23 March 2018

Bahaya Makan Junk food Saat Hamil

Bahaya Makan Junk food Saat Hamil

Halodoc, Jakarta – Saat hamil, nafsu makan ibu akan meningkat dan ada saatnya ibu akan mengalami ngidam makanan-makanan tertentu. Tapi, hati-hati dengan makanan yang ingin ibu konsumsi, ya. Bisa jadi, saat ngidam ibu menginginkan jenis makanan seperti junk food. Nah, kalo jenis makanan ini yang diinginkan sebaiknya dituruti atau dibiarkan, ya?

Junk food mengandung banyak kalori, tapi minim kandungan gizinya. Jika jenis makanan ini dikonsumsi oleh ibu hamil dalam jumlah besar maka bisa memberikan dampak bagi kesehatan ibu dan Si Kecil dalam kandungan.

Perubahan hormon memang bisa memicu perubahan indera perasa dan indera penciuman pada ibu hamil. Jadi, sangat wajar kalau ibu hamil menginginkan junk food. Karena selain rasanya yang enak dan aroma nya yang menggoda, junk food juga praktis dan harganya cukup terjangkau. Sebenarnya ibu hamil boleh saja mengonsumsi junk food asal jangan terlalu sering.

Berikut ini adalah dampak negatif yang bisa diakibatkan jika terlalu banyak mengonsumsi junk food,  yaitu:

  • Tidak Bisa Memenuhi Nutrisi yang Dibutuhkan

Perlu diingat, junk food memiliki kadar gizi yang sangat rendah. Jadi, jika ibu terlalu sering mengonsumsi junk food saat hamil, maka kebutuhan nutrisi penting untuk bayi tidak akan bisa dipenuhi. Akibatnya, tumbuh kembang bayi akan terhambat. Jadi selama kehamilan, ibu sebaiknya lebih banyak mengonsumsi makanan sehat agar pertumbuhan bayi lebih optimal.

  • Berisiko Mengalami Obesitas

Makanan yang tidak sehat seperti junk food pasti memiliki berbagai kandungan yang tidak sehat juga, salah satunya adalah minyak jenuh yang tinggi. Jika terlalu sering mengonsumsi junk food, maka semakin banyak lemak jenuh yang akan tertimbun di dalam tubuh ibu. Akibatnya, ibu berisiko mengalami kenaikkan berat badan yang drastis atau obesitas. Uji klinis juga menunjukkan bayi yang lahir dan disusui dari ibu yang terbiasa mengonsumsi junk food sejak hamil, lahir dengan berat badan yang lebih gemuk.

  • Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Enggak hanya bisa menyebabkan obesitas, mengonsumsi makanan tinggi lemak selama masa kehamilan juga dipercaya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung pada bayi. Namun, memang hal ini belum bisa dipastikan karena masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

  • Mempersulit Persalinan

Jika terlalu sering dikonsumsi, kandungan tidak sehat dan racun pada junk food bisa menyerang sistem kekebalan tubuh ibu, sehingga membuat ibu mengalami kesulitan untuk melahirkan secara normal. Akibatnya, ibu tidak punya pilihan lain selain melahirkan dengan caesar.

  • Meningkatkan Risiko Alergi

Junk food tidak hanya selalu berupa makanan cepat saji yang asin dan gurih, tapi makanan atau minuman manis seperti soda, milkshake, dan donat pun termasuk kategori junk food. Kadar gula dalam junk food sangat tinggi dan bukan termasuk jenis gula yang sehat. Menurut penelitian, wanita yang mengonsumsi gula baik dalam bentuk olahan, madu atau jus selama masa kehamilan, lebih berisiko melahirkan anak yang memiliki alergi atau asma.

  • Bisa Menjadi Kecanduan

Kesukaan ibu hamil makan junk food ternyata bisa menular pada anak, lho. Setelah diteliti, ibu hamil yang terbiasa makan junk food yang tinggi akan lemak, dapat memperbesar potensi anak lebih menyukai makanan tinggi lemak juga setelah disapih.

Selain memberi dampak buruk pada perkembangan bayi, terlalu banyak mengonsumsi junk food juga bisa membuat ibu berisiko mengalami gangguan selama kehamilan, seperti mudah lelah, sakit maag, kaki membengkak atau stretch mark. Jadi, sebisa mungkin hindarilah mengonsumsi junk food saat hamil, dan tingkatkan konsumsi makanan sehat yang kaya protein, zat besi, kalsium, omega 3, dan vitamin ya,. (Baca juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Mi Instan?)

Jika ibu sakit atau mengalami masalah kesehatan selama kehamilan, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu bisa meminta saran kesehatan dan rekomendasi obat dari dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.