16 January 2019

Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non-Alergi

Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non-Alergi

Halodoc, Jakarta – Rhinitis alergi dan rhinitis non-alergi adalah dua kondisi yang berbeda. Rhinitis alergi merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan pada rongga hidung yang terjadi akibat reaksi alergi. Sedangkan pada rhinitis non-alergi, bersin kronis atau hidung tersumbat terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Pada dasarnya, gejala-gejala yang muncul pada rhinitis non-alergi menyerupai gejala rhinitis alergi. Hanya saja, pada rhinitis non-alergi, tidak ditemukan bukti bahwa gejala yang muncul merupakan reaksi alergi, malahan gejala tersebut seringnya tidak diketahui terjadi karena apa. Nah, agar lebih jelas apa perbedaannya, simak penjelasan seputar rhinitis alergi dan rhinitis non-alergi berikut!

Baca juga: Kenali Perbedaan Rhinitis Alergi dan Sinusitis

Apa Itu Rhinitis Alergi?

Rhinitis alergi merupakan peradangan pada rongga hidung yang terjadi sebagai reaksi dari alergi. Kondisi ini biasanya memicu gejala, seperti hidung tersumbat, hidung berair, bersin-bersin, mudah merasa lelah, mata terasa gatal dan berair, hingga batuk yang tak kunjung reda. Biasanya, gejala tersebut akan segera muncul setelah seseorang terpapar zat penyebab alergi (alergen).

Sebenarnya, gejala yang muncul akibat rhinitis alergi bersifat ringan, meski gejala bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Dengan kata lain, ada kemungkinan rhinitis alergi memicu munculnya alergi yang bersifat cukup berat dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika rhinitis alergi menyebabkan gejala yang berat dan tidak membaik, bahkan setelah konsumsi obat, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Apa Perbedaan Rhinitis Alergi dengan Rhinitis Non-alergi?

Perbedaan utama dari kedua kondisi ini adalah penyebab munculnya gejala. Pada rhinitis alergi, peradangan bisa terjadi karena adanya paparan alergen alias zat pemicu alergi. Rhinitis alergi bisa saja terjadi karena adanya kelupasan kulit mati, bahan kimia, rambut hewan, hingga tungau debu di rumah. Sedangkan penyebab rhinitis non-alergi, bisa jadi adalah faktor lingkungan, kerusakan jaringan di dalam hidung, hingga infeksi.

Baca juga: 3 Cara Menyembuhkan Rhinitis Alergi

Rhinitis non-alergi bisa terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, namun lebih umum terjadi setelah seseorang berusia 20 tahun. Meski demikian, sebenarnya rhinitis alergi lebih umum terjadi dibanding rhinitis non-alergi.

Meski belum diketahui secara pasti penyebab dari rhinitis non-alergi, namun banyak yang menyebut bahwa kondisi ini terjadi saat pembuluh darah di hidung melebar. Cara mengobati kondisi ini tergantung pada seberapa parah gejala yang muncul dan sejauh apa kondisi ini mengganggu.

Jika gejala yang muncul masih bersifat ringan, maka pengobatan bisa dilakukan di rumah dengan cara menghindari pemicu rhinitis non-alergi. Namun, jika gejala yang muncul sudah cukup mengganggu, biasanya dibutuhkan obat-obatan tertentu untuk meredakan gejala.

Saat gejala rhinitis terasa mengganggu, kamu bisa mengatasinya dengan spray garam untuk hidung. Biasanya, produk ini dijual bebas di pasaran dan aman untuk digunakan. Atau kamu bisa membuatnya sendiri di rumah dengan melarutkan garam dengan air, dan gunakan untuk membilas iritan hidung. Cara ini bertujuan untuk membantu mengencerkan lendir dan menenangkan membrane hidung, sehingga gejala rhinitis pun akan membaik.

Baca juga: Waspada Komplikasi Rhinitis Bila Tak Segera Ditangani

Jika memiliki riwayat kondisi ini, disarankan untuk tidak merokok dan menjauhi paparan asap rokok. Sebab, merokok bisa mengganggu saluran pernapasan dan memperparah rhinitis non-alergi yang terjadi.

Cari tahu lebih lanjut seputar perbedaan rhinitis alergi dan rhinitis non-alergi dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!