Ad Placeholder Image

Atasi Bayi Sering Kembung: Pahami Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Atasi Bayi Sering Kembung: Tips Jitu Bikin Nyaman

Atasi Bayi Sering Kembung: Pahami Penyebab dan SolusinyaAtasi Bayi Sering Kembung: Pahami Penyebab dan Solusinya

Mengatasi Bayi Sering Kembung: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Kembung adalah keluhan umum yang sering dialami bayi, menyebabkan ketidaknyamanan dan tangisan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sistem pencernaan bayi yang belum matang sempurna, menelan udara saat menyusu atau menangis, hingga sensitivitas terhadap jenis makanan tertentu. Memahami gejala dan cara mengatasinya sangat penting bagi orang tua untuk memberikan kenyamanan bagi sang buah hati.

Artikel ini akan membahas secara rinci penyebab bayi sering kembung, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah praktis untuk mengatasinya. Informasi yang disajikan bertujuan untuk membantu orang tua memahami dan merespons kondisi kembung pada bayi dengan tepat.

Apa Itu Kembung pada Bayi?

Kembung pada bayi terjadi ketika terdapat penumpukan gas berlebih di dalam saluran pencernaan. Gas ini dapat menyebabkan perut bayi terasa penuh, keras, dan memicu rasa tidak nyaman. Meskipun seringkali normal dan tidak berbahaya, kembung dapat membuat bayi rewel dan sulit tidur.

Kondisi ini umumnya dialami bayi karena sistem pencernaan mereka yang masih dalam tahap perkembangan. Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan bayi akan semakin matang dan kejadian kembung cenderung berkurang.

Gejala Bayi Kembung yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala kembung pada bayi sangat penting agar penanganan bisa diberikan sesegera mungkin. Bayi belum bisa mengungkapkan rasa sakitnya dengan kata-kata, sehingga orang tua perlu jeli mengamati tanda-tanda yang ditunjukkan.

  • Rewel atau menangis terus-menerus tanpa alasan jelas.
  • Perut terasa keras atau tegang saat disentuh.
  • Mengangkat kaki ke arah dada secara berulang.
  • Sering bersendawa atau buang gas (kentut).
  • Kesulitan tidur atau gelisah karena ketidaknyamanan.
  • Wajah memerah dan mengejan saat mencoba buang gas.

Penyebab Bayi Sering Kembung

Beberapa faktor utama dapat menjadi penyebab bayi sering kembung. Memahami penyebabnya membantu orang tua mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat.

Sistem Pencernaan Belum Matang

Saluran pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan, sehingga belum dapat memproses makanan seefisien orang dewasa. Bakteri baik di usus bayi juga belum sepenuhnya berkembang, yang dapat menyebabkan fermentasi dan produksi gas berlebih.

Enzim pencernaan yang dibutuhkan untuk memecah laktosa atau protein tertentu juga belum optimal. Kondisi ini membuat bayi lebih rentan mengalami penumpukan gas setelah menyusu atau mengonsumsi MPASI.

Menelan Udara Berlebih

Bayi dapat menelan udara berlebih selama berbagai aktivitas. Saat menangis histeris, bayi cenderung menelan banyak udara yang kemudian terperangkap di perut.

Posisi menyusu yang tidak tepat juga dapat menjadi pemicu. Jika perlekatan pada puting payudara atau dot botol kurang baik, bayi akan menelan lebih banyak udara. Pemilihan botol susu dengan aliran yang terlalu cepat atau lambat juga bisa berkontribusi pada kondisi ini.

Sensitivitas Terhadap Makanan

Pada bayi yang menyusu ASI, beberapa makanan yang dikonsumsi ibu dapat memicu gas pada bayi. Contohnya meliputi brokoli, kubis, kembang kol, bawang, atau produk susu yang dikonsumsi ibu.

Untuk bayi yang sudah mengonsumsi MPASI, jenis makanan tertentu juga bisa menyebabkan kembung. Makanan tinggi serat yang belum dicerna sempurna atau beberapa buah-buahan dan sayuran tertentu dapat menghasilkan gas di perut bayi.

Cara Mengatasi Bayi Kembung Secara Mandiri

Ada beberapa langkah yang bisa orang tua lakukan di rumah untuk membantu meredakan kembung pada bayi. Penanganan yang tepat dapat memberikan kenyamanan dan mengurangi rasa sakit.

  • Bantu Bayi Sendawa. Setelah setiap sesi menyusu, baringkan bayi tegak di bahu dan tepuk punggungnya secara perlahan. Ini membantu mengeluarkan udara yang tertelan.
  • Pijat Perut Lembut. Lakukan pijatan lembut di perut bayi searah jarum jam menggunakan ujung jari. Gerakan “ILU” (membentuk huruf I, L, U di perut bayi) juga dapat membantu mengeluarkan gas.
  • Perhatikan Posisi Menyusu. Pastikan perlekatan bayi pada payudara sempurna saat menyusu ASI. Jika menggunakan botol, pastikan posisi botol tidak terlalu mendatar agar udara tidak banyak tertelan.
  • Hindari Makanan Pemicu Gas. Jika menyusu ASI, ibu dapat mencoba menghindari makanan yang dicurigai memicu gas. Untuk bayi MPASI, identifikasi dan hindari makanan tertentu yang menyebabkan kembung.
  • Lakukan Tummy Time. Aktivitas tengkurap singkat ini membantu memperkuat otot perut bayi. Ini juga dapat mendorong gas keluar dari saluran pencernaan.
  • Gerakan Kaki “Mengayuh Sepeda”. Baringkan bayi telentang dan gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda. Gerakan ini dapat membantu gas bergerak melalui usus.

Kapan Harus ke Dokter untuk Bayi Kembung?

Meskipun kembung pada bayi seringkali dapat diatasi di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Orang tua perlu waspada jika gejala kembung disertai dengan tanda-tanda lain.

  • Bayi mengalami demam tinggi.
  • Muntah berulang atau muntah proyektil.
  • Diare parah atau sembelit yang berkepanjangan.
  • Menolak menyusu atau makan sama sekali.
  • Perut terasa sangat keras, buncit, dan tidak berkurang setelah mencoba cara mandiri.
  • Bayi terlihat sangat kesakitan, lesu, atau kurang responsif.
  • Berat badan bayi tidak bertambah atau justru menurun.

Jika bayi menunjukkan salah satu gejala di atas, segera konsultasikan dengan dokter. Kondisi ini mungkin mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis.

Memahami penyebab dan cara mengatasi bayi kembung adalah langkah penting bagi setiap orang tua. Meskipun sebagian besar kasus kembung adalah normal, tidak ada salahnya untuk selalu waspada terhadap perubahan kondisi bayi. Jika terdapat kekhawatiran atau gejala kembung memburuk, segera konsultasi dengan dokter anak.

Dapatkan informasi lebih lanjut atau konsultasikan kondisi kesehatan bayi dengan dokter anak terpercaya melalui aplikasi Halodoc. Dokter profesional siap memberikan saran dan penanganan yang sesuai.