Begini Cara Diagnosis Fetal Alcohol Syndrome

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Fetal Alcohol Syndrome

Halodoc, Jakarta - Hal yang terjadi ketika meminum alkohol saat hamil adalah alkohol akan memasuki aliran darah. Dari aliran darah, alkohol akan diserap oleh janin yang sedang berkembang melalui plasenta. Padahal, janin yang belum berkembang sempurna belum dapat memproses alkohol dalam tubuhnya seperti orang dewasa.

Alkohol juga akan mengganggu pengiriman oksigen dan nutrisi yang optimal untuk bayi yang sedang berkembang. Karena itulah paparan alkohol sebelum kelahiran dapat membahayakan perkembangan jaringan dan organ tubuh serta menyebabkan kerusakan otak secara permanen pada bayi. Semakin banyak ibu minum alkohol saat hamil, maka semakin besar pula risiko bayi mengalami Fetal Alcohol Syndrom (FAS). Apalagi jika kamu meminum alkohol selama trimester pertama. Saat itulah janin berada dalam tahap perkembangan utama. Namun, risikonya akan terus ada selama kehamilan.

Gejala FAS tidak spesifik, dan sering kali mirip dengan gejala yang ditimbulkan oleh kondisi lain. Contohnya, daya ingat lemah juga terjadi pada pengidap ADHD. Sebenarnya belum ada prosedur pemeriksaan yang dapat digunakan untuk mendiagnosis kondisi ini secara pasti. Diagnosis dilakukan oleh dokter dengan menanyakan riwayat konsumsi alkohol pada ibu dan memeriksa tanda yang muncul pada anak setelah dilahirkan. Beberapa tanda yang akan diperiksa, yaitu:

  • Bentuk wajah dan tulang.

  • Ukuran kepala.

  • Grafik pertumbuhan.

  • Penglihatan dan pendengaran.

  • Kemampuan anak dalam bergerak.

  • Kemampuan berbicara anak.

Diagnosis juga dilakukan dengan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain. Misalnya, jika anak berisiko memiliki kelainan gen yang diturunkan, dapat dilakukan pemeriksaan genetik, baik setelah dilahirkan atau sejak dalam kandungan.

Kebiasaan mengonsumsi alkohol pada ibu selama masa kehamilan merupakan penyebab munculnya kondisi ini. Ibu yang mengonsumsi alkohol selama masa kehamilan bukan hanya dapat menyebabkan FAS pada anak, tapi juga meningkatkan risiko keguguran. Tidak ada kadar aman konsumsi alkohol pada ibu hamil. Artinya , banyak ataupun sedikit alkohol yang dikonsumsi, tetap berpotensi menyebabkan FAS.

Berbeda waktu konsumsi alkohol selama masa kehamilan, maka berbeda pula risiko yang akan diterima:

  • Trimester awal. Konsumsi alkohol pada trimester awal bisa menyebabkan pertumbuhan bentuk wajah menjadi tidak normal, dan memperlambat perkembangan janin dalam kandungan.

  • Trimester kedua. Konsumsi alkohol pada tahap ini dapat menyebabkan anak memiliki IQ yang rendah, panjang dan berat badan yang tidak normal saat dilahirkan, serta mengalami gangguan pada kemampuan kognitif seperti membaca dan menghitung.

  • Trimester ketiga. Konsumsi alkohol pada trimester ketiga dapat menyebabkan kelainan pada tinggi badan sejak lahir dewasa.

Gangguan fetal alcohol syndrom saat masa kehamilan harus perlu diwaspadai dan dihindari. Cara terbaik untuk mencegah terjadinya kondisi ini adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol selama hamil. Selain itu, lakukan hal-hal berikut ini:

  • Menghindari kegiatan atau kondisi yang dapat memicu munculnya keinginan untuk mengonsumsi alkohol.

  • Ikut serta dalam grup atau komunitas yang memiliki keinginan dan permasalahan yang sama.

Perlu diingat kembali bahwa tidak ada jumlah aman dalam mengonsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan. Ibu hamil memang seharusnya berhenti meminumnya, setidaknya selama masa kehamilan hingga menyusui. Apabila kamu terlanjur mengalami FAS, sebaiknya segera mengkomunikasikan kondisi kehamilan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.