01 February 2018

Banyak Makan Tetap Kurus karena Cacingan, Benarkah?

Banyak Makan Tetap Kurus karena Cacingan, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Cacingan memang dapat menyebabkan tubuh orang yang mengidapnya menjadi kurus. Hal ini dikarena nutrisi makanan yang masuk ke tubuh diambil oleh si cacing agar ia bisa berkembang biak. Sayangnya, selain tubuh kurus, gejala cacingan kadang tidak terlalu nampak, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengidap cacingan.

Tidak hanya pada anak-anak, cacingan pun dapat terjadi pada orang dewasa. Ada tiga jenis cacing yang umumnya menyebabkan penyakit cacingan, yaitu cacing pita, cacing tambang, dan cacing kremi. Gejala yang dialami orang yang cacingan pun dapat berbeda-beda, tergantung jenis cacing apa yang menjangkitinya. Yuk, ketahui gejala cacingan dan cara mengobatinya berikut ini, ya!

1. Cacing Pita

Cestodes disebut juga dengan cacing pita, karena bentuknya pipih dan memiliki ruas-ruas pada seluruh tubuhnya, sehingga mirip seperti pita. Penyebab seseorang bisa terinfeksi cacing pita adalah karena tangan tanpa sadar bersentuhan langsung dengan kotoran yang mengandung telur cacing kemudian menyentuh mulut. Selain itu, mengonsumsi daging babi, sapi atau ikan yang masih mentah juga dapat menyebabkan cacing pita masuk ke tubuh. Gejala yang akan dirasakan orang terinfeksi cacing pita adalah sakit perut, kadang disertai dengan mual dan diare.

2. Cacing Tambang

Hati-hati dengan cacing tambang atau helminths, karena baik larvanya maupun cacing tambang dewasa dapat hidup dalam usus halus manusia dan menjangkiti binatang peliharaan, seperti anak kucing dan anjing. Telur atau cacing tambang sering ditemukan di tanah yang hangat dan lembap. Anak-anak paling berisiko terinfeksi cacing tambang karena dengan bermain dan bersentuhan dengan tanah yang terkontaminasi dapat menyebabkan cacing tambang masuk ke dalam tubuh. Terinfeksi cacing tambang dapat menimbulkan gejala seperti tidak ada nafsu makan sehingga berat badan menurun, diare, sakit perut, kelelahan dan anemia. Sedangkan pada anak-anak, infeksi ini bisa menyebabkan pertumbuhannya jadi terganggu.  

3. Cacing Kremi

Penyebab seseorang bisa terinfeksi cacing kremi adalah karena menelan atau menghirup telur cacing kremi yang sangat kecil dan bisa juga melalui makanan, minuman atau jari yang terkontaminasi. Telur kemudian akan memasukki usus dan berkembang dalam beberapa minggu. Biasanya anak-anak usia sekolah yang paling berisiko mengalami infeksi cacing ini. Gejala-gejala yang akan dirasakan oleh orang yang terinfeksi adalah bagian anus atau vagina terasa gatal, sakit perut, mual, sulit tidur, dan gelisah.

Cara Mengobati Cacingan

Jika kamu terinfeksi cacing, segera minum obat cacing atau anthelmintic agar kesehatan tidak terganggu. Namun, sebaiknya kamu membicarakan terlebih dahulu kepada dokter untuk mengetahui jenis obat yang tepat untuk mengobati infeksi cacing yang kamu idap. Berikut jenis-jenis obat yang efektif mengatasi cacingan:

  • Albendazole

Albendazole adalah jenis obat antihelmintik yang digunakan untuk mengobati infeksi cacing pita dengan cara membunuh parasit yang sensitif. Namun, obat ini hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dari dokter.

  • Mebendazole

Jenis obat cacing ini digunakan untuk mengobati infeksi cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing gelang. Cara kerja mebendazole adalah dengan melumpuhkan dan mematikan cacing yang ada di saluran pencernaan. Walaupun obat ini ampuh membasmi cacing, tapi kurang efektif membasmi telur cacing. Mebendazole aman diminum anak-anak, kecuali anak berusia di bawah dua tahun.

  • Pirantel Pamoat

Pirantel pamoat efektif untuk mengobati infeksi cacing kremi dan cacing gelang. Obat ini mencegah cacing untuk tumbuh dan berkembang biak di dalam tubuh, serta melumpuhkan cacing, sehingga akan lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh melalui tinja. Pirantel pamoat tidak dianjurkan diminum oleh ibu menyusui dan anak di bawah usia 2 tahun, kecuali atas saran dokter.

  • Levamisole

Jenis obat anthelminthic ini digunakan untuk mengobati infeksi cacing tambang campuran. Levamisole aman diminum baik dewasa maupun anak-anak, tapi tidak dianjurkan untuk ibu yang sedang hamil muda.

Periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami gejala-gejala cacingan seperti yang sudah disebutkan di atas. Kamu juga bisa bertanya mengenai kondisi kesehatanmu kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Kini kamu juga bisa melakukan tes kesehatan melalui fitur Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc Jika kamu membutuhkan vitamin atau produk kesehatan tertentu, kamu tidak perlu repot-repot lagi keluar rumah. Tinggal order melalui Halodoc dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.