15 August 2018

Atlet, Waspada Radang Tendon yang Mengincar di Asian Games

radang tendon, asian games

Halodoc, Jakarta - Radang tendon menjadi cedera yang sering sekali dialami oleh para atlet. Tentunya, cedera ini membuat atlet tak bisa berlaga secara maksimal, terlebih ajang Asian Games akan berlangsung hanya tinggal menghitung hari. Nah, kamu perlu tahu semua informasi mengenai cedera otot ini agar bisa menghindarinya ketika berolahraga.

Tendon adalah suatu jaringan tebal yang berperan untuk melekatkan tulang pada otot. Semua aktivitas yang kamu lakukan pasti melibatkan tendon. Pasalnya, gerakan-gerakan berulang tadi bisa memicu terjadinya robekan tendon, meski sangat kecil. Pun tekanan berlebihan dan kontinyu pada bagian ini juga bisa menyebabkan iritasi yang pada akhirnya mengakibatkan peradangan.

Radang Tendon (Tendonitis atau Tendinitis)

Terjadinya peradangan pada tendon disebut dengan tendonitis atau tendinitis. Ketika terjadi peradangan, akan timbul rasa nyeri ketika kamu menggerakkan otot. Bagian tubuh yang sering kali mengalaminya adalah tumit, pergelangan kaki, lutut, siku, dan bahu. Pada umumnya, radang tendon terjadi karena adanya gerakan pada otot bagian tubuh tertentu yang berulang atau kontinyu.

Meski begitu, masih ada sebab lainnya, yaitu faktor usia. Semakin meningkat usia, radang tendon wajar terjadi karena kelenturannya yang semakin menurun. Tidak dilakukannya peregangan sebelum kamu berolahraga pun bisa memicu terjadinya masalah otot ini. Di samping itu, pengidap diabetes dan obesitas juga sangat berisiko terkena tendonitis. Belum lagi mereka yang mengonsumsi antibiotik atau menjadikan merokok sebagai kebiasaan.

Baca juga: Jangan Panik, Inilah Pertolongan Pertama pada Patah Tulang

Beberapa jenis radang tendon yang sering terjadi adalah sebagai berikut:

- Radang tendon pada siku bagian luar, yang disebabkan karena berbagai aktivitas yang melibatkan putaran di bagian pergelangan tangan, seperti saat bermain tenis atau bulu tangkis.

- Radang tendon siku bagian dalam, yang terjadi karena gerakan kontinyu pada siku bagian dalam, seperti ketika bermain bisbol atau golf.

- Radang tendon lutut, yang terjadi karena gerakan berlebihan pada bagian lutut, seperti ketika berlari jarak jauh atau bermain basket.

- Radang tendon pada bahu, yang terjadi karena aktivitas berlebihan pada bahu, seperti ketika memutar bahu saat berenang.

- Radang tendon pada pergelangan kaki, yang terjadi karena aktivitas berlebihan pada belakang pergelangan kaki (tumit), seperti ketika berlari atau melompat.

Mengobati Radang Tendon

Sebaiknya, kamu segera melakukan penangan sebelum radang tendon yang kamu alami semakin buruk. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut:

1. Istirahat Sejenak

Otot yang mengalami peradangan tentu harus diistirahatkan sejenak dari aktivitas berat. Artinya, ketika ada bagian otot tubuh kamu yang terasa nyeri, kamu perlu membatasi gerakan yang melibatkan bagian tersebut.

2. Kompres dengan Es Batu

Kamu perlu tahu, munculnya rasa nyeri akibat radang tendon adalah upaya yang dilakukan tubuh untuk memulihkan sekaligus melindungi semua jaringan yang terluka. Meski begitu, terkadang rasa nyerinya sangat mengganggu, sehingga kamu bisa meredakannya dengan mengompresnya menggunakan es batu.

Baca juga: 5 Peredangan Terbaik Sebelum Berolahraga 

3. Meregangkan Perlahan

Apabila radang tendon yang kamu alami tidak parah, kamu bisa mencoba meregangkannya perlahan, agar otot yang tegang dapat kembali rileks. Sebelum dan setelah beraktivitas, lakukan peregangan ini selama 30 detik, setiap tiga hingga lima kali dalam satu hari.

 

Kalau kamu ingin tahu cara mengatasi radang tendon lain langsung dari ahlinya, segera download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter. Apabila dokter memberi kamu resep, kamu juga bisa langsung membelinya lewat aplikasi Halodoc, lho!