Ad Placeholder Image

Yuk, Kenali NGT: Selang Penolong untuk Nutrisi Pasien

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Juni 2026

Kenali NGT: Selang Hidung untuk Makan dan Minum

Yuk, Kenali NGT: Selang Penolong untuk Nutrisi PasienYuk, Kenali NGT: Selang Penolong untuk Nutrisi Pasien

Ringkasan: Selang NGT adalah alat medis berupa pipa plastik fleksibel yang dimasukkan melalui hidung menuju lambung. Alat ini berfungsi utama untuk menyalurkan nutrisi atau obat-obatan bagi pasien dengan gangguan menelan, serta membantu mengeluarkan gas atau cairan dari perut pada kondisi medis tertentu.

Apa Itu Selang NGT?

Selang NGT adalah singkatan dari Nasogastric Tube, yaitu alat kesehatan berbentuk tabung panjang, tipis, dan fleksibel yang dipasang melalui lubang hidung menuju lambung. Alat ini digunakan pada pasien yang tidak mampu mengonsumsi makanan, air, atau obat secara oral (melalui mulut) akibat kondisi medis tertentu.

Bahan yang digunakan untuk selang ini biasanya terdiri dari poliuretan, silikon, atau polivinil klorida (PVC). Ukuran diameter selang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan pasien, mulai dari ukuran kecil untuk bayi prematur hingga ukuran yang lebih besar untuk orang dewasa dengan tujuan dekompresi (pengeluaran isi lambung).

Penggunaan alat ini bersifat sementara dan memerlukan pemantauan ketat untuk mencegah terjadinya luka pada jaringan hidung atau tenggorokan. Penempatan selang harus dikonfirmasi melalui prosedur medis guna memastikan ujung selang benar-benar berada di dalam lambung dan tidak masuk ke saluran pernapasan.

Fungsi Selang NGT Secara Medis

Fungsi selang NGT adalah untuk mendukung pemenuhan nutrisi dan cairan bagi pasien yang mengalami kesulitan makan secara mandiri. Selain fungsi nutrisi, alat ini juga berperan penting dalam tindakan diagnostik dan terapeutik di lingkungan rumah sakit.

Pemberian obat-obatan cair atau tablet yang telah dihancurkan juga dilakukan melalui saluran ini untuk memastikan efektivitas terapi pada pasien yang tidak sadar. Selang ini memungkinkan zat-zat penting langsung mencapai lambung tanpa melewati proses pengunyahan atau penelanan yang bermasalah.

Dalam kondisi darurat, alat ini digunakan untuk dekompresi lambung, yaitu mengeluarkan udara atau cairan berlebih yang menyebabkan perut kembung ekstrem. Prosedur ini sering dilakukan pada kasus obstruksi usus (penyumbatan usus) atau setelah operasi besar pada area abdomen (perut).

“Nasogastric tube sering digunakan untuk pemberian nutrisi enteral (langsung ke saluran pencernaan) pada pasien yang fungsi saluran cernanya masih baik namun tidak mampu menelan.” — WHO (World Health Organization), 2023

Indikasi dan Penyebab Pemasangan

Penyebab pemasangan selang NGT meliputi berbagai kondisi kronis maupun akut yang menghambat fungsi sistem pencernaan bagian atas atau sistem saraf. Pasien dengan gangguan neurologis sering menjadi kandidat utama penggunaan alat bantu makan ini.

Beberapa kondisi medis yang memerlukan bantuan selang ini antara lain stroke yang menyebabkan disfagia (kesulitan menelan) dan cedera kepala berat. Pasien dengan kanker leher atau kanker kerongkongan juga memerlukan bantuan ini karena adanya penyempitan saluran makanan akibat tumor.

Selain itu, alat ini dipasang pada kasus overdosis obat atau keracunan untuk melakukan bilas lambung (gastric lavage). Bayi yang lahir prematur atau memiliki kelainan bawaan pada wajah dan mulut juga membutuhkan dukungan ini hingga kemampuan menyusunya berkembang sempurna.

Prosedur Pemasangan dan Diagnosis

Prosedur pemasangan selang NGT diawali dengan pengukuran panjang selang dari ujung hidung ke daun telinga, lalu turun ke arah prosesus xifoideus (ujung tulang dada). Setelah ukuran ditentukan, selang dilumasi dengan gel berbahan dasar air untuk meminimalkan gesekan pada mukosa (selaput lendir).

Selama proses penyisipan, pasien biasanya diminta untuk melakukan gerakan menelan atau minum air sedikit demi sedikit untuk membantu mengarahkan selang masuk ke esofagus (kerongkongan). Tenaga medis akan memastikan posisi selang tidak masuk ke trakea (saluran napas) dengan memantau tanda-tanda sesak atau batuk pada pasien.

Diagnosis posisi selang dilakukan dengan beberapa metode verifikasi standar medis. Metode yang paling akurat adalah melalui rontgen dada atau perut untuk melihat visualisasi ujung selang yang memiliki garis radio-opak (terlihat pada sinar-X). Metode alternatif meliputi pemeriksaan tingkat keasaman (pH) cairan yang diaspirasi (disedot) dari selang.

Risiko dan Efek Samping NGT

Efek samping penggunaan selang NGT dapat muncul mulai dari ketidaknyamanan ringan hingga komplikasi medis serius jika tidak ditangani dengan benar. Iritasi pada hidung, tenggorokan, dan sinus (rongga hidung) merupakan keluhan yang paling sering dilaporkan oleh pasien.

Risiko paling berbahaya adalah aspirasi (masuknya makanan atau cairan ke paru-paru), yang dapat menyebabkan pneumonia aspirasi (infeksi paru-paru). Kondisi ini terjadi jika posisi selang bergeser keluar dari lambung atau jika pasien diberikan makanan dalam posisi berbaring datar.

Penggunaan jangka panjang dapat memicu terjadinya sinusitis (peradangan rongga sinus) atau erosi (luka) pada jaringan esofagus. Oleh karena itu, selang NGT harus diganti secara berkala sesuai dengan instruksi medis dan jenis bahan selang yang digunakan.

“Pemasangan selang nasogastrik harus dilakukan oleh tenaga profesional untuk mencegah komplikasi seperti perforasi (lubang) pada saluran cerna atau salah letak ke paru-paru.” — Kemenkes RI (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia), 2022

Cara Perawatan Selang NGT di Rumah

Cara perawatan selang NGT di rumah memerlukan ketelitian tinggi guna menjaga kebersihan dan kelancaran saluran. Selang harus dibilas dengan air matang hangat sebelum dan sesudah pemberian makanan atau obat-obatan.

Pembilasan ini bertujuan untuk mencegah penyumbatan akibat sisa makanan atau endapan obat yang mengering di dalam dinding selang. Selain itu, kulit di sekitar lubang hidung harus dibersihkan setiap hari dan plester perekat diganti secara rutin untuk mencegah iritasi kulit atau luka tekan.

Posisi kepala pasien harus dipertahankan pada sudut 30-45 derajat saat pemberian nutrisi dan tetap dalam posisi tersebut selama minimal 30 menit setelah makan. Hal ini dilakukan untuk membantu proses pencernaan dan menurunkan risiko cairan naik kembali ke kerongkongan (refluks).

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan harus ke dokter adalah pertanyaan penting bagi pengasuh pasien yang menggunakan alat bantu ini di rumah. Intervensi medis segera diperlukan jika selang tidak sengaja tercabut atau bergeser dari tanda batas yang telah ditentukan oleh perawat.

Segera hubungi bantuan medis jika pasien mengalami kesulitan bernapas secara tiba-tiba, batuk terus-menerus, atau wajah tampak membiru (sianosis). Tanda-tanda infeksi seperti demam, keluar cairan berbau dari hidung, atau kemerahan yang meluas pada area pemasangan juga harus segera diperiksa.

Kondisi lain yang memerlukan penanganan dokter adalah jika selang mengalami penyumbatan total yang tidak bisa diatasi dengan pembilasan biasa. Lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan arahan jika terjadi kendala pada penggunaan alat medis ini.

Kesimpulan

Selang NGT merupakan alat bantu yang sangat krusial bagi keberlangsungan hidup pasien dengan gangguan fungsi menelan dan pencernaan. Keberhasilan penggunaan alat ini sangat bergantung pada teknik pemasangan yang tepat, pemantauan posisi selang secara rutin, dan perawatan kebersihan yang konsisten di rumah. Pengasuh harus memahami risiko komplikasi seperti aspirasi dan penyumbatan agar tindakan pencegahan dapat dilakukan sejak dini. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.