• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Cuma Depresi, Ini Dampak Keseringan Masturbasi pada Pria

Bukan Cuma Depresi, Ini Dampak Keseringan Masturbasi pada Pria

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Masturbasi boleh dibilang menjadi cara tersimpel untuk memuaskan hasrat seksual seseorang, baik pria maupun wanita. Akan tetapi, beberapa waktu ke belakang masturbasi dianggap tabu. Namun, kini aktivitas seksual solo ini sepertinya mulai dipahami sebagian orang. Alasannya, sebagai pilihan yang bersifat pribadi dan tergolong normal.

Mereka yang memilih melakukan masturbasi umumnya cenderung tertutup. Takut orang-orang di kanan-kirinya memberikan argumen miring, bahkan menghakimi.

Nah, terlepas dari hal di atas, kira-kira apa sih dampak bila seseorang pria terlalu sering melakukan masturbasi? Penasaran? Simak ulasannya di bawah ini:

Baca juga: Mitos atau Fakta, Sering Masturbasi Bisa Kena Kanker Prostat

  1. Memicu Rasa Bersalah dan Depresi

Terlalu sering masturbasi justru bisa menimbulkan masalah psikis. Menurut penelitian yang dimuat The American Journal of Psychiatry, pria yang sering melakukan masturbasi memiliki risiko terserang depresi. Pasalnya, masturbasi bisa membuat kondisi psikologis memburuk karena rasa bersalah yang muncul setelah bermasturbasi.

Sebab, beberapa orang khawatir kalau masturbasi bertentangan dengan kepercayaan agama, spiritual, atau budaya. Nah, hal inilah yang bisa memicu perasaan bersalah, hingga memicu depresi.

  1. Ejakulasi yang Tertunda

Ejakulasi tetunda atau delayed ejaculation merupakan kondisi ketika pria mengalami gangguan ejakulasi. Pengidapnya membutuhkan rangsangan seksual yang lebih lama untuk mencapai klimaks alias ejakuasi. Ejakulasi tertunda ini bisa terjadi selama hubungan seksual dengan pasangan atau solo.

Kebanyakan pria mengalami ejakulasi dalam beberapa menit ketika berhubungan seksual. Akan tetapi, pria dengan ejakulasi tertunda lain lagi ceritanya. Mereka mungkin tidak dapat berejakulasi atau mungkin hanya dapat ejakulasi dengan susah payah. Misalnya, setelah melakukan hubungan seks untuk waktu yang lama (contohnya, 30 hingga 45 menit).

Lantas apa penyebabnya? Menurut ahli dari National Institutes of Health-MedlinePlus, salah satu penyebab ejakulasi yang tertuda adalah kebiasaan masturbasi yang berlebihan. Tuh, seram kan?

Selain itu, gangguan ini juga bisa dipicu oleh masalah lainnya. Seperti peristiwa traumatis (misalnya, hubungan seks terlarang atau mengetahui pasangannya selingkuh), kurangnya dara tarik pada pasangan, kerusakan saraf saat operasi panggul, hingga pengunaan obat-obatan tertentu.

Baca juga: Begini Cara Atasi Ejakulasi Dini, Kamu Wajib Tahu!

  1. Terbuangnya Nutrisi

Jangan salah, cairan seksual pada pria dan wanita itu terbentuk dari zink dan selenium. Nah, bila seorang pria sering bermasturbasi, otomatis cairan tubuh tersebut akan makin banyak terbuang. Imbasnya tubuh bisa kekurangan zat penting tersebut, sehingga berdampak pada kesehatan tubuh. Selain itu, dampak keseringan masturbasi juga bisa membuat tubuh kekurangan vitamin B-kompleks.

  1. Penis Membengkak 

Mau tahu dampak keseringan masturbasi lainnya? Ternyata, aktivitas seksual solo ini bisa membuat penis terasa linu. Tak hanya itu saja, keseringan masturbasi juga bisa menyebabkan pembengkakan pada penis. Kok bisa?

Kondisi ini disebabkan oleh penumpakan cairan yang disebut dengan endema. Meski pembengkakan ini umummya bisa mereda satu atau dua hari, tetapi kamu mesti waspada terhadap kondisi ini.

Baca juga: Ketahui Manfaat Masturbasi Untuk Wanita

  1. Bengkok saat Ereksi

Meski bisa mencapai orgasme seperti halnya hubungan intim, tetapi keseringan masturbasi juga bisa menimbulkan masalah pada kulit penis. Enggak percaya? Menurut urolog dari Southern Illinois University, Amerika Serikat, pria yang sering masturbasi bisa mengalami cedera pada beberapa titik di bagian penis.

Cedera ini bisa berupa luka ringan pada kulit, hingga cedera yang lebih serius. Misalnya, menimbulkan penyakit peyronie. Penyakit ini merupakan kondisi penumpukan plak pada penis karena tekanan yang ditimbulkan (terlalu menekan) ketika masturbasi. Nah, peyronie inilah yang bisa menyebabkan penis bengkok saat ereksi.

Nah, sudah tahu kan dampak keseringan masturbasi bagi tubuh. Yakin, masih mau melakukannya?

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah dampak keseringan masturbasi bagi tubuh? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Masturbation Effects on Your Health: Side Effects and Benefits.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Are there side effects to masturbation?
National Institutes of Health-MedlinePlus. Diakses pada 2020. Delayed Ejaculation.