Ad Placeholder Image

Bayi Gumoh Keluar Hidung: Wajar Kok, Ini Cara Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   16 April 2026

Bayi Gumoh Keluar Hidung? Normal Kok, Ini Solusinya!

Bayi Gumoh Keluar Hidung: Wajar Kok, Ini Cara AtasinyaBayi Gumoh Keluar Hidung: Wajar Kok, Ini Cara Atasinya

Bayi gumoh keluar dari hidung seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua. Namun, pada sebagian besar kasus, kondisi ini merupakan hal yang normal pada bayi, terutama di bulan-bulan pertama kehidupannya. Pemahaman mengenai penyebab dan cara penanganannya dapat membantu orang tua merasa lebih tenang dan tahu kapan harus mencari bantuan medis.

Bayi gumoh keluar dari hidung umumnya terjadi karena saluran tenggorokan dan hidung saling terhubung. Ditambah lagi, katup lambung bayi yang belum sempurna memungkinkan cairan atau makanan mudah kembali naik. Ini sering dipicu oleh beberapa kondisi seperti posisi menyusu yang kurang tepat, bayi yang kekenyangan, atau tersedak saat minum ASI atau susu formula.

Mengapa Gumoh dari Hidung Terjadi pada Bayi?

Gumoh, atau refluks gastroesofageal ringan, adalah kondisi umum pada bayi. Pada bayi, katup (sfingter) di antara kerongkongan dan lambung belum berfungsi sepenuhnya. Katup ini seharusnya menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung untuk mencegahnya naik kembali.

Karena katup tersebut belum kuat, ASI atau susu formula bisa kembali ke kerongkongan. Mengingat saluran hidung dan tenggorokan saling terhubung, cairan tersebut bisa mencari jalan keluar melalui hidung. Ini adalah mekanisme alami tubuh bayi yang masih dalam tahap perkembangan.

Penyebab Umum Bayi Gumoh Keluar dari Hidung

Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan bayi mengalami gumoh dari hidung. Memahami penyebab ini membantu orang tua untuk mengambil langkah pencegahan yang tepat.

  • Sistem Pencernaan Belum Matang: Seperti disebutkan sebelumnya, katup sfingter esofagus bagian bawah bayi masih lemah. Ini membuat makanan lebih mudah kembali ke kerongkongan dan berpotensi keluar melalui hidung.
  • Refleks Bayi Baru Lahir: Bayi baru lahir belum memiliki kontrol penuh terhadap otot-otot di sekitar mulut dan tenggorokan. Mereka mungkin belum bisa mengendalikan kecepatan dan arah keluar cairan saat gumoh, sehingga kadang cairan keluar dari hidung.
  • Posisi Menyusu yang Kurang Tepat: Menyusui bayi dalam posisi berbaring telentang atau menggunakan botol dot dengan aliran susu yang terlalu deras dapat memicu gumoh. Posisi ini membuat cairan lebih mudah mengalir kembali dan masuk ke saluran hidung.
  • Udara Berlebih yang Tertelan: Bayi sering menelan banyak udara saat menyusu, baik dari payudara maupun botol. Udara yang terperangkap dalam lambung dapat menekan cairan di dalamnya, mendorongnya kembali naik dan keluar.

Cara Mengatasi dan Mencegah Gumoh dari Hidung pada Bayi

Ada beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi dan mengurangi frekuensi gumoh dari hidung pada bayi. Tindakan ini berfokus pada teknik menyusui dan posisi bayi setelah menyusu.

  • Sendawakan Bayi Secara Rutin: Pastikan untuk menyendawakan bayi selama 5-15 menit setiap selesai menyusu. Menyendawakan membantu mengeluarkan udara yang tertelan, mengurangi tekanan di lambung bayi.
  • Posisikan Bayi Tegak Setelah Menyusu: Gendong bayi dalam posisi tegak atau dudukkan di kursi bayi selama 15-20 menit setelah menyusu. Gravitasi akan membantu menahan ASI atau susu formula tetap di dalam lambung.
  • Hindari Menyusui Sambil Berbaring: Jangan menyusui bayi dalam posisi berbaring telentang. Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari perutnya untuk mengurangi kemungkinan refluks.
  • Menyusu Sedikit tapi Sering: Hindari menyusui bayi hingga kekenyangan. Memberikan porsi kecil namun lebih sering dapat membantu sistem pencernaan bayi memproses makanan dengan lebih baik.
  • Periksa Perlekatan Saat Menyusu: Pastikan mulut bayi menutup rapat pada payudara saat menyusu atau pada dot botol. Perlekatan yang baik mengurangi jumlah udara yang tertelan oleh bayi.

Kapan Harus Waspada (Mencari Bantuan Medis)?

Meskipun gumoh dari hidung umumnya normal, ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa kondisi ini mungkin memerlukan perhatian medis. Orang tua disarankan untuk segera membawa bayi ke dokter jika gumoh disertai dengan gejala berikut:

  • Berat badan bayi tidak naik atau bahkan cenderung turun.
  • Bayi tampak sesak napas, napas berbunyi, atau kulitnya terlihat kebiruan.
  • Muntah menyemprot (proyektil), yang menunjukkan tekanan yang kuat saat muntah.
  • Cairan yang keluar berwarna kuning kehijauan, yang bisa mengindikasikan masalah pencernaan lebih serius.
  • Bayi rewel berlebihan, demam, atau terlihat lemas, yang bisa menjadi tanda dehidrasi atau infeksi.

Jika gumoh hanya terjadi sesekali dan berat badan bayi naik secara normal sesuai usianya, kondisi ini biasanya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi dan semakin matangnya sistem pencernaan.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Bayi gumoh keluar dari hidung umumnya adalah bagian dari proses perkembangan normal bayi, terutama karena sistem pencernaan yang belum matang dan saluran tenggorokan-hidung yang terhubung. Dengan menerapkan cara-cara mengatasi dan mencegah yang telah dijelaskan, orang tua dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan gumoh pada bayi. Penting untuk selalu mengamati kondisi bayi dan mengenali tanda-tanda bahaya yang memerlukan intervensi medis. Jika orang tua memiliki kekhawatiran atau bayi menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter atau spesialis anak. Aplikasi Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter anak secara praktis untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan akurat.