15 November 2018

Bayi Juga Bisa Insomnia, Benarkah?

 Insomnia pada bayi, pengertian insomnia

Halodoc, Jakarta - Berdasarkan data riset internasional yang dilakukan US Census Bureau, International Data Base, diketahui bahwa 28 juta orang mengalami insomnia atau gangguan kesulitan tidur. Selain menyerang orang dewasa, Insomnia ternyata juga dapat menyerang bayi dan anak-anak.

Hasil survei yang dilakukan psikiater anak dari Providence, Rhode Island, insomnia secara signifikan telah memengaruhi 29 persen dari anak-anak secara keseluruhan. Menurut Dr. Judith A. Owens dari Rhode Island Hospital dan Brown University, prevalensi insomnia anak dengan gejala berat selama periode 1 bulan meningkat dari 8,4 persen pada pengidap usia 2 tahun, 28 persen pada usia 6-12 tahun, dan 32 persen pada usia 13-18 tahun. Daripada penasaran dan masih bertanya-tanya, berikut penyebab insomnia pada bayi.

  1. Ritme Jam Biologis Bayi Belum Stabil

Kebanyak bayi belum memiliki ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang benar, karena fungsi tubuhnya masih berkembang. Kebanyakan bayi sudah mendapatkan jam biologis tubuh yang benar ketika ia berusia 12 minggu. Beberapa bayi mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama dari itu.

Walaupun hal ini terkait dengan perkembangan fungsi tubuhnya, kamu tetap bisa membantu Si Kecil beradaptasi dan membiasakan dirinya dengan waktu tidur yang baik. Bantu bayi untuk bangun dan tidur pada waktu yang sama setiap harinya. Hal ini akan membantu si kecil beradaptasi dan menemukan jam biologisnya sendiri.

Hindari juga pemasangan lampu yang sangat terang di kamar ketika waktu tidur malam datang. Pasalnya, cahaya yang terlalu terang dapat menghalangi tubuh menghasilkan hormon melatonin, yaitu hormon yang merangsang rasa kantuk.

  1. Bayi Lapar

Bayi lapar adalah asalan yang paling umum bayi mengalami susah tidur atau terbangun di malam hari. Bayi baru lahir membutuhkan makanan lebih sering. Biasanya bayi hingga usia 18 bulan, diberi makan setiap empat jam atau sesuai permintaan Si Kecil dan tidak menutup kemungkinan merasakan kelaparan pada malam hari atau tepat sebelum ia tidur.

Apalagi jika pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya cukup pesat terjadi. Ia akan merasa lebih sering lapar dibandingkan biasanya. Oleh karena itu, sebaiknya kamu siapkan ASI untuk si kecil untuk memenuhi kebutuhannya. Kamu mungkin perlu menyusui setiap 2-3 jam sekali.

  1. Mengajak Bayi Main Sebelum Waktu Tidur

Hal ini juga sering kali menjadi penyebab bayi susah tidur pada malam hari. Dengan mengajaknya bermain atau membuat hal yang ia senangi, membuat Si Kecil larut dalam kegembiraan sehingga sulit untuk tidur.

Bayi adalah pemerhati yang baik dan sangat mudah teralihkan dengan suara atau gerakan yang menarik perhatiannya. Jadi jika kamu ingin bayi tidur pada waktu yang tepat atau kembali tidur setelah sempat terbangun, sebaiknya hindari mengajaknya bermain sesaat sebelum ia tidur.

Selain kamu sendiri yang menjadi penyebab bayi sulit tidur, telepon genggam (HP) juga dapat menstimulasi bayi untuk terus terbangun. Survey dari 715 orangtua di negara Barat menyimpulkan bahwa bayi yang diberi permainan di telepon genggam akan lebih sulit tidur pada malam hari. Hal ini diduga karena telepon genggam memancarkan cahaya warna biru yang dapat mengganggu produksi hormon melatonin.

Apabila bayi kamu terbangun pada malam hari, sebaiknya jangan terlalu cepat menenangkannya. Hal ini justru akan membuat Si Kecil semakin susah tidur, karena kamu seperti mengganggu bayi yang mengantuk akan tertidur. Untuk menghindarinya, jangan langsung bergerak atau mengambil tindakan pada tanda-tanda pertama gerakan dan suara dari si kecil saat sedang tidur.

  1. Bayi Terlalu Lelah atau Sebaliknya

Saat bayi kamu kelelahan, bayi akan mengalami susah tidur atau membuatnya kurang tidur. Selain itu, bayi juga akan lebih sering bangun hingga menjadi rewel. Lingkungan sekitar bayi yang terlalu berisik juga membuat bayi susah tidur atau tenang. Inilah mengapa sebaiknya bayi menghindari kebisingan sebelum waktu tidur. Cobalah untuk menciptakan lingkungan yang tenang agar bayi mudah tidur.

Apabila ada penyebab lain yang membuat bayi insomnia dan sulit untuk tidur pada malam hari, sebaiknya kamu mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Ibu tidak perlu meluangkan waktu khusus sampai meninggalkan anak di rumah demi berdiskusi pada dokter, melalui aplikasi Halodoc diskusi dapat dilakukan via Chat atau Voice Call/Video Call kapan dan di mana pun. Yuk, buruan download aplikasinya sekarang!

Baca juga: