Ad Placeholder Image

Bayi Baru Lahir Minum Susu: Berapa Kali Sehari Idealnya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   08 Mei 2026

Berapa Kali Bayi Baru Lahir Minum Susu? Yuk, Cek!

Bayi Baru Lahir Minum Susu: Berapa Kali Sehari Idealnya?Bayi Baru Lahir Minum Susu: Berapa Kali Sehari Idealnya?

Memahami jadwal menyusu bayi baru lahir merupakan salah satu tantangan sekaligus prioritas utama bagi setiap orang tua. Kebutuhan nutrisi yang optimal sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang pesat. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci tentang berapa kali bayi baru lahir perlu minum susu, frekuensinya, durasi, serta tanda-tanda bayi cukup mendapatkan asupan.

Kebutuhan Susu Bayi Baru Lahir: Mengapa Sering?

Bayi baru lahir memiliki ukuran perut yang sangat kecil, hanya seukuran kelereng pada hari pertama dan akan membesar seiring waktu. Kapasitas perut yang terbatas ini menyebabkan bayi perlu minum susu dalam porsi kecil namun sering. Asupan yang teratur memastikan bayi mendapatkan kalori dan cairan yang cukup untuk tumbuh kembang, menjaga kadar gula darah, serta mencegah dehidrasi.

Frekuensi Minum Susu Bayi Baru Lahir di Minggu Pertama

Pada minggu pertama kehidupan, bayi baru lahir umumnya perlu minum susu sekitar 8-12 kali dalam 24 jam. Ini berarti pemberian susu dilakukan setiap 2-3 jam sekali, bahkan bisa lebih sering yakni setiap 1,5 hingga 2 jam. Frekuensi yang sering ini sangat penting untuk memastikan bayi mendapatkan kolostrum, cairan pertama dari payudara yang kaya antibodi dan nutrisi penting.

Durasi setiap sesi menyusui biasanya berkisar antara 10-15 menit. Penting untuk memastikan bayi menyusu secara efektif dengan menempel sempurna pada payudara, sehingga ia mendapatkan cukup susu. Bayi yang menyusu dengan baik akan menunjukkan tanda-tanda menelan.

Jadwal Minum Susu Bayi di Bulan Pertama Kehidupan

Memasuki bulan pertama, frekuensi menyusu bayi baru lahir cenderung tetap stabil yaitu sekitar 8-12 kali per hari. Meskipun frekuensinya sama, jumlah susu yang dikonsumsi per sesi akan mulai bertambah seiring dengan bertambahnya kapasitas lambung bayi. Bayi mungkin akan mulai menunjukkan pola menyusu yang lebih teratur, meskipun tetap perlu fleksibel mengikuti isyarat lapar bayi.

Bayi yang menyusu secara eksklusif mungkin akan lebih sering menyusu dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula. Hal ini karena ASI lebih mudah dicerna oleh tubuh bayi, sehingga lambung lebih cepat kosong. Namun, prinsip utamanya tetap sama: penuhi kebutuhan nutrisi bayi berdasarkan isyarat laparnya.

Tanda-Tanda Bayi Cukup Minum Susu

Orang tua dapat mengenali tanda-tanda bayi cukup mendapatkan asupan susu, meliputi:

  • Popok basah: Bayi baru lahir yang cukup susu akan membasahi 6-8 popok per hari setelah usia 5 hari.
  • Berat badan: Bayi akan kembali ke berat badan lahirnya pada usia 10-14 hari, dan terus mengalami penambahan berat badan yang stabil setelahnya.
  • Tidur nyenyak: Bayi akan terlihat kenyang dan puas setelah menyusu, seringkali tertidur pulas.
  • Warna urine: Urine bayi berwarna jernih atau kuning pucat. Urine gelap menunjukkan kemungkinan dehidrasi.
  • Tinja: Tinja bayi berwarna kekuningan atau hijau mustard dan bertekstur lunak.
  • Kewaspadaan: Bayi tampak aktif dan waspada saat bangun.

Kapan Harus Konsultasi Dokter atau Konsultan Laktasi?

Meskipun panduan ini dapat membantu, setiap bayi memiliki kebutuhan individu yang berbeda. Jika terdapat kekhawatiran mengenai asupan susu bayi, seperti bayi tidak tampak kenyang, kesulitan menempel pada payudara, penurunan berat badan yang signifikan, atau frekuensi menyusu yang terlalu rendah, segera konsultasikan dengan dokter anak atau konsultan laktasi. Profesional kesehatan dapat memberikan evaluasi menyeluruh dan panduan yang tepat.

Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter anak atau konsultan laktasi melalui aplikasi. Dapatkan informasi dan saran medis yang akurat untuk memastikan bayi mendapatkan nutrisi optimal bagi pertumbuhannya.