Ad Placeholder Image

Yuk, Pahami Pengertian Diare Menurut WHO dengan Mudah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Pengertian Diare Menurut WHO: Definisi dan Ciri

Yuk, Pahami Pengertian Diare Menurut WHO dengan MudahYuk, Pahami Pengertian Diare Menurut WHO dengan Mudah

Memahami Pengertian Diare Menurut WHO: Panduan Lengkap dan Akurat

Diare adalah kondisi kesehatan yang umum terjadi, namun seringkali dianggap sepele. Memahami definisi yang tepat, terutama dari sumber terpercaya seperti World Health Organization (WHO), sangat penting untuk penanganan yang benar. Artikel ini akan membahas secara rinci pengertian diare berdasarkan WHO, gejala yang menyertainya, penyebab umum, serta pentingnya penanganan yang cepat untuk mencegah komplikasi.

Definisi Diare Menurut World Health Organization (WHO)

Menurut World Health Organization (WHO), diare didefinisikan sebagai suatu kondisi buang air besar (BAB) dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja. Frekuensi buang air besar menjadi lebih sering dari biasanya, yaitu tiga kali atau lebih dalam kurun waktu 24 jam. Kondisi ini sering disertai muntah, nyeri perut, dan risiko dehidrasi yang serius.

Diare akut biasanya berlangsung selama beberapa hari. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi berat yang membahayakan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri diare sejak awal.

Poin Penting dalam Pengertian Diare WHO

Ada beberapa poin kunci yang ditekankan oleh WHO dalam definisi diare:

  • Konsistensi Tinja: Tinja berubah menjadi cair atau lembek, bukan padat seperti biasa.
  • Frekuensi Buang Air Besar: Terjadi 3 kali atau lebih dalam periode 24 jam. Perubahan frekuensi ini menjadi indikator penting.
  • Dampak Utama: Kondisi ini menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit tubuh. Kehilangan ini berpotensi memicu dehidrasi, yang merupakan komplikasi paling berbahaya dari diare.
  • Penyebab Umum: Diare umumnya diakibatkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit. Infeksi ini seringkali berasal dari makanan atau air yang terkontaminasi.

Gejala Umum yang Menyertai Diare

Selain perubahan konsistensi dan frekuensi buang air besar, diare seringkali disertai dengan gejala lain. Gejala-gejala ini dapat bervariasi intensitasnya tergantung pada penyebab dan keparahan diare. Mengenali gejala penyerta membantu dalam identifikasi dini dan penanganan.

  • Muntah: Sering terjadi, terutama pada kasus diare yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.
  • Nyeri perut: Rasa kram atau sakit di area perut adalah keluhan umum yang dirasakan penderita diare.
  • Demam: Beberapa jenis infeksi penyebab diare dapat menimbulkan demam sebagai respons tubuh terhadap infeksi.
  • Lemah dan lesu: Kehilangan cairan dan elektrolit dapat menyebabkan tubuh terasa lemas dan kurang bertenaga.
  • Nafsu makan berkurang: Umum terjadi karena rasa tidak nyaman di perut dan kondisi tubuh yang tidak fit.

Penyebab Umum Diare Akut

Diare akut, yang berlangsung beberapa hari, paling sering disebabkan oleh infeksi. Organisme penyebab infeksi ini masuk ke dalam tubuh melalui jalur oral, yaitu melalui mulut, dari makanan atau minuman yang terkontaminasi. Mengetahui penyebabnya dapat membantu dalam pencegahan.

  • Infeksi Virus: Rotavirus dan norovirus adalah penyebab paling umum diare akut, terutama pada anak-anak.
  • Infeksi Bakteri: Bakteri seperti E. coli, Salmonella, dan Campylobacter dapat menyebabkan diare melalui makanan atau air yang tidak bersih.
  • Infeksi Parasit: Parasit seperti Giardia lamblia dan Entamoeba histolytica juga dapat memicu diare, meskipun lebih jarang.

Selain infeksi, diare juga dapat disebabkan oleh faktor lain seperti intoleransi makanan, efek samping obat-obatan tertentu, atau kondisi medis lainnya. Namun, kasus diare akut dominan disebabkan oleh infeksi.

Pentingnya Penanganan Diare dan Pencegahan Dehidrasi

Salah satu ancaman terbesar dari diare adalah dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dan elektrolit daripada yang masuk. Gejala dehidrasi dapat meliputi mulut kering, rasa haus berlebihan, jarang buang air kecil, mata cekung, hingga penurunan kesadaran pada kasus berat. Penanganan diare berfokus pada rehidrasi untuk mengganti cairan yang hilang.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis untuk Diare?

Meskipun sebagian besar kasus diare dapat sembuh sendiri dengan perawatan di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera. Penting untuk segera mencari pertolongan profesional jika terjadi:

  • Tanda-tanda dehidrasi berat, seperti lemas ekstrem, pingsan, atau tidak buang air kecil sama sekali.
  • Diare disertai demam tinggi di atas 39°C.
  • Tinja berdarah atau berwarna hitam pekat.
  • Nyeri perut hebat yang tidak kunjung membaik.
  • Diare berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa, atau 24 jam pada anak-anak dan bayi.

Kesimpulan: Memahami dan Menangani Diare Secara Tepat

Pengertian diare menurut WHO memberikan dasar yang jelas untuk mengenali kondisi ini. Dengan memahami definisi, gejala, dan penyebabnya, masyarakat dapat lebih sigap dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal. Prioritas utama dalam penanganan diare adalah mencegah dan mengatasi dehidrasi. Jika gejala berlanjut atau memburuk, jangan ragu untuk mencari konsultasi medis.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai diare, penyebab, pengobatan, atau membutuhkan konsultasi dengan dokter profesional, kunjungi Halodoc. Mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk menjaga kesehatan pencernaan.