Ad Placeholder Image

Yuk Pahami PDA Jantung, Kondisi Jantung Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Mei 2026

Waspada PDA Jantung: Kenali Bahaya untuk Si Kecil

Yuk Pahami PDA Jantung, Kondisi Jantung Bayi Baru LahirYuk Pahami PDA Jantung, Kondisi Jantung Bayi Baru Lahir

Mengenal PDA Jantung: Kelainan Jantung Bawaan yang Perlu Diketahui

Patent Ductus Arteriosus (PDA) jantung adalah kondisi kelainan jantung bawaan yang terjadi ketika pembuluh darah vital bernama duktus arteriosus gagal menutup setelah bayi lahir. Duktus arteriosus ini merupakan saluran yang menghubungkan arteri paru-paru (pulmonalis) dengan aorta. Fungsi duktus arteriosus normal pada janin adalah mengalihkan sebagian besar aliran darah dari paru-paru yang belum berfungsi ke aorta, sehingga darah dapat langsung menuju tubuh bayi. Setelah lahir, seharusnya duktus arteriosus ini menutup saat paru-paru mulai bekerja dan bayi mulai bernapas sendiri. Jika duktus arteriosus tetap terbuka, darah kaya oksigen dari aorta dapat kembali mengalir ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung dan paru-paru bekerja lebih keras dari seharusnya.

Apa Itu PDA Jantung?

PDA jantung atau Patent Ductus Arteriosus adalah kelainan jantung bawaan di mana duktus arteriosus, pembuluh darah yang menghubungkan arteri paru-paru dan aorta, tidak menutup setelah bayi lahir. Pembuluh ini normal pada janin, namun seharusnya menutup secara spontan dalam beberapa hari atau minggu pertama kehidupan. Saat duktus arteriosus tetap terbuka, darah kaya oksigen yang seharusnya mengalir ke seluruh tubuh melalui aorta justru sebagian kembali ke arteri paru-paru. Hal ini menyebabkan paru-paru menerima lebih banyak darah dari yang seharusnya.

Tekanan di aorta lebih tinggi dibandingkan di arteri paru-paru. Oleh karena itu, darah akan mengalir dari aorta kembali ke paru-paru melalui duktus arteriosus yang terbuka. Kondisi ini meningkatkan beban kerja jantung dan paru-paru, karena jantung harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Jika tidak ditangani, PDA jantung dapat membebani jantung dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada jangka panjang.

Gejala PDA Jantung yang Perlu Diwaspadai

Gejala PDA jantung bervariasi tergantung pada ukuran duktus arteriosus yang terbuka dan usia bayi. PDA kecil mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali dan baru terdeteksi saat pemeriksaan rutin. Namun, PDA yang lebih besar dapat menimbulkan gejala yang signifikan.

  • Nafas cepat atau kesulitan bernapas.
  • Berat badan tidak naik sesuai usia atau pertumbuhan yang lambat.
  • Kelelahan saat menyusu atau beraktivitas.
  • Sering berkeringat, terutama saat makan.
  • Kulit kebiruan, terutama pada bibir dan ujung jari (sianosis), meskipun ini lebih jarang pada PDA terisolasi.
  • Denyut nadi melompat (bounding pulse).
  • Bising jantung yang dapat didengar melalui stetoskop.

Perlu diperhatikan bahwa beberapa gejala ini juga bisa menjadi tanda kondisi medis lain. Pemeriksaan medis yang akurat sangat penting untuk diagnosis.

Penyebab dan Faktor Risiko PDA Jantung

Penyebab pasti mengapa duktus arteriosus gagal menutup setelah lahir tidak selalu diketahui. Namun, ada beberapa faktor risiko yang diketahui meningkatkan kemungkinan terjadinya PDA jantung. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi prematur, terutama yang lahir dengan berat badan rendah.

  • Kelahiran Prematur: Bayi yang lahir terlalu dini memiliki risiko lebih tinggi karena sistem organ mereka belum sepenuhnya matang, termasuk pembuluh darah di jantung.
  • Kondisi Genetik Tertentu: Beberapa sindrom genetik, seperti sindrom Down, dapat meningkatkan risiko kelainan jantung bawaan, termasuk PDA.
  • Infeksi Rubella Selama Kehamilan: Jika ibu terinfeksi rubella (campak Jerman) selama kehamilan, terutama pada trimester pertama, risiko kelainan jantung bawaan pada bayi meningkat.
  • Kondisi Ibu Hamil: Beberapa kondisi ibu hamil, seperti diabetes yang tidak terkontrol, juga bisa menjadi faktor risiko.
  • Jenis Kelamin: PDA jantung sedikit lebih sering terjadi pada bayi perempuan dibandingkan bayi laki-laki.

Faktor-faktor ini dapat mengganggu proses penutupan duktus arteriosus yang seharusnya terjadi secara alami.

Diagnosis PDA Jantung

Diagnosis PDA jantung sering kali dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter dapat mendengar bising jantung yang khas menggunakan stetoskop. Untuk memastikan diagnosis dan menilai tingkat keparahan PDA, beberapa pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan.

  • Ekokardiografi: Ini adalah pemeriksaan ultrasonografi jantung yang tidak menimbulkan rasa sakit. Ekokardiografi dapat menampilkan struktur jantung dan aliran darah secara detail, memungkinkan dokter melihat duktus arteriosus yang terbuka dan mengukur ukurannya.
  • Rontgen Dada: Dapat menunjukkan pembesaran jantung atau tanda-tanda kelebihan cairan di paru-paru akibat PDA yang signifikan.
  • Elektrokardiogram (EKG): Mencatat aktivitas listrik jantung dan dapat menunjukkan tanda-tanda beban pada jantung.

Pemeriksaan-pemeriksaan ini membantu dokter membuat diagnosis yang akurat dan merencanakan penanganan yang tepat.

Pengobatan PDA Jantung

Pilihan pengobatan untuk PDA jantung bergantung pada usia bayi, ukuran PDA, dan keparahan gejala. Untuk PDA kecil pada bayi baru lahir, dokter mungkin memilih untuk memantau kondisi karena duktus arteriosus bisa menutup spontan. Namun, pada kasus yang lebih serius, intervensi mungkin diperlukan.

  • Obat-obatan: Pada bayi prematur, obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) tertentu seperti indometasin atau ibuprofen dapat diberikan. Obat-obatan ini membantu merangsang penutupan duktus arteriosus.
  • Kateterisasi Jantung: Prosedur ini melibatkan pemasangan tabung tipis (kateter) melalui pembuluh darah di selangkangan menuju jantung. Alat kecil seperti koil atau sumbat kemudian dimasukkan melalui kateter untuk menutup duktus arteriosus. Prosedur ini umumnya kurang invasif dibandingkan operasi.
  • Operasi (Ligasi Duktus Arteriosus): Untuk PDA yang besar atau tidak berhasil ditutup dengan obat atau kateterisasi, operasi mungkin diperlukan. Dokter bedah akan membuat sayatan kecil di dada untuk mengikat atau menjepit duktus arteriosus, sehingga menutup aliran darah abnormal.

Dokter akan menentukan metode pengobatan terbaik berdasarkan kondisi individu pasien.

Pencegahan PDA Jantung

Meskipun tidak semua kasus PDA jantung dapat dicegah karena banyak faktor yang tidak dapat dikendalikan, ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengurangi risiko. Pencegahan berfokus pada kesehatan ibu selama kehamilan dan perawatan bayi prematur.

  • Perawatan Prenatal yang Baik: Pemeriksaan kehamilan rutin membantu memastikan kesehatan ibu dan janin.
  • Vaksinasi Rubella: Memastikan ibu hamil sudah divaksinasi rubella sebelum kehamilan dapat mencegah infeksi yang menjadi faktor risiko PDA.
  • Manajemen Kondisi Medis Ibu: Jika ibu memiliki kondisi seperti diabetes, penting untuk mengelola penyakit tersebut dengan baik selama kehamilan.
  • Menghindari Paparan Zat Berbahaya: Ibu hamil sebaiknya menghindari alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang yang dapat memengaruhi perkembangan janin.

Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko kelainan jantung bawaan, termasuk PDA.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Jika ada kecurigaan atau gejala yang mengarah pada PDA jantung pada bayi, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak atau kardiolog anak. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi serius dan memastikan kualitas hidup yang lebih baik bagi anak. Perhatikan setiap perubahan dalam pola napas, kemampuan makan, atau pertumbuhan bayi. Melakukan pemeriksaan rutin sesuai jadwal yang direkomendasikan dokter juga krusial, terutama bagi bayi prematur.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PDA jantung atau kondisi kesehatan lainnya, serta untuk mendapatkan rekomendasi dokter spesialis, dapat menggunakan layanan Halodoc. Platform Halodoc menyediakan akses mudah ke tenaga medis profesional yang dapat memberikan konsultasi dan saran kesehatan yang akurat dan terpercaya.