Ad Placeholder Image

Asidosis Metabolik ICD 10: Kode dan Fakta Penting

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   01 April 2026

Asidosis Metabolik ICD 10: Kenali Kode E87.2

Asidosis Metabolik ICD 10: Kode dan Fakta PentingAsidosis Metabolik ICD 10: Kode dan Fakta Penting

Asidosis metabolik adalah kondisi serius yang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam atau ginjal tidak dapat mengeluarkan cukup asam, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan pH darah. Pemahaman mengenai kondisi ini sangat penting, tidak hanya untuk penanganan medis tetapi juga untuk sistem klasifikasi internasional penyakit. Salah satu sistem klasifikasi yang digunakan secara global adalah International Classification of Diseases, Tenth Revision (ICD-10). Artikel ini akan membahas secara mendalam asidosis metabolik, termasuk gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, serta relevansi kode **asidosis metabolik icd 10** dalam praktik klinis.

Definisi Asidosis Metabolik

Asidosis metabolik adalah gangguan keseimbangan asam-basa dalam tubuh yang ditandai dengan penurunan kadar pH darah di bawah normal (< 7.35) dan penurunan kadar bikarbonat serum. Bikarbonat merupakan basa penting yang membantu menetralkan asam dalam darah. Ketika kadar bikarbonat terlalu rendah, tubuh kesulitan mempertahankan pH darah yang seimbang. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi berbagai organ dan sistem vital dalam tubuh jika tidak segera ditangani.

Kode ICD-10 untuk Asidosis Metabolik

International Classification of Diseases (ICD) adalah sistem standar yang digunakan untuk mengklasifikasikan penyakit dan masalah kesehatan lainnya. Untuk asidosis metabolik, kode ICD-10 utama yang digunakan adalah E87.2, yang mencakup berbagai jenis asidosis. Namun, ada kode spesifik yang memberikan rincian lebih lanjut tergantung pada sifat dan onset kondisi.

Berikut adalah detail kode **asidosis metabolik icd 10** yang relevan:

  • E87.21: Asidosis metabolik akut (Acute metabolic acidosis). Kondisi ini sering ditandai dengan pH darah di bawah 7.35 dan peningkatan kadar laktat atau *anion gap* (AGAP).
  • E87.22: Asidosis metabolik kronis (Chronic metabolic acidosis). Umumnya ditandai dengan kadar bikarbonat yang rendah secara persisten dalam jangka waktu lama.
  • E87.20: Asidosis metabolik, tidak ditentukan (Metabolic acidosis, unspecified). Kode ini digunakan ketika rincian lebih lanjut mengenai akut atau kronis tidak tersedia atau belum dapat ditentukan.
  • P74.0: Asidosis metabolik lambat pada bayi baru lahir (Late metabolic acidosis of newborn). Kode ini khusus untuk kondisi asidosis metabolik yang terjadi pada bayi baru lahir.

Dokumentasi medis yang akurat, termasuk hasil laboratorium seperti pH darah, kadar bikarbonat, dan laktat, sangat penting untuk menentukan kode ICD-10 yang paling tepat. Hal ini membantu dalam pelaporan medis, statistik kesehatan, dan penagihan asuransi.

Gejala Asidosis Metabolik

Gejala asidosis metabolik dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan penyebab yang mendasarinya. Pada kasus ringan, gejala mungkin tidak spesifik atau bahkan tidak disadari. Namun, pada kasus yang parah, gejala dapat meliputi:

  • Napas cepat dan dalam (pernapasan Kussmaul), sebagai upaya tubuh untuk mengeluarkan lebih banyak karbon dioksida.
  • Mual, muntah, dan nafsu makan berkurang.
  • Kelelahan, kelemahan, dan malaise umum.
  • Kebingungan, disorientasi, hingga penurunan kesadaran pada kasus yang sangat parah.
  • Sakit kepala dan detak jantung tidak teratur.

Penyebab Umum Asidosis Metabolik

Asidosis metabolik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis yang menyebabkan penumpukan asam atau kehilangan bikarbonat. Beberapa penyebab paling umum meliputi:

  • Ketoasidosis Diabetik (KAD): Komplikasi serius diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol, di mana tubuh memecah lemak menjadi keton (asam) karena kekurangan insulin.
  • Gagal Ginjal Akut atau Kronis: Ginjal tidak mampu menyaring dan mengeluarkan asam dari tubuh secara efektif.
  • Asidosis Laktat: Penumpukan asam laktat dalam darah, sering terjadi pada kondisi seperti sepsis, syok, gagal jantung, atau olahraga intens yang berlebihan.
  • Intoksikasi Obat atau Toksin: Keracunan metanol, etilen glikol, atau aspirin dapat menyebabkan produksi asam yang berlebihan.
  • Diare Parah: Kehilangan bikarbonat dalam jumlah besar melalui saluran pencernaan.
  • Asidosis Tubulus Ginjal: Gangguan pada ginjal yang membuat tubuh kesulitan mengeluarkan asam melalui urine.

Diagnosis Asidosis Metabolik

Diagnosis asidosis metabolik ditegakkan berdasarkan evaluasi klinis dan serangkaian tes laboratorium. Tes utama yang dilakukan meliputi:

  • Analisis Gas Darah (AGD): Mengukur pH, kadar bikarbonat (HCO3-), dan tekanan parsial karbon dioksida (PCO2) dalam darah, memberikan gambaran langsung status asam-basa.
  • Elektrolit Serum: Mengukur kadar natrium, kalium, klorida, dan bikarbonat untuk menghitung *anion gap* (AGAP). Peningkatan AGAP dapat mengindikasikan jenis asidosis tertentu.
  • Kadar Laktat: Tes ini membantu mengidentifikasi asidosis laktat sebagai penyebab.
  • Fungsi Ginjal: Tes kreatinin dan urea darah untuk mengevaluasi kesehatan ginjal.

Data dari tes-tes ini sangat penting untuk klasifikasi yang akurat dalam sistem **asidosis metabolik icd 10**, terutama dalam membedakan antara kondisi akut dan kronis.

Pengobatan Asidosis Metabolik

Tujuan utama pengobatan asidosis metabolik adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya dan mengembalikan keseimbangan pH darah. Pendekatan pengobatan akan sangat bervariasi tergantung pada etiologi dan tingkat keparahan kondisi:

  • Mengatasi Penyakit Penyebab: Misalnya, kontrol gula darah yang ketat pada ketoasidosis diabetik, pengobatan infeksi pada sepsis, atau dialisis pada gagal ginjal.
  • Pemberian Bikarbonat: Pada kasus asidosis metabolik yang parah, infus natrium bikarbonat dapat diberikan untuk meningkatkan kadar bikarbonat darah dan menetralkan asam.
  • Terapi Cairan Intravena: Untuk mengoreksi dehidrasi dan mendukung fungsi ginjal.
  • Intervensi Khusus: Tergantung pada penyebabnya, mungkin diperlukan antidot untuk keracunan atau terapi lain yang spesifik.

Pencegahan Asidosis Metabolik

Pencegahan asidosis metabolik berpusat pada pengelolaan efektif kondisi medis yang dapat menyebabkannya. Ini termasuk:

  • Mengelola diabetes dengan baik melalui diet, olahraga, dan obat-obatan.
  • Mempertahankan hidrasi yang cukup untuk mendukung fungsi ginjal.
  • Menghindari penggunaan alkohol berlebihan atau zat berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan.
  • Mencari perawatan medis segera untuk penyakit yang menyebabkan dehidrasi parah atau infeksi serius.
  • Memantau fungsi ginjal secara teratur pada individu dengan penyakit ginjal kronis.

Pertanyaan Umum tentang Asidosis Metabolik

Apa itu *anion gap* (AGAP)?
*Anion gap* (AGAP) adalah perhitungan yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi penyebab asidosis metabolik. Ini mengukur perbedaan antara ion bermuatan positif (kation) dan ion bermuatan negatif (anion) yang terukur dalam darah. Peningkatan AGAP menunjukkan adanya asam yang tidak terukur dalam jumlah besar, seperti asam laktat atau keton.
Apakah asidosis metabolik berbahaya?
Ya, asidosis metabolik adalah kondisi medis yang serius dan berpotensi mengancam jiwa jika tidak didiagnosis dan diobati dengan cepat. Ketidakseimbangan pH darah dapat mengganggu fungsi sel dan organ vital, menyebabkan komplikasi serius seperti gagal organ, syok, koma, bahkan kematian.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari asidosis metabolik?
Waktu pemulihan sangat bervariasi tergantung pada penyebab asidosis, tingkat keparahan, dan respons individu terhadap pengobatan. Asidosis akut yang disebabkan oleh kondisi sementara mungkin pulih dalam beberapa hari setelah penyebabnya diatasi. Namun, asidosis kronis atau yang disebabkan oleh penyakit serius mungkin memerlukan penanganan jangka panjang.

Asidosis metabolik adalah kondisi kompleks yang memerlukan pemahaman mendalam untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Penggunaan kode **asidosis metabolik icd 10** yang akurat sangat krusial dalam sistem kesehatan global. Jika mengalami gejala yang mengarah pada asidosis metabolik atau memiliki kondisi medis yang berisiko, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Jangan tunda untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menghubungi dokter spesialis untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan penanganan yang komprehensif.