• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Tepat Membantu Anak Meraih Mimpinya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Tepat Membantu Anak Meraih Mimpinya

Begini Cara Tepat Membantu Anak Meraih Mimpinya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 19 November 2021
Begini Cara Tepat Membantu Anak Meraih Mimpinya

“Setiap orang pasti memiliki mimpi sejak kecil, oleh karena itu, sebagai orangtua kamu harus tahu cara membantu anak meraih mimpi. Orangtua harus menjadi orang yang suportif, tidak menghakimi, dan tidak mengekang, atau memaksa kehendak kepada anak. Biarkan mereka mengejar impiannya sendiri, sementara itu orangtua bertindak sebagai pendukung dan pelindung mereka.”

Halodoc, Jakarta – Mimpi adalah salah satu yang dimiliki setiap orang, bahkan dimulai saat seseorang masih kecil. Tidak sedikit di antara orang yang berhasil “living the dream”, dan semua mimpi itu bermula dari mimpi sederhana saat masih di bangku sekolah.

Sebagai orangtua, kamu juga pasti berharap agar anak-anak memiliki impian besar dalam hidupnya, sehingga hal tersebut akan memotivasi mereka untuk hidup lebih baik lagi.  Mimpi memicu semangat untuk diri sendiri agar bisa melakukan hal-hal hebat dan menjadi versi diri yang lebih besar.

Namun, membantu anak untuk meraih impian mereka nyatanya bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Apalagi sebagai orangtua, kamu mungkin memiliki aturan atau nilai-nilai yang harus diterapkan pada anak agar menjadikannya tetap disiplin. Lantas, seperti apa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak meraih mimpinya? Simak ulasannya berikut ini!

Cara Membantu Anak Meraih Mimpinya

Berikut ini beberapa cara yang bisa orangtua lakukan untuk membantu anak meraih mimpinya:

  1. Berikan Bimbingan, tetapi Jangan Mengendalikan

Anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan eksplorasi yang besar. Mereka akan belajar keterbatasan, ketakutan, dan keraguan dari orang lain, terutama orangtua. Coba tanyakan pada diri sendiri: Apakah sebagai orangtua kamu telah memaksakan mimpi atau harapan kepada anak? Apakah kamu bertanya kepada mereka apa yang mereka inginkan, atau apakah kamu sebagai orangtua selalu berasumsi bahwa selalu lebih tahu daripada anak? Jadi, cobalah jadi pemandu untuk anak, tetapi selalu biarkan anak-anak memilih apa yang mereka inginkan, meski kalian berbeda pandangan. 

  1. Berikan Kebebasan Pengalaman

Setiap kali orangtua mencoba untuk melarang sesuatu, itu malah membuat anak malah semakin ingin tahu dan memberontak. Coba biarkan anak mengalami sedikit kegagalan akibat kecerobohannya sendiri. Setelah itu, ajak mereka berdiskusi dan bantu mereka untuk membuat keputusan secara sadar bagi diri mereka sendiri dengan menanyakan, “Apa yang akan tercipta dalam hidup kamu jika memilih jalan ini?”

  1. Jadilah Orangtua yang Tidak Menghakimi 

Tahan diri dari menilai anak sebagai benar, salah, baik, atau buruk untuk apa pun yang mereka lakukan, bahkan jika mereka mendapat masalah. Pahamilah bahwa anak akan belajar dari konsekuensinya dan tetap berada di sisinya saat mereka terpuruk. 

Coba untuk memberdayakan mereka untuk mengetahui bahwa mereka memiliki kekuatan untuk menangani dan mengubah apa pun yang tidak berhasil dalam hidup mereka. Dan jangan sekali-kali menghakimi keputusan anak. 

  1. Jangan Mengejar Kesempurnaan

Ada hal yang perlu setiap orangtua wajib pahami, salah satunya adalah kenyataan bahwa peran orangtua adalah membesarkan anak dan membuatnya bahagia, bukan membentuknya menjadi manusia yang paling sempurna. Saat anak baru saja belajar melukis atau bermain musik, jangan pikirkan perkembangannya sudah sejauh apa, tetapi pastikan mereka bahagia saat melakukannya. 

Sadarilah bahwa dengan berusaha menjadikan anak bahagia akan mencegah stres dan tekanan yang mungkin akan dihadapi orangtua.

  1. Dengarkan dan Dukung Secara Aktif Mimpi Anak Saat Ini 

Anak-anak terus mengeksplorasi dan menemukan ketertarikan baru. suatu hari mereka ingin menjadi pilot, berikutnya seorang seniman, seorang bintang film, dan masih banyak lagi. Saat anak Anda mengungkapkan mimpinya, hadir dan perhatikan. Biarkan mereka memilih sendiri. Saat anak berubah impian, bersedialah untuk mengubah dukungan agar sesuai. 

Selain itu, saat mereka hendak memutuskan sesuatu, coba tanyakan, “Apakah kamu telah menciptakan hidup sesuai keinginan? Dan apakah ini tujuan yang benar-benar ingin kamu tuju?” Namun jangan pengaruhi keputusannya, sebab orangtua hanya bertugas untuk memastikan anak benar-benar sudah memiliki keputusan yang bulat akan suatu hal.

Namun, jika suatu saat kamu menemukan anak terlihat stres, sedih, dna tidak mau menceritakan masalahnya, mungkin sudah waktu yang tepat untuk mengajaknya bertemu psikolog. Kamu pun bisa buat janji dengan psikolog anak di rumah sakit lewat Halodoc supaya lebih mudah. Praktis bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Pittsburgh Parent. Diakses pada 2021. 7 Ways to Ignite Your Child’s Dreams.
Thrive on Challenge. Diakses pada 2021. 10 Healthy Ways to Support Your Child’s Dreams.