Awas, Endometriosis Bisa Pengaruhi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Endometriosis Bisa Pengaruhi Kesuburan

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar endometriosis? Kalau belum tentu tak asing dengan dengan masalah kesuburan? Nah, untuk para wanita, tak ada salahnya untuk mengetahui dalam endometrio sis. Pasalnya, penyakit ini bisa memengaruhi kesuburanmu kelak.

Endometriosis merupakan kondisi saat jaringan (endometrium) yang membentuk lapisan di dalam dinding rahim, tumbuh di luar rahim. Jaringan ini bisa tumbuh saluran telur, indung telur, usus, vagina, atau rektum. 

Lantas, apa hubungannya endometriosis dengan gangguan kesuburan? 

Baca juga: Awas, Endometriosis Bisa Gangguan Kesuburan Wanita

Menghalangi Sel Telur dan Pasangannya

Dalam keadaan normal endometrium ini akan menebal ketika wanita mengalami ovulasi. Kondisi ini merupakan persiapan agar calon janin dapat menempel pada rahim jika terjadi pembuahan. Namun, andaikan tak ada pembuahan, endometrium yang sudah menebal akan luruh dan keluar dalam bentuk darah (haid). 

Nah, ketika seseorang mengidap penyakit ini, jaringan yang sudah mengalami proses penebalan itu ikut meluruh saat fase menstruasi. Masalahnya, karena letaknya di luar rahim, darah tersebut bisa mengendap dan tak dapat keluar dari dalam tubuh. Alhasil, sisa-sisa endometrium akan mengendap di sekitar organ reproduksi. 

Awas, kondisi ini lama-kelamaan bisa menimbulkan jaringan parut, iritasi, peradangan, kista, hingga gangguan kesehatan lainnya. 

Endometriosis bisa terjadi pada wanita dengan segala usia. Namun, penyakit ini umumnya lebih sering terjadi pada wanita yang berusia di antara 30–40 tahun. 

Di samping itu, endometriosis yang dibiarkan tanpa penanganan yang tepat bisa memicu komplikasi, yaitu infertilitas atau gangguan kesuburan. Endometriosis ini bisa menutupi tuba falopi, sehingga menghalangi sel telur bertemu dengan pasangannya, sperma. Bahkan, endometriosis juga bisa merusak sel telur dan sperma, meski kasusnya jarang terjadi. 

Baca juga: Anjuran Pola Makan bagi Wanita Pengidap Endometriosis

Hal yang perlu diingat, kira-kira sepertiga hingga setengah pengidap endometriosis, diketahui mengidap gangguan kesuburan. Tuh, bikin ngeri kan?

Nyeri Hebat Saat Menstruasi

Ketika seseorang mengidap endometriosis, umumnya mereka akan mengalami beragam gejala. Gejala yang paling sering muncul adalah rasa sakit yang luar biasa saat menstruasi. Enggak cuma itu, ada pula beberapa wanita yang merasakan sakit saat buang air kecil dan besar, ataupun saat berhubungan intim. 

Dalam beberapa kasus, endometriosis juga bisa menyebabkan nyeri yang menjalar dari perut bagian bawah, punggung, hingga kaki. Bahkan, beberapa wanita juga bisa mengalami gejala berupa kram yang disertai dengan mual, muntah, dan diare. 

Hal yang bikin resah lagi, gejala penyakit ini juga bisa ditandai dengan pendarahan menstruasi yang berlebihan, ataupun perdarahan pada tinja dan urine. 

Nah, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas atau gangguan menstruasi. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Selanjutnya, bagaimana dengan penyebabnya? 

Gagal Dikeluarkan dari Tubuh

Sebenarnya hingga kini penyebab endometriosis belum diketahui pasti. Akan tetapi, ada dugaan  endometriosis ini bisa terjadi karena dinding rahim yang luruh saat menstruasi gagal dikeluarkan dari tubuh, sehingga melekat pada organ dalam panggul. Meskipun begitu, teori ini enggak bisa menjelaskan endometriosis yang terjadi pada wanita yang telah melakukan pengangkatan rahim. 

Baca juga: Berpotensi Sebabkan Kemandulan, Bagaimana Endometriosis Diobati?

Nah, selain hal di atas, ada pula beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya endometriosis. Contohnya: 

  • Bekas Luka karena Bedah

Wanita yang pernah menjalani operasi seperti caesar atau histerektomi (pengangkatan rahim), mungkin saja bisa mengalami penyakit ini. Sebab, implantasi bekas operasi yang terbentuk bisa membuat sel menempel, sehingga menyebabkan endometriosis. 

  • Perubahan Sel Embrio

Perubahan sel embrio bisa menimbulkan kondisi ini. Sel embrio sendiri menghasilkan sel yang melapisi perut dan rongga panggul. Namun, bila satu atau beberapa area kecil dari lapisan perut berubah menjadi jaringan endometrium, hal inilah yang bisa menyebabkan endometrium. Kondisi ini kebanyakan dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon estrogen. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol kapan dan di mana saja dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Endometriosis. 
Healthline. Diakses pada 2019. Endometriosis