Ad Placeholder Image

Yuk, Kenali Mastoidektomi untuk Telinga Bebas Infeksi

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 April 2026

Mastoidektomi: Kupas Tuntas Operasi Telinga Ini

Yuk, Kenali Mastoidektomi untuk Telinga Bebas InfeksiYuk, Kenali Mastoidektomi untuk Telinga Bebas Infeksi

Mastoidektomi Adalah: Prosedur Pembedahan Telinga untuk Mengatasi Infeksi Kronis

Mastoidektomi adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengangkat sel-sel udara mastoid yang terinfeksi atau rusak di dalam tulang mastoid, yaitu tulang di belakang telinga. Operasi ini seringkali menjadi pilihan penanganan untuk kondisi seperti infeksi telinga kronis, mastoiditis, atau kolesteatoma. Tujuannya adalah menciptakan kondisi telinga yang kering, aman dari infeksi, dan mencegah komplikasi serius di kemudian hari.

Apa Itu Mastoidektomi?

Mastoidektomi adalah operasi yang melibatkan pembukaan tulang mastoid untuk membersihkan infeksi atau mengangkat pertumbuhan abnormal. Tulang mastoid merupakan bagian penting dari struktur telinga yang dapat terpengaruh oleh berbagai penyakit. Prosedur ini esensial untuk menjaga kesehatan telinga bagian dalam dan mencegah penyebaran infeksi.

Tujuan Mastoidektomi Dilakukan

Prosedur mastoidektomi memiliki beberapa tujuan utama untuk menjaga kesehatan telinga. Setiap tindakan dilakukan berdasarkan kondisi spesifik pasien dan tingkat keparahan penyakit.

Tujuan utama dari operasi mastoidektomi meliputi:

  • Mengangkat tulang atau jaringan yang terinfeksi secara permanen.
  • Membersihkan infeksi telinga kronis yang tidak merespons pengobatan lain.
  • Mengangkat kolesteatoma, yaitu pertumbuhan kulit abnormal yang dapat merusak tulang.
  • Mencegah penyebaran infeksi ke area kepala dan leher lainnya.
  • Menciptakan kondisi telinga yang kering dan bebas dari kekambuhan infeksi.

Jenis-Jenis Mastoidektomi

Ada beberapa jenis mastoidektomi yang disesuaikan dengan tingkat keparahan dan lokasi penyakit. Pemilihan jenis operasi ditentukan oleh dokter bedah THT berdasarkan diagnosis.

Berikut adalah jenis-jenis mastoidektomi:

  • Mastoidektomi Sederhana: Prosedur ini melibatkan pembukaan tulang mastoid dan pengangkatan sel-sel udara yang terinfeksi atau rusak. Operasi ini dilakukan tanpa merusak struktur telinga tengah yang sehat.
  • Mastoidektomi Radikal: Jenis operasi yang lebih ekstensif, di mana sel-sel mastoid, gendang telinga, dan sebagian besar struktur telinga tengah diangkat. Ini biasanya dilakukan untuk kasus penyakit yang sangat parah atau meluas.
  • Mastoidektomi Radikal Dimodifikasi: Merupakan kombinasi dari mastoidektomi sederhana dan radikal. Sel-sel mastoid yang terinfeksi diangkat, namun sebagian besar struktur telinga tengah dipertahankan. Tujuannya adalah untuk membersihkan infeksi sambil mempertahankan fungsi pendengaran semaksimal mungkin.
  • Mastoidektomi Kanal-Dinding-Bawah: Prosedur ini menggabungkan saluran telinga dan tulang mastoid menjadi satu rongga. Ini sering dilakukan untuk kasus penyakit yang sangat parah, khususnya ketika kolesteatoma sangat besar dan sulit dijangkau.

Bagaimana Prosedur Mastoidektomi Dilakukan?

Mastoidektomi merupakan prosedur bedah yang memerlukan persiapan dan pelaksanaan yang cermat. Proses operasi berlangsung di bawah pengawasan tim medis profesional.

Langkah-langkah umum prosedur mastoidektomi meliputi:

  • Operasi dilakukan di bawah anestesi umum, memastikan pasien tidak merasakan sakit selama prosedur.
  • Dokter bedah membuat sayatan kecil di belakang telinga untuk mengakses tulang mastoid.
  • Dengan menggunakan bor medis khusus, dokter akan membuka tulang mastoid dan mengangkat sel-sel udara yang terinfeksi atau rusak, termasuk kolesteatoma jika ada.
  • Setelah area tersebut bersih, sayatan akan ditutup dengan jahitan.
  • Terkadang, selang drainase atau perban khusus akan ditempatkan di telinga untuk membantu proses penyembuhan.

Potensi Risiko dan Komplikasi Mastoidektomi

Seperti halnya prosedur bedah lainnya, mastoidektomi memiliki potensi risiko dan komplikasi, meskipun jarang terjadi. Penting untuk memahami potensi efek samping ini.

Potensi risiko yang mungkin terjadi meliputi:

  • Vertigo atau pusing pasca-operasi.
  • Tinnitus, yaitu sensasi telinga berdenging.
  • Perubahan atau gangguan pada indera perasa.
  • Gangguan pendengaran, yang dapat bersifat sementara atau permanen.
  • Kelumpuhan saraf wajah, meskipun ini merupakan komplikasi yang sangat jarang terjadi.
  • Infeksi atau perdarahan di lokasi operasi.

Mastoidektomi dan Timpanoplasti

Dalam banyak kasus, mastoidektomi dapat dilakukan bersamaan dengan timpanoplasti. Timpanoplasti adalah prosedur bedah untuk memperbaiki gendang telinga (membran timpani) yang rusak atau berlubang. Kombinasi kedua operasi ini bertujuan untuk tidak hanya membersihkan infeksi tetapi juga meningkatkan atau mengembalikan fungsi pendengaran yang optimal.

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika mengalami gejala infeksi telinga kronis, nyeri telinga yang tidak kunjung sembuh, keluar cairan dari telinga, atau gangguan pendengaran, segera konsultasikan dengan dokter THT. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan penyebab dan merekomendasikan penanganan terbaik, termasuk apakah mastoidektomi merupakan pilihan yang sesuai.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai mastoidektomi atau kondisi kesehatan telinga lainnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter THT melalui Halodoc. Aplikasi Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis yang mudah dan cepat, serta akses ke berbagai informasi kesehatan terpercaya. Menjaga kesehatan telinga merupakan langkah penting untuk kualitas hidup yang lebih baik.