Bagian Tubuh yang Rentan Terkena Dermatitis Numularis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bagian Tubuh yang Rentan Terkena Dermatitis Numularis

Halodoc, Jakarta - Dermatitis numularis atau yang juga dikenal dengan eksim nummular merupakan kondisi kronis pada kulit yang menyebabkan timbulnya bintik-bintik berbentuk koin pada kulit. Bintik-bintik ini sering kali terasa gatal dan terdefinisi dengan baik. Ada pula yang kondisinya mengeluarkan cairan bening atau menjadi kering dan berkerak. 

Kondisi dermatitis numularis biasanya muncul setelah terjadinya cedera kulit, seperti luka bakar, abrasi, atau gigitan serangga. Namun, tidak jarang juga muncul karena pertambahan usia. Kondisi ini dapat mengakibatkan satu tambalan atau banyak tambalan lesi yang berbentuk koin. Tambalan dapat berlangsung selama beberapa bulan. 

Bagian Tubuh yang Diwaspadai dan Penyebabnya

Gangguan dermatitis numular seringkali muncul pada kulit kaki. Namun, tidak menutup kemungkinan kondisi kulit ini juga terjadi di bagian badan, tangan, lengan, dan telapak kaki. Perempuan maupun laki-laki perlu waspada akan gangguan kulit ini, meskipun dermatitis numular cenderung lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita. Pada laki-laki, kondisi kulit ini terjadi pada antara usia 55 dan 65 tahun. Sedangkan pada wanita biasanya terjadi pada usia lebih muda, remaja, atau dewasa muda. 

Baca juga: Perbedaan Gejala Dermatitis Numularis dan Kurap

Gejala dermatitis numularis ini cukup mengganggu, hanya saja kondisi ini dapat diobati dengan antihistamin dan obat-obatan topikal. Kamu juga tidak perlu khawatir karena gangguan kulit ini tidak menular, yang artinya tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak kulit langsung.

Sementara itu, penyebab dermatitis numular ini belum diketahui secara pasti. Hanya saja banyak orang yang mengalami dermatitis numularis memiliki riwayat alergi, asma, atau dermatitis atopik pribadi atau keluarga. 

Orang yang mengalami dermatitis numularis juga cenderung memiliki kulit sensitif yang mudah teriritasi. Faktor-faktor berikut juga memberikan kontribusi pada perkembangan dermatitis numularis:

  • Perubahan suhu.

  • Stres.

  • Kulit kering.

  • Iritasi akibat lingkungan, seperti sabun, logam, dan formaldehida.

  • Pasca operasi.

Baca juga: Kenali 5 Penyakit Kulit yang Jarang Terjadi

Dokter dapat mendiagnosis gangguan dermatitis numularis, kamu bisa menanyakannya pada dokter spesialis kulit melalui aplikasi Halodoc dan menanyakan kondisi kulitmu. Kemungkinan pemeriksaan juga harus disertai dengan biopsi kulit untuk membantu menyingkirkan kemungkinan kondisi lain, seperti infeksi. 

Saat dilakukannya biopsi dokter akan mengeluarkan sepotong kecil jaringan kulit dari area yang sakit. Sampel tersebut kemudian dianalisis keberadaan bakteri. Apabila dokter mencurigai adanya lesi sebagai akibat reaksi alergi, kemungkinan dokter juga akan melakukan tes alergi. Pemeriksaan tersebut termasuk tes kulit atau tes darah yang dapat membantu menentukan zat apa yang menyebabkan alergi. 

Merawat Dermatitis Numularis

Belum ada obat yang bisa digunakan untuk mengobati dermatitis numularis. Namun, kamu dapat mengontrol kondisi kulit kamu dengan menjaga gaya hidup tertentu dan menghindari pemicunya. Untuk membantu mengontrol dermatitis numularis, kamu harus menghindari beberapa hal berikut:

  • Hindari faktor iritan yang dapat memicu gejala.

  • Mandi berlebihan dan air panas.

  • Menggunakan sabun yang keras.

  • Stres berlebihan.

  • Kandungan zat yang dapat menyebabkan iritasi, seperti pembersih rumah tangga dan bahan kimia.

  • Menggunakan pelembut kain.

  • Hindari goresan, luka, dan lecet pada kulit.

Beberapa hal berikut ini dapat kamu lakukan untuk membantu meringankan dermatitis numular:

  • Menggunakan perban lembap untuk menutupi dan melindungi area yang mengalami gangguan kulit.

  • Mengonsumsi antihistamin untuk menghilangkan rasa gatal dan tidak nyaman.

  • Oleskan losion obat atau salep kulit, seperti kortikosteroid.

  • Mendapatkan perawatan sinar ultraviolet untuk gatal parah.

  • Melembapkan kulit dengan pelembab non-parfum setelah mandi.

Referensi:
Health Line. Diakses pada 2019. Nummular Eczema.