Ad Placeholder Image

Bayi Gumoh dari Hidung Itu Normal, Coba Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 Maret 2026

Bayi Gumoh dari Hidung? Normal Kok, Ini Cara Mengatasinya

Bayi Gumoh dari Hidung Itu Normal, Coba Cara MengatasinyaBayi Gumoh dari Hidung Itu Normal, Coba Cara Mengatasinya

Bayi Gumoh dari Hidung: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus Waspada

Bayi gumoh dari hidung seringkali menjadi pemandangan yang mengkhawatirkan bagi orang tua, namun perlu dipahami bahwa kondisi ini umumnya normal. Sistem pencernaan dan saluran napas bayi yang belum sempurna menjadi penyebab utama fenomena ini. Gumoh melalui hidung biasanya terjadi karena bayi menelan terlalu banyak udara, menyusu terburu-buru, atau posisi menyusu yang kurang tepat. Artikel ini akan menjelaskan secara rinci mengapa bayi gumoh dari hidung bisa terjadi, cara mengatasi dan mencegahnya, serta tanda-tanda kapan orang tua perlu segera mencari pertolongan medis.

Memahami Fenomena Bayi Gumoh Lewat Hidung

Gumoh adalah kondisi normal pada bayi, di mana sejumlah kecil susu atau cairan lambung keluar kembali dari mulut. Ketika cairan tersebut keluar melalui hidung, ini disebut bayi gumoh dari hidung. Kejadian ini dapat terlihat dramatis, namun sebagian besar kasus tidak berbahaya.

Fenomena ini umum terjadi pada bayi di bawah usia satu tahun karena sistem tubuh mereka masih dalam tahap perkembangan. Saluran napas dan saluran pencernaan bayi yang letaknya berdekatan memungkinkan cairan yang kembali dari lambung bisa naik ke saluran hidung. Pemahaman tentang proses ini dapat membantu orang tua tetap tenang dan mengambil langkah yang tepat.

Penyebab Umum Bayi Gumoh dari Hidung

Beberapa faktor berkontribusi pada terjadinya bayi gumoh lewat hidung. Memahami penyebab ini membantu orang tua untuk mengambil tindakan pencegahan yang efektif.

  • Sistem Pencernaan Belum Matang: Kerongkongan dan otot perut bayi masih dalam tahap perkembangan. Otot sfingter esofagus bagian bawah yang berfungsi sebagai katup antara kerongkongan dan lambung belum bekerja sempurna, sehingga cairan mudah naik kembali ke atas.
  • Menelan Udara Berlebih: Kondisi ini sering terjadi saat bayi menyusu terlalu cepat, menangis sebelum atau sesudah menyusu, atau menggunakan dot botol dengan aliran yang terlalu deras. Udara yang tertelan akan mengisi lambung, menyebabkan tekanan yang mendorong susu keluar saat sendawa atau gumoh.
  • Posisi Menyusu Salah: Menyusui bayi dalam posisi berbaring datar atau digendong miring dapat meningkatkan risiko gumoh. Posisi yang kurang tegak memungkinkan susu lebih mudah mengalir kembali ke atas dan keluar melalui hidung.
  • Tersedak, Batuk, atau Cegukan: Gangguan kecil seperti tersedak, batuk, atau cegukan setelah menyusu dapat memicu gerakan naik cairan dari lambung. Tekanan yang timbul akibat refleks ini bisa membuat gumoh keluar melalui hidung.
  • Terlalu Penuh: Memberikan susu dalam jumlah yang terlalu banyak melebihi kapasitas lambung bayi juga bisa memicu gumoh, termasuk yang keluar melalui hidung.

Cara Mengatasi dan Mencegah Bayi Gumoh dari Hidung

Meskipun gumoh dari hidung adalah hal yang normal, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mengurangi frekuensi dan keparahannya.

  • Posisikan Tegak Saat dan Setelah Menyusu: Pastikan bayi berada dalam posisi tegak atau setengah duduk saat menyusu. Setelah selesai, gendong bayi dalam posisi tegak selama 15-30 menit untuk membantu susu turun ke lambung dan mengurangi risiko refluks.
  • Sendawakan Bayi Secara Rutin: Sendawakan bayi setiap 5-15 menit selama menyusu dan setelah selesai. Men sendawakan bayi membantu mengeluarkan udara yang tertelan, sehingga mengurangi tekanan di lambung.
  • Perhatikan Teknik Menyusu: Pastikan perlekatan menyusui tepat jika menyusui langsung. Jika menggunakan botol, pilih dot dengan aliran yang tidak terlalu deras. Penggunaan sendok atau cangkir khusus bayi (cup feeder) juga bisa menjadi alternatif untuk mengontrol aliran susu.
  • Berikan Susu Secukupnya: Hindari memberikan susu terlalu banyak dalam satu waktu. Berikan susu sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas lambung bayi, biasanya dalam porsi kecil namun lebih sering.
  • Hindari Aktivitas Berat Setelah Menyusu: Jangan ajak bayi berlari, melompat, atau melakukan aktivitas yang menyebabkan tubuhnya terguncang kuat setelah menyusu. Berikan waktu bagi lambung bayi untuk mencerna makanan dengan tenang.
  • Istirahat yang Cukup: Pastikan bayi mendapatkan istirahat yang cukup. Kelelahan dapat memengaruhi cara bayi menyusu dan mencerna makanan.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter karena Gumoh dari Hidung?

Meskipun sebagian besar kasus bayi gumoh dari hidung tidak berbahaya, ada beberapa tanda bahaya yang mengindikasikan perlunya pemeriksaan medis. Segera konsultasikan ke dokter jika gumoh disertai dengan gejala-gejala berikut:

  • Bayi menolak minum atau makan sama sekali.
  • Berat badan bayi tidak naik atau bahkan menunjukkan penurunan.
  • Ada tanda-tanda dehidrasi, seperti popok kering, mata cekung, kulit kering, atau bayi terlihat lemas.
  • Muntahan berwarna hijau, kuning, atau terdapat bercak darah. Warna ini bisa menandakan masalah pencernaan yang lebih serius.
  • Bayi sesak napas, bernapas cepat, atau tampak kebiruan, terutama di sekitar bibir dan jari.
  • Gumoh disertai demam, diare, atau perut kembung yang tidak biasa.
  • Bayi terlihat kesakitan atau tidak nyaman setelah gumoh.
  • Muntah yang sangat menyembur (projectile vomiting) secara konsisten.

Rekomendasi dari Halodoc

Bayi gumoh dari hidung adalah kondisi yang umum terjadi dan seringkali tidak memerlukan intervensi medis khusus. Namun, kewaspadaan orang tua terhadap tanda-tanda bahaya sangatlah penting. Jika memiliki kekhawatiran atau menemukan gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera mencari saran dan penanganan dari dokter spesialis anak. Aplikasi Halodoc menyediakan fitur konsultasi dokter anak melalui chat atau video call, yang dapat membantu orang tua mendapatkan informasi dan rekomendasi medis yang akurat dengan cepat dan praktis. Memastikan kesehatan dan kenyamanan bayi adalah prioritas utama.