Ad Placeholder Image

Bayi Newborn Cegukan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 April 2026

Penyebab Bayi Newborn Cegukan dan Cara Mudah Mengatasinya

Bayi Newborn Cegukan? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaBayi Newborn Cegukan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mengenal Kondisi Bayi Newborn Cegukan dan Penyebabnya

Cegukan pada bayi newborn merupakan fenomena fisiologis yang sangat umum terjadi dan biasanya tidak memerlukan kekhawatiran berlebih dari orang tua. Secara medis, kondisi ini dipicu oleh kontraksi tidak disengaja pada diafragma, yaitu otot berbentuk kubah yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut. Saat otot ini berkontraksi atau mengalami spasme, pita suara akan menutup dengan cepat sehingga menghasilkan suara khas yang dikenal sebagai cegukan.

Kondisi bayi newborn cegukan seringkali dianggap sebagai tanda bahwa bayi sedang bertumbuh atau sistem sarafnya sedang berkembang. Sebagian besar kasus cegukan pada bayi bersifat tidak berbahaya dan akan berhenti dengan sendirinya dalam waktu singkat. Namun, memahami pemicu dasarnya sangat penting agar langkah pencegahan yang tepat dapat dilakukan untuk meminimalkan ketidaknyamanan pada bayi.

Penyebab Umum Bayi Newborn Cegukan Saat Menyusu

Penyebab paling sering dari munculnya cegukan pada bayi baru lahir berkaitan erat dengan aktivitas makan dan sistem pencernaan yang belum sempurna. Berikut adalah beberapa faktor utama yang sering memicu terjadinya kontraksi pada diafragma bayi:

  • Menelan Udara atau Aerofagia: Saat bayi menyusu, baik melalui puting ibu maupun botol susu, ada kemungkinan udara ikut tertelan dalam jumlah besar. Udara yang terperangkap di dalam lambung akan memberikan tekanan mekanis pada diafragma.
  • Pemberian Makan Terlalu Cepat: Ketika bayi minum susu dengan terburu-buru, lambung akan mengembang dengan sangat cepat. Ekspansi lambung yang mendadak ini dapat merangsang saraf yang mengontrol diafragma sehingga memicu cegukan.
  • Perubahan Suhu Drastis: Suhu di dalam lambung yang berubah secara tiba-tiba, misalnya saat bayi diberikan susu yang suhunya tidak stabil atau adanya perubahan suhu lingkungan, dapat memicu spasme otot.
  • Organ Pencernaan Belum Matang: Bayi lahir dengan sistem saraf dan pencernaan yang masih dalam tahap perkembangan. Belum matangnya koordinasi antara pernapasan dan proses menelan membuat bayi lebih rentan mengalami cegukan dibandingkan orang dewasa.

Cara Mengatasi Bayi Newborn Cegukan dengan Efektif

Meskipun cegukan biasanya akan hilang dengan sendirinya, ada beberapa metode yang dapat dilakukan untuk membantu menenangkan diafragma bayi yang sedang berkontraksi. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi tekanan di dalam perut dan membantu bayi merasa lebih nyaman.

Menyendawakan bayi adalah teknik yang paling direkomendasikan. Caranya adalah dengan mengangkat bayi dan menyandarkannya di bahu dengan posisi tegak, kemudian menepuk punggungnya secara perlahan dan lembut. Proses ini membantu mengeluarkan udara yang terjebak di saluran cerna atas sebelum udara tersebut menekan diafragma lebih lanjut.

Pijatan lembut juga bisa menjadi solusi alternatif. Orang tua dapat melakukan pemijatan di area punggung atau perut bayi dengan gerakan melingkar searah jarum jam. Tekanan ringan ini membantu merelaksasi otot-otot di sekitar perut. Jika bayi sudah mulai menunjukkan rasa tidak nyaman, penggunaan empeng terkadang membantu karena gerakan menghisap dapat membantu mengatur ritme pernapasan dan menenangkan diafragma.

Mengatur posisi tidur juga memiliki peran dalam kenyamanan bayi. Memosisikan bayi tidur telentang dengan lutut yang sedikit ditekuk dapat membantu mengurangi tekanan pada area abdomen. Selain itu, menjaga kelembapan udara di kamar bayi dengan menggunakan humidifier dapat mencegah iritasi pada saluran pernapasan yang mungkin memicu kontraksi otot.

Menjaga Kesehatan dan Kenyamanan Bayi Newborn

Dalam merawat bayi baru lahir, kenyamanan fisik adalah prioritas utama. Terkadang cegukan yang disertai dengan kondisi lain seperti rasa tidak nyaman atau gejala kesehatan ringan lainnya memerlukan perhatian ekstra. Menjaga ketersediaan perlengkapan medis dasar di rumah sangat dianjurkan untuk menghadapi situasi yang tidak terduga.

Jika bayi mengalami gejala ketidaknyamanan yang disertai dengan demam setelah mengalami kondisi tertentu, penggunaan obat pereda nyeri dan demam yang aman untuk anak dapat dipertimbangkan. Produk ini mengandung paracetamol yang diformulasikan secara khusus agar mudah dikonsumsi dan efektif dalam menurunkan suhu tubuh serta memberikan kenyamanan pada bayi.

Kapan Harus Waspada Terhadap Bayi Newborn Cegukan?

Walaupun bayi newborn cegukan adalah hal yang wajar, terdapat beberapa kondisi spesifik yang memerlukan perhatian medis segera. Orang tua harus waspada jika intensitas cegukan dirasa tidak normal atau terjadi dalam durasi yang sangat lama.

Gejala yang harus diwaspadai meliputi cegukan yang terjadi secara terus-menerus selama lebih dari satu hari tanpa ada jeda. Selain itu, perhatikan apakah cegukan disertai dengan gejala Gastroesophageal Reflux atau GERD. Tanda-tanda refluks asam lambung pada bayi meliputi seringnya terjadi gumoh atau muntah dalam jumlah banyak, bayi terlihat rewel setelah makan, serta sering melengkungkan punggung seperti sedang menahan rasa sakit.

Apabila cegukan tersebut mengganggu pola tidur bayi, menghambat proses menyusui, atau disertai dengan tangisan yang terus-menerus, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat. Deteksi dini terhadap gangguan pencernaan atau gangguan saraf dapat membantu pemberian penanganan yang tepat sasaran bagi sang buah hati.

Rekomendasi Medis dan Kesimpulan di Halodoc

Cegukan pada bayi baru lahir merupakan bagian dari proses adaptasi sistem tubuh terhadap dunia luar. Sebagian besar pemicunya adalah faktor mekanis seperti cara menyusu dan kematangan organ yang masih berproses. Penanganan mandiri seperti menyendawakan bayi dan menjaga ritme pemberian makan biasanya cukup efektif untuk meredakan kondisi ini tanpa bantuan obat-obatan khusus untuk cegukannya sendiri.

Sebagai langkah antisipasi kesehatan menyeluruh, pastikan untuk selalu memantau pertumbuhan bayi secara rutin. Jika ditemukan kejanggalan pada intensitas cegukan atau muncul gejala penyerta yang mencemaskan, layanan kesehatan digital seperti Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak secara online. Melalui konsultasi tersebut, orang tua bisa mendapatkan edukasi lebih mendalam mengenai pola asuh dan penanganan medis yang tepat untuk bayi newborn.