis.
- Ruam Kulit (Bintik Merah): Bintik-bintik merah kecil (petechiae) dapat muncul di kulit, seringkali diawali pada wajah dan dada, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya tidak gatal.
- Lemas dan Lesu: Tubuh terasa sangat lemah, tidak bertenaga, dan mudah lelah meskipun tidak melakukan aktivitas berat.
Gejala DBD: Fase Kritis yang Berbahaya
Setelah fase demam, sekitar hari ke-3 hingga ke-7, penderita memasuki fase kritis. Pada fase ini, demam mungkin mulai turun, namun justru menjadi periode paling berbahaya. Ini adalah waktu ketika kebocoran plasma dapat terjadi. Ciri sakit demam berdarah pada fase kritis meliputi:
- Tanda Perdarahan: Mimisan (hidung berdarah), gusi berdarah, atau bintik merah keunguan di kulit yang tidak hilang saat ditekan. Pada kasus yang parah, bisa terjadi muntah darah atau BAB berdarah.
- Nyeri Perut Hebat: Sakit di area perut, terutama di bagian kanan atas atau ulu hati, yang terasa parah dan tidak mereda.
- Gejala Syok: Ini adalah tanda bahaya serius. Meliputi tangan dan kaki terasa dingin dan lembap, kulit pucat, napas cepat dan dangkal, gelisah, kebingungan, serta penurunan kesadaran.
- Muntah Terus-menerus: Muntah lebih dari tiga kali dalam satu jam atau empat kali dalam enam jam.
- Kelelahan Ekstrem: Tubuh terasa sangat lemas hingga sulit bergerak atau bangun.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?
Jika seseorang mengalami ciri sakit demam berdarah seperti demam tinggi mendadak disertai gejala lain, penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Terlebih lagi jika mulai muncul tanda-tanda fase kritis seperti perdarahan atau gejala syok, penanganan medis darurat sangat diperlukan. Jangan menunda untuk mencari bantuan profesional.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue
Pencegahan DBD berpusat pada pemberantasan nyamuk Aedes aegypti dan tempat perkembangbiakannya. Langkah-langkah pencegahan meliputi:
- Menguras: Rutin menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, dan vas bunga setidaknya seminggu sekali.
- Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur.
- Mendaur Ulang/Mengubur: Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng, botol, dan ban bekas.
- Menggunakan Kelambu atau Lotion Anti Nyamuk: Terutama saat tidur atau beraktivitas di luar ruangan.
- Memasang Kawat Kasa: Pada jendela dan pintu rumah.
Rekomendasi Medis Halodoc
Memahami ciri sakit demam berdarah merupakan kunci utama untuk deteksi dini dan penanganan yang efektif. Jika mengalami gejala yang dicurigai DBD, konsultasi dengan dokter adalah langkah terbaik. Melalui Halodoc, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi dengan dokter spesialis dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Dapatkan informasi lebih lanjut dan saran medis terpercaya hanya di Halodoc.


