Ad Placeholder Image

Atasi Memar Akibat Benturan dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   28 April 2026

Cara Mengobati Memar Akibat Benturan, Mudah dan Ampuh

Atasi Memar Akibat Benturan dengan Cara Mudah IniAtasi Memar Akibat Benturan dengan Cara Mudah Ini

Cara Mengobati Memar Akibat Benturan: Panduan Lengkap dan Efektif

Memar akibat benturan adalah kondisi umum yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah akibat trauma fisik, menyebabkan darah bocor ke jaringan sekitarnya dan membentuk bercak kebiruan atau kehitaman. Meskipun seringkali tidak berbahaya, mengetahui cara mengobati memar akibat benturan dengan tepat sangat penting untuk mempercepat penyembuhan dan meredakan ketidaknyamanan.

Apa Itu Memar Akibat Benturan?

Memar, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai hematoma, adalah perubahan warna kulit yang terjadi setelah cedera. Benturan atau hantaman pada tubuh dapat merusak kapiler, yaitu pembuluh darah kecil, sehingga darah merembes keluar dan terperangkap di bawah kulit.

Darah yang terperangkap inilah yang menyebabkan munculnya warna biru, ungu, atau hitam pada kulit. Seiring waktu, tubuh akan menyerap darah tersebut, dan warna memar akan berubah menjadi hijau, kuning, hingga akhirnya hilang.

Cara Mengobati Memar Akibat Benturan: Pertolongan Pertama (48 Jam Awal)

Penanganan awal memar sangat krusial dalam 48 jam pertama setelah benturan. Pendekatan terbaik adalah dengan metode RICE, singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Elevation.

  • Istirahat (Rest)
  • Segera istirahatkan area tubuh yang memar. Hindari aktivitas yang dapat memperparah kondisi atau menyebabkan benturan lebih lanjut. Mengistirahatkan bagian yang cedera membantu mencegah perdarahan lebih lanjut dan mempercepat proses penyembuhan alami tubuh.
  • Kompres Dingin (Ice)
  • Tempelkan kompres dingin atau es yang dibungkus kain pada area memar selama 15-20 menit setiap 2-3 jam. Kompres dingin membantu menyempitkan pembuluh darah, mengurangi aliran darah ke area tersebut, dan meminimalkan pembengkakan serta nyeri. Jangan menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan radang dingin.
  • Balut Tekan Ringan (Compression)
  • Balut area yang memar dengan perban elastis secara ringan. Pembalutan ini bertujuan untuk memberikan sedikit tekanan yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan mencegah penumpukan darah. Pastikan balutan tidak terlalu kencang untuk menghindari terhambatnya sirkulasi darah.
  • Posisikan Lebih Tinggi (Elevation)
  • Angkat bagian tubuh yang memar lebih tinggi dari posisi jantung jika memungkinkan. Misalnya, jika memar ada di kaki, sanggalah kaki dengan bantal saat berbaring. Posisi elevasi ini memanfaatkan gravitasi untuk mengurangi aliran darah ke area cedera, sehingga membantu mengurangi pembengkakan.

Lanjutan Perawatan Memar Setelah 48 Jam

Setelah 48 jam pertama, pendekatan penanganan memar dapat sedikit berubah untuk mendukung proses pemulihan dan penyerapan darah yang terperangkap.

  • Kompres Hangat
  • Ganti kompres dingin dengan kompres hangat. Kompres hangat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah di area memar. Peningkatan aliran darah ini membantu tubuh lebih cepat menyerap darah yang terperangkap dan mempercepat proses perubahan warna memar.
  • Istirahat Cukup
  • Tetap pastikan area memar mendapatkan istirahat yang cukup. Meskipun sudah melewati fase akut, aktivitas berlebihan masih dapat memperlambat penyembuhan.
  • Salep atau Krim Topikal
  • Beberapa salep atau krim yang mengandung ekstrak arnica atau vitamin K dapat membantu mempercepat penyembuhan memar. Arnica dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu mengurangi pembengkakan serta nyeri. Vitamin K topikal juga dipercaya dapat membantu penyerapan darah. Penting untuk diingat, hindari penggunaan salep atau krim ini pada kulit yang luka terbuka.
  • Asupan Nutrisi
  • Konsumsi makanan yang kaya vitamin C dan vitamin K. Vitamin C berperan penting dalam pembentukan kolagen, yang esensial untuk perbaikan jaringan kulit dan pembuluh darah. Vitamin K memiliki peran vital dalam proses pembekuan darah, yang dapat membantu mempercepat penyerapan memar. Sumber vitamin C antara lain jeruk, kiwi, paprika, dan brokoli. Sementara itu, sumber vitamin K banyak ditemukan pada sayuran hijau seperti bayam dan kangkung.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Sebagian besar memar akibat benturan dapat ditangani di rumah. Namun, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera:

  • Memar yang sangat besar atau sangat menyakitkan.
  • Terjadi pembengkakan signifikan pada area memar.
  • Memar tidak membaik atau bahkan memburuk setelah beberapa hari.
  • Memar muncul tanpa sebab yang jelas atau sering terjadi.
  • Mengalami memar di kepala dan disertai gejala seperti pusing, mual, muntah, atau perubahan kesadaran.
  • Ada tanda-tanda infeksi seperti demam, nanah, atau kemerahan yang meluas.

Pencegahan Memar Akibat Benturan

Meskipun tidak semua benturan dapat dihindari, beberapa langkah dapat mengurangi risiko memar:

  • Berhati-hati saat bergerak, terutama di area yang ramai atau gelap.
  • Gunakan perlengkapan pelindung saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berisiko.
  • Jaga kebersihan dan kerapian rumah untuk menghindari tersandung atau terbentur benda.
  • Pastikan pencahayaan cukup di semua area.

Penanganan memar yang tepat dapat membantu proses pemulihan lebih cepat. Jika memar terasa sangat nyeri, besar, atau tidak menunjukkan perbaikan, segera konsultasikan dengan dokter atau profesional kesehatan melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat.