Begini Prosedur EKG untuk Deteksi Penyakit Jantung Koroner

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Begini Prosedur EKG untuk Deteksi Penyakit Jantung Koroner

Halodoc, Jakarta – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung, salah satunya dengan menjalani pemeriksaan elektrokardiogram. Pemeriksaan elektrokardiogram atau EKG adalah pemeriksaan sederhana yang digunakan untuk mengukur atau merekam aktivitas listrik pada jantung.

Baca juga: Tanpa Sayatan dan Aliran Listrik, Bagaimana Elektrokardiogram Dilakukan?

Pemeriksaan ini dibantu dengan penggunaan mesin pendeteksi impuls listrik yang disebut dengan elektrokardiograf. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa apa pun pada fisik. Ada beberapa gangguan jantung yang direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan elektrokardiogram seperti nyeri pada bagian dada, mengalami kesulitan bernapas, cepat merasa lelah dan lemas, serta adanya gangguan irama jantung.

Indikasi Penyakit yang Perlu Dilakukan dengan Elektrokardiogram

Elektrokardiogram dapat digunakan untuk memastikan kondisi kesehatan jantung. Pemeriksaan ini digunakan dalam pendeteksian beberapa penyakit gangguan jantung, seperti:

  1. Serangan jantung.

  2. Penyakit jantung koroner.

  3. Gangguan elektrolit.

  4. Keracunan dan efek samping obat.

  5. Evaluasi efektivitas dari alat pacu jantung.

Ketahui Jenis Elektrokardiogram

Ada beberapa jenis elektrokardiogram yang digunakan untuk memastikan kesehatan jantung, di antaranya:

1. Stress Test (EKG Treadmill)

Berbeda dengan pemeriksaan elektrokardiogram yang standar, pemeriksaan EKG treadmill dilakukan dengan menggunakan alat seperti alat treadmill. Perekaman aktivitas listrik dilakukan ketika pasien melakukan kegiatan atau aktivitas dalam hal ini adalah kegiatan treadmill.

2. Holter Monitor

Alat ini cukup kecil dan penggunaannya dikalungkan pada bagian leher dan electrode yang ditempel pada bagian dada. Holter monitor merekam hasil elektrokardiogram selama 1 hingga 2 hari. Meskipun alat ini dikalungkan pada pasien, pasien diperbolehkan untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Namun, holter monitor dan electrode yang terpasang tidak boleh terkena air.

Bagaimana Prosedur Elektrokardiogram?

Sebaiknya ketahui bagaimana prosedur dari pemeriksaan elektrokardiogram, yaitu sebagai berikut:

1. Sebelum Pemeriksaan

Tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan elektrokardiogram. Terkadang EKG dilakukan pada keadaan darurat untuk mengetahui serangan jantung yang terjadi pada seseorang. Jika kamu sudah dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan EKG, hindari penggunaan losion, minyak atau bedak pada tubuh terutama pada bagian dada. Jangan lupa untuk membersihkan bagian tubuh khususnya dada dari bulu-bulu yang tumbuh pada bagian tersebut agar electrode dapat menempel pada tubuh kamu dengan baik.

2. Saat Pemeriksaan

Pemeriksaan ini umumnya berlangsung selama 5-8 menit. Ketika pemeriksaan, pasien akan dilarang untuk menggunakan aksesori hingga pakaian. Pasien menggunakan pakaian khusus untuk pemeriksaan EKG. Pasien juga diminta untuk berbaring dan alat electrode ditempel pada bagian dada, lengan serta tungkai pasien. Tiap electrode yang menempel nyatanya akan merekam aktivitas kelistrikan jantung.

3. Setelah Pemeriksaan

Setelah pemeriksaan pasien diperbolehkan untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Beberapa informasi yang didapatkan setelah pemeriksaan EKG adalah denyut jantung, irama jantung, perubahan struktur otot jantung serta suplai oksigen untuk otot jantung.

Lalu apakah pemeriksaan ini menimbulkan efek samping? Pemeriksaan ini dapat menyebabkan iritasi pada bagian kulit yang ditempelkan oleh mesin-mesin electrode. Umumnya iritasi disebabkan karena alergi. Selain itu, pencabutan mesin electrode dari kulit terkadang menimbulkan rasa sakit meskipun tidak terlalu parah.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai pemeriksaan elektrokardiogram dan tentang penyakit jantung. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Elektrokardiogram untuk Deteksi Penyakit Apa Saja?