ASI Perah Basi karena Listrik Mati, Kenali 4 Tandanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ASI Perah Basi Karena Listrik Mati, Kenali 4 Tandanya

Halodoc, Jakarta - Padamnya listrik hingga belasan jam di kawasan Jabodetabek pada Minggu,(4/8) menimbulkan beberapa drama. Ada yang mengungsi ke hotel demi kenyamanan buah hatinya, ada yang pergi ke mal dan SPBU untuk mandi atau membersihkan diri, hingga ada pula yang rela membuang sebaskom ASI perah (ASIP) karena kualitasnya yang sudah berkurang.

Di kalangan ibu muda, ASIP memang bukan hal yang baru. ASI perah ini bisa dikonsumsi bila sewaktu-waktu ASI tak keluar, atau menyiapkan stok ASI untuk bayi ketika ibu bekerja. 

Pertanyaannya, apa jadinya bila sewaktu-waktu kejadian di atas kembali terulang? Kira-kira apa saja tanda bila ASIP sudah tak layak di konsumsi alias basi? 

Baca juga: Jangan Panik, Ini 4 Cara Selamatkan ASIP saat Mati Listrik

1. Lemak Tak Menyatu

Ketika di simpan di lemari pendingin, ASIP akan tampak terpecah jadi dua bagian, atas dan bawah. Pada bagian atas banyak mengandung lemak dan terlihat lebih kental. Sedangkan pada bagian bawah, relatif lebih encer

Lalu, apa tandanya bila ASIP sudah tak layak dikonsumsi alias basi? ASI perah yang masih layak dikonsumsi bayi, kedua bagian di atas akan menyatu ketika ASIP dicairkan dan dihangatkan. 

Akan tetapi, bila kedua bagian tersebut tetap terpisah dan membentuk gumpalan saat dicairkan dan dihangatkan, tandanya asi sudah tidak layak dikonsumsi. Gumpalan ini biasanya tak bisa dilarutkan meski sudah diaduk menggunakan sendok.

2. Rasanya Cenderung Berubah

Ketika kualitas ASIP mulai menurun atau boleh dibilang sudah basi, biasanya ASIP akan mengalami perubahan rasa. Oleh sebab itu, cobalah rasa ASIP sebelum memberikannya pada Si Kecil. Andaikan ASIP yang disimpan terasa asam, maka jangan diberikan kepada mereka. 

3. Aromanya Berubah

Tanda ASIP basi juga bisa dikenali dari aromanya. ASIP yang sudah biasanya akan mengeluarkan aroma yang berbeda, seperti tengik atau asam. Lain ceritanya dengan ASI yang masih segar, aromanya lebih manis. Meski begitu, setiap ibu pada dasarnya menghasilkan ASI dengan aroma yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu.

Baca juga: 5 Kiat Mudah Agar Tetap Bisa Memberikan ASI Saat Bekerja

4. Melebihi Batas Waktunya

Selain bentuk fisiknya, ibu juga perlu memperhatikan batas waktu penyimpanan ASI. Menurut ahli di Centers for Disease Control and Prevention,  ketika berada di suhu ruangan, ASIP hanya bertahan selama 4 jam. Bagaimana bila disimpan dalam lemari pendingin?

ASIP segar bisa bertahan selama tiga hari bila disimpan dalam kulkas biasa. Sedangkan ASIP yang sudah dicairkan dari beku, hanya bertahan 24 jam. Namun, bila ibu menyimpan ASIP di dalam freezer, durasinya lebih lama lagi. Kira-kira ASIP bisa bertahan selama 3–6 bulan. Namun, kondisi ini juga bergantung pada freezer yang digunakan (bercampur dengan bahan lain atau tidak). 

Pada dasarnya, ASIP yang sudah lewat waktu masa penyimpanan tak selalu terindikasi basi Namun, kemungkinan kandungan nilai gizinya berkurang, sehingga manfaat yang didapatkan Si Kecil tak lagi optimal. 

Awasi Dampak dan Tandanya

Ingat, kualitas ASIP yang baik amat penting untuk kesehatan anak. Oleh sebab itu, jagalah kualitas ASIP agar kandungan nutrisi tak berkurang. Lantas, apa jadinya bila anak sudah terlanjur mengonsumsi ASIP basi? Kira-kira gejala apa yang akan muncul pada tubuhnya?

Ketika ASIP sudah basi, ASIP akan terkontaminasi oleh kuman, seperti bakteri, parasit, atau virus. Nah, ketiga hal inilah yang bisa menyebabkan masalah, bahkan bisa menyebabkan anak keracunan. 

Bagaimana dengan gejalanya? Dalam kebanyakan kasus, anak yang keracunan ASIP basi akan mengalami kelainan pada sistem pencernaan. Gejala yang muncul bisa berupa muntah, diare, demam, rewel, terus menangis, dan sebagainya. 

Bila Si Kecil mengalami gejala di atas, segeralah beri mereka ASIP sebanyak mungkin. Namun, bila gejalanya tak kunjung membaik, segeralah temui dokter untuk penanganan lebih lanjut. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi: 

The Journal of Perinatology-Neonatology (2019). Neonatal Intensive Care. Breast Pumping Hygiene
CDC.gov. (2019). Proper Handling and Storage of Human Milk | Breastfeeding