Ad Placeholder Image

Aterom: Benjolan Jinak di Kulit? Ini yang Wajib Tahu

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Aterom: Benjolan di Kulit? Pahami Penyebab dan Ciri

Aterom: Benjolan Jinak di Kulit? Ini yang Wajib TahuAterom: Benjolan Jinak di Kulit? Ini yang Wajib Tahu

Aterom adalah istilah medis yang sering menimbulkan kebingungan karena merujuk pada dua kondisi berbeda. Secara umum, istilah aterom lebih sering dimaksudkan sebagai kista ateroma atau kista sebasea, yaitu benjolan jinak di bawah kulit. Namun, aterom juga dapat merujuk pada plak aterosklerotik, penumpukan lemak di dalam arteri yang berkaitan dengan penyakit jantung dan stroke. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai kista ateroma yang umum terjadi pada kulit.

Kista ateroma merupakan kondisi umum yang tidak berbahaya. Kista ini terbentuk akibat sumbatan pada kelenjar minyak kulit. Meskipun jinak, kista ateroma bisa meradang atau terinfeksi. Pemahaman yang tepat mengenai kondisi ini penting untuk penanganan yang sesuai.

Apa Itu Kista Ateroma?

Kista ateroma, atau dikenal juga sebagai kista sebasea, adalah benjolan non-kanker yang berkembang di bawah kulit. Kista ini terbentuk ketika saluran kelenjar sebasea (kelenjar minyak) tersumbat. Sumbatan tersebut menyebabkan penumpukan sebum, yaitu zat berminyak yang diproduksi kelenjar, dan sel kulit mati atau keratin.

Benjolan ini biasanya memiliki konsistensi lunak atau kenyal dan dapat digerakkan. Kista ateroma umumnya tumbuh lambat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Kondisi ini bisa muncul di area tubuh mana pun yang memiliki kelenjar minyak, seperti wajah, leher, punggung, dada, atau kulit kepala.

Perbedaan Aterom: Kista Kulit dan Plak Arteri

Penting untuk membedakan dua makna istilah aterom yang berbeda. Kista ateroma adalah benjolan jinak di bawah kulit yang berisi sebum dan keratin. Ini adalah kondisi dermatologis yang relatif tidak berbahaya dan biasanya tidak terkait dengan masalah kesehatan serius lainnya.

Di sisi lain, ateroma juga bisa mengacu pada plak aterosklerotik, yaitu penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain di dinding arteri. Plak ini dapat mengeras dan menyempitkan arteri, menghambat aliran darah, serta berpotensi menyebabkan penyakit jantung koroner atau stroke. Kedua kondisi ini memiliki etiologi dan implikasi kesehatan yang sangat berbeda.

Penyebab Kista Ateroma

Penyebab utama kista ateroma adalah sumbatan pada muara kelenjar minyak di kulit. Kelenjar sebasea bertanggung jawab memproduksi sebum, zat yang melumasi kulit dan rambut. Ketika muara kelenjar ini tersumbat, sebum dan keratin tidak dapat keluar dan mulai menumpuk di bawah kulit, membentuk kista.

Sumbatan dapat terjadi akibat beberapa faktor, termasuk trauma kecil pada kulit, iritasi, atau kerusakan folikel rambut. Terkadang, kondisi genetik tertentu juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan kista ini. Namun, kista ateroma umumnya bukan disebabkan oleh kebersihan yang buruk.

Gejala dan Ciri Kista Ateroma

Kista ateroma memiliki beberapa ciri khas yang memudahkannya dikenali. Benjolan ini biasanya berbentuk bulat, halus, dan dapat digerakkan di bawah permukaan kulit. Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.

Meskipun seringkali tidak nyeri, kista ini bisa menjadi meradang atau terinfeksi. Tanda-tanda peradangan atau infeksi meliputi kemerahan, bengkak, nyeri tekan, dan kadang terasa hangat saat disentuh. Pada beberapa kista, mungkin terlihat titik hitam kecil di bagian tengah benjolan, yang merupakan saluran kelenjar yang tersumbat.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis untuk Kista Ateroma?

Meskipun kista ateroma umumnya jinak, ada beberapa situasi yang memerlukan pemeriksaan dokter. Jika kista menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nyeri, atau keluarnya nanah, konsultasi medis menjadi penting. Infeksi yang tidak diobati dapat menyebar atau menyebabkan komplikasi.

Pemeriksaan juga diperlukan jika kista tumbuh dengan cepat, terasa sangat keras, atau mengganggu secara kosmetik. Dokter dapat membantu memastikan diagnosis, menyingkirkan kondisi lain yang mungkin serupa, dan merekomendasikan penanganan yang tepat.

Diagnosis Kista Ateroma

Diagnosis kista ateroma biasanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan memeriksa benjolan secara visual dan dengan merabanya (palpasi). Karakteristik kista seperti lokasi, ukuran, konsistensi, dan ada tidaknya tanda peradangan akan dinilai.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti USG untuk mengonfirmasi diagnosis. USG dapat membantu membedakan kista ateroma dari benjolan lain di bawah kulit. Biopsi jaringan jarang diperlukan kecuali ada kecurigaan kondisi lain yang lebih serius.

Penanganan Kista Ateroma

Penanganan kista ateroma tergantung pada ukuran, lokasi, dan ada tidaknya gejala. Jika kista kecil dan tidak menimbulkan masalah, dokter mungkin merekomendasikan observasi. Ini berarti tidak ada tindakan medis yang diambil, dan kista hanya dipantau perkembangannya.

Namun, jika kista meradang, terinfeksi, atau mengganggu, tindakan medis diperlukan. Penanganan utama untuk kista ateroma adalah eksisi, yaitu pengangkatan bedah kecil. Prosedur ini biasanya dilakukan di bawah anestesi lokal dan melibatkan pengangkatan seluruh kista beserta kantungnya untuk mencegah kekambuhan. Jika kista terinfeksi, dokter mungkin akan mengeringkan nanahnya terlebih dahulu sebelum melakukan eksisi setelah peradangan mereda.

Pencegahan Kista Ateroma

Tidak ada metode pencegahan spesifik yang terbukti efektif untuk kista ateroma karena seringkali penyebabnya adalah sumbatan alami pada kelenjar. Namun, menjaga kebersihan kulit yang baik dapat membantu mengurangi risiko sumbatan kelenjar minyak.

Hindari memencet atau menggaruk benjolan di kulit secara sembarangan. Tindakan ini dapat memperburuk kondisi kista, memicu peradangan, atau menyebabkan infeksi. Jika ada kekhawatiran mengenai benjolan pada kulit, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan.

Kista ateroma adalah kondisi kulit jinak yang umum terjadi. Meskipun umumnya tidak berbahaya, penting untuk membedakannya dari plak aterosklerotik yang jauh lebih serius. Jika mengalami benjolan di bawah kulit yang mencurigakan, bertambah besar, nyeri, atau menunjukkan tanda-tanda infeksi, segera berkonsultasi dengan dokter.

Untuk diagnosis dan penanganan yang tepat, Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau spesialis kulit yang berpengalaman. Mendapatkan saran medis profesional sangat penting untuk memastikan kesehatan kulit dan tubuh secara menyeluruh.