
Bayi Gumoh Lewat Hidung? Penyebab dan Cara Mengatasi!
Bayi Gumoh Lewat Hidung? Ini Penyebab & Cara Atasinya!

Bayi Gumoh Lewat Hidung: Penyebab, Cara Mengatasi, dan Kapan Harus ke Dokter
Gumoh pada bayi adalah hal yang umum terjadi, tetapi bagaimana jika bayi gumoh lewat hidung? Kondisi ini seringkali membuat orang tua khawatir. Artikel ini akan membahas penyebab bayi gumoh lewat hidung, cara mengatasi, serta kapan harus segera mencari pertolongan medis.
Apa Itu Gumoh pada Bayi?
Gumoh adalah keluarnya kembali susu atau makanan dari lambung bayi melalui mulut, dan terkadang melalui hidung. Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi, terutama pada usia beberapa minggu hingga beberapa bulan pertama kehidupannya.
Penyebab Bayi Gumoh Lewat Hidung
Bayi gumoh lewat hidung umumnya disebabkan oleh belum sempurnanya sistem pencernaan bayi. Berikut beberapa penyebab umum lainnya:
- Sistem Pencernaan Belum Sempurna: Katup (sfingter) antara kerongkongan dan lambung bayi belum berfungsi optimal. Hal ini menyebabkan susu atau makanan mudah naik kembali ke kerongkongan dan keluar melalui mulut atau hidung.
- Tersedak atau Terburu-buru: Bayi yang menyusu terlalu cepat atau terburu-buru cenderung menelan banyak udara. Udara yang berlebihan ini dapat mendorong susu naik ke kerongkongan dan keluar melalui hidung.
- Posisi Menyusu yang Kurang Tepat: Menyusui bayi sambil berbaring dapat meningkatkan risiko gumoh lewat hidung.
- Batuk atau Bersin: Saat bayi batuk, bersin, atau bahkan cegukan, tekanan dalam perut meningkat dan dapat mendorong isi lambung naik ke kerongkongan, lalu keluar melalui hidung.
Cara Mengatasi dan Mencegah Gumoh pada Bayi
Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi dan mencegah bayi gumoh, termasuk gumoh lewat hidung:
- Sendawakan Bayi Setelah Menyusu: Setelah menyusui, penting untuk menyendawakan bayi selama 5-15 menit. Ini membantu mengeluarkan udara yang tertelan selama proses menyusu.
- Posisi Tegak Setelah Menyusu: Pertahankan posisi bayi tegak atau setengah duduk selama 20-30 menit setelah menyusu. Hindari langsung membaringkan bayi.
- Hindari Menyusui Sambil Berbaring: Sebaiknya hindari menyusui bayi sambil berbaring, terutama telentang.
- Berikan ASI/Susu Formula Secukupnya: Jangan biarkan bayi terlalu lapar hingga menangis kencang sebelum menyusu, karena hal ini dapat membuatnya menyusu terburu-buru. Berikan ASI atau susu formula dalam porsi yang sesuai dengan usianya.
- Periksa Aliran Dot: Jika menggunakan botol susu, pastikan aliran dot tidak terlalu deras. Aliran yang terlalu deras dapat menyebabkan bayi tersedak dan menelan banyak udara.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun gumoh pada bayi umumnya tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika bayi mengalami:
- Berat badan tidak bertambah atau justru menurun.
- Muntah berwarna hijau, kuning, atau mengandung darah.
- Rewel berlebihan, tampak kesakitan, atau mengalami sesak napas.
- Kulit tampak kering, jarang buang air kecil, atau menunjukkan tanda-tanda dehidrasi.
- Demam.
Pertanyaan Umum Seputar Gumoh pada Bayi
T: Apakah gumoh pada bayi selalu berbahaya?
J: Tidak selalu. Gumoh umumnya normal dan akan berkurang seiring bertambahnya usia bayi.
T: Bagaimana cara membedakan gumoh dan muntah pada bayi?
J: Gumoh biasanya keluar dengan sedikit tenaga, sedangkan muntah biasanya menyembur dengan kuat.
T: Apakah posisi tidur bayi mempengaruhi gumoh?
J: Ya, membaringkan bayi telentang setelah menyusu dapat meningkatkan risiko gumoh.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Gumoh lewat hidung pada bayi umumnya merupakan kondisi yang normal dan akan membaik seiring waktu. Namun, penting untuk memperhatikan tanda-tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis jika diperlukan.
Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gumoh pada bayi Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak. Anda juga dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter dari jarak jauh dan mendapatkan saran medis yang tepat.


