Jangan Tertukar, Ini Bedanya Golongan Darah dan Rhesus Darah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jangan Tertukar, Ini Bedanya Golongan Darah dan Rhesus Darah

Halodoc, Jakarta – Zat antigen pada sel darah merah dan plasma darah menentukan jenis golongan darah seseorang. Antigen berfungsi sebagai penanda sel tubuh agar tubuh bisa membedakan sel tubuh sendiri dan sel yang berasal dari luar tubuh. Jika ada sel yang memiliki antigen yang berlawanan masuk ke dalam tubuh, maka sistem kekebalan tubuh otomatis mulai melawan sel yang dianggap asing tersebut dengan memproduksi antibodi.

Baca Juga: 9 Orang Ini Tidak Boleh Lakukan Donor Darah

Sistem yang paling umum digunakan untuk mengklasifikasikan darah adalah sistem golongan darah ABO dan sistem tipe Rhesus (Rh). Kedua sistem ini dapat membantu jika kamu ingin melakukan transfusi darah. Lantas, apa yang membedakan golongan darah dan rhesus darah? Berikut penjelasannya.

  1. Golongan Darah

Dua antigen yang ditemukan pada permukaan sel darah merah disebut antigen A dan antigen B. Sistem pengelompokan golongan darah ABO berdasarkan pada antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Seseorang mewarisi kombinasi antigen golongan darah tertentu yang dimiliki dari orang tua. Berikut sistem pengelompokan ABO berdasarkan antigen:

  • Golongan darah A memiliki antigen A pada sel darah merah dengan memproduksi antibodi anti-B dalam plasma darah.

  • Golongan darah B memiliki antigen B dengan memproduksi antibodi anti-A dalam plasma darah.

  • Golongan darah O tidak memiliki antigen, tetapi golongan darah ini memproduksi kedua antibodi, yakni anti-A dan anti-B dalam plasma darah.

  • Golongan darah AB memiliki antigen A dan B dalam sel darah merah, tetapi tidak memproduksi antibodi.

Menerima darah dari kelompok ABO yang tidak sesuai dengan antigennya dapat mengancam jiwa. Jika seseorang dengan darah golongan darah B diberikan darah dari seseorang yang memiliki golongan darah A, maka antibodi anti-A mereka menyerang sel-sel golongan darah A. Sel darah merah kelompok O tidak memiliki antigen A atau B, maka jenis golongan darah ini mendonorkannya kepada orang lain. Meski begitu, ini masih perlu dipertimbangkan keamanannya.

Baca Juga: Waspadai Kehamilan Berbeda Rhesus Darah

  1. Rhesus Darah

Sistem golongan darah lainnya yang biasa digunakan adalah sistem rhesus (sistem Rh). Pada sistem ini, kalau kamu memiliki antigen yang disebut antigen RhD pada permukaan sel darah merah, maka kamu memiliki Rhesus positif (Rh +). Jika tidak, berarti kamu memiliki Rhesus negatif (Rh-). Artinya, kamu dapat menjadi salah satu dari delapan golongan darah:

  • A RhD positif (A +);

  • A RhD negative (A-);

  • B RhD positif (B +);

  • B RhD negatif (B-);

  • O RhD positif (O +);

  • O RhD negatif (O-);

  • AB RhD positif (AB +);

  • AB RhD negative (AB-).

Pada kebanyakan kasus, darah negatif O RhD (O-) masih aman diberikan kepada siapa pun. Darah dengan rhesus ini sering digunakan dalam keadaan darurat medis ketika golongan darah tidak segera diketahui. Kondisi ini aman untuk sebagian besar penerima karena tidak memiliki antigen A, B atau RhD di permukaan sel, dan kompatibel dengan setiap golongan darah ABO dan RhD lainnya.

Baca Juga: Inilah Kepribadian Menurut Golongan Darah

Jadi, apakah kamu sudah tahu golongan darah dan rhesus darah yang kamu miliki? Kalau belum, lakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui jenis golongan darah dan rhesus. Tidak perlu repot, sekarang cek laboratorium bisa di mana saja. Pesan melalui Halodoc dan pilih jenis pemeriksaan yang ingin kamu lakukan. Kemudian, petugas lab datang sesuai waktu yang ditetapkan.

Referensi :
NHS. Diakses pada 2019. Blood groups.
My Dr. Diakses pada 2019. Blood typing.