• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mendiagnosis Stenosis Pilorus?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Stenosis Pilorus?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bayi yang baru lahir rentan mengalami stenosis pilorus, yaitu penyempitan pada saluran yang membawa makanan dan minuman dari lambung ke duodenum atau usus 12 jari. Saluran ini disebut dengan stenosis. Saat penyempitan ini terjadi, makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak bisa dialirkan dari lambung menuju usus 12 jari. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa terus memburuk. 

Stenosis pilorus bisa menyebabkan bayi mengalami muntah, turun berat badan, sering merasa lapar, hingga kekurangan cairan tubuh alias dehidrasi. Penyakit ini tergolong jarang terjadi, hanya ditemukan 2 hingga 3 kasus dari 1,000 kelahiran. Umumnya, stenosis pilorus menyerang bayi yang masih berusia 2 atau 8 minggu. Namun, penyakit ini juga bisa terjadi setelah bayi menginjak usia 6 bulan. 

Baca juga: Hati-Hati, Bayi Sering Muntah Bisa Jadi Penyebabnya Stenosis Pilorus

Pemeriksaan untuk Stenosis Pilorus

Diagnosis penyakit ini dimulai dengan pemeriksaan fisik bayi. Dokter akan melihat apakah ada tanda dehidrasi pada bayi, serta kemungkinan ditemukan benjolan sebesar buah anggur pada perut bayi yang bisa muncul akibat penebalan otot pilorus. Dokter juga akan meninjau sejumlah gejala dan keluhan yang dialami bayi untuk mengetahui apakah itu merupakan tanda stenosis pilorus atau bukan. 

Stenosis pilorus biasanya ditandai dengan beberapa gejala, seperti bayi muntah setiap diberi makan, menangis karena selalu merasa lapar, dehidrasi, masalah berat badan, kontraksi lambung, hingga perubahan pola buang air besar Si Kecil. Jika bayi menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera bawa ke rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis segera. 

Selain pemeriksaan fisik, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk mendiagnosis stenosis pilorus adalah USG perut. Prosedur tersebut dilakukan untuk melihat kondisi organ dan jaringan pada perut bayi. Setelahnya, mungkin akan dilakukan foto rontgen kerongkongan, lambung, dan duodenum. 

Baca juga: Enggak Boleh Sembarangan, Ketahui Cara Pengobatan Stenosis Pilorus

Semakin cepat penyakit ini didiagnosis, maka semakin cepat pengobatan bisa dilakukan, sehingga menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi stenosis pilorus pada bayi adalah operasi pyloromyotomy. Namun, sebelum prosedur operasi dilaksanakan, dokter akan terlebih dahulu mengatasi dehidrasi pada bayi. 

Prosedur operasi ini dilakukan untuk memotong lapisan luar otot pilorus yang menebal. Setelahnya, lapisan dalam otot pilorus akan menonjol keluar dan membuka saluran pilorus. Operasi untuk menangani stenosis pilorus pada bayi hanya dilakukan kurang dari satu jam. Akan tetapi, bayi membutuhkan waktu penyembuhan atau rawat inap di rumah sakit selama 1‒2 hari. Setelah operasi selesai dilakukan, bayi akan kembali diberikan cairan nutrisi untuk mengembalikan kondisi tubuh sampai bisa menyusu kembali. 

Setelah menjalani operasi, Si Kecil mungkin akan mengalami muntah hingga beberapa hari setelah prosedur dilakukan. Hal itu biasanya akan berlangsung hingga lambung kembali bekerja secara normal. Orangtua tidak perlu panik, tetapi sebaiknya tetap mewaspadai kondisi bayi selama dalam masa pemulihan 

Semakin cepat ditangani, risiko munculnya komplikasi akibat penyakit ini akan semakin kecil. Stenosis pilorus bisa memicu komplikasi pada bayi berupa gagal tumbuh kembang, mengalami dehidrasi jangka panjang, hingga iritasi lambung. 

Baca juga: 4 Gangguan Perut yang Rentan Menyerang Anak

Cari tahu lebih lanjut seputar stenosis pilorus pada bayi dan bagaimana mengenali gejalanya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Should Know About Pyloric Stenosis.
Patient. Diakses pada 2020. Pyloric Stenosis.
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Pyloric Stenosis?