• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Menggabungkan 2 Jari bisa Deteksi Kanker Paru? 

Benarkah Menggabungkan 2 Jari bisa Deteksi Kanker Paru? 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Beredar informasi bahwa kanker paru-paru bisa dideteksi melalui jari-jari tangan. Tes sederhana ini dilakukan dengan menggabungkan atau menempelkan kedua kuku jari telunjuk. Setelah itu perhatikan, apakah ada celah di antara kedua kuku. Jika terdapat celah kecil berbentuk berlian di atas kedua kuku, dikatakan normal alias tidak memiliki risiko kanker paru-paru. 

Sebaliknya, jika kamu tidak menemukan adanya celah pada tes yang bernama Schamroth's window test ini, maka bisa jadi ada masalah. Tidak ada celah di antara kedua kuku jari disebut sebagai tanda seseorang mengidap penyakit kanker paru-paru atau berisiko. Sejumlah ahli menyebut bahwa tumor bisa menghasilkan hormon yang kemudian menumpuk cairan di kuku jari. 

Baca juga: Batuk Terus? Waspada Kanker Paru-paru

Belum Tentu Benar 

Kanker paru-paru adalah kondisi yang terjadi karena munculnya sel ganas alias kanker pada organ paru-paru. Jenis kanker ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang perokok. Kabar buruknya, penyakit ini sering terlambat disadari karena gejala yang muncul berkembang secara lambat, bahkan terkadang tidak memicu gejala sama sekali pada tahap awal.

Namun, baru-baru ini beredar sebuah informasi yang menyebut bahwa kanker paru-paru bisa dideteksi dengan tes sederhana bernama Schamroth's window test. Caranya, gabungkan atau tempelkan kedua kuku jari telunjuk tangan. Lihat apakah ada celah di antara kedua kuku atau tidak. Kanker paru-paru disebut rentan menyerang orang yang tidak memiliki celah di antara kedua kuku. 

Hal ini bisa saja benar, sebab salah satu gejala awal penyakit kanker paru-paru adalah pembengkakan pada jari. Sel kanker yang berkembang disebut memicu hormon yang kemudian menyebabkan penumpukan cairan pada bagian tubuh, termasuk jari-jari tangan. Pembengkakan pada jari tangan akibat kanker paru-paru disebut dengan istilah finger clubbing. Selain pada jari-jari tangan, pembengkakan juga bisa terjadi di area wajah atau bagian tubuh lain. 

Baca juga: Perokok Pasif Juga Harus Tahu, 8 Tanda Kanker Paru

Meski begitu, jari-jari tangan yang bengkak belum tentu benar gejala penyakit kanker paru-paru. Bisa jadi, kondisi ini muncul karena ada gangguan kesehatan lain. Gangguan kesehatan memang bisa saja memicu gejala pada seluruh bagian tubuh, termasuk jari-jari tangan. Maka dari itu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika merasa mengalami keanehan pada bentuk atau ukuran kuku. 

Pemeriksaan ke dokter bisa membantu mendeteksi penyebab jari bengkak dan segera mengetahui apa tindakan yang perlu dilakukan. Kanker paru-paru sendiri membutuhkan serangkaian pemeriksaan untuk dideteksi, tidak bisa hanya dengan tes sederhana dengan kuku jari. Ada sejumlah gejala lain yang bisa muncul sebagai gejala penyakit kanker paru-paru. 

Semakin cepat kanker paru-paru dideteksi, maka akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan dari pengobatan yang diberikan. Sayangnya, penyakit ini sering terlambat ditangani karena jarang menimbulkan gejala pada awalnya. Gejala kanker paru-paru biasanya baru terlihat saat tumor sudah cukup besar atau kanker sudah menyebar ke jaringan di organ sekitar. Secara umum, kanker paru-paru memicu gejala berupa batuk kronis, batuk berdarah, penurunan berat badan drastis, sesak napas, serta nyeri dada dan tulang. 

Baca juga: Dampak Udara Kotor pada Kesehatan Paru-paru

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker paru-paru dan bagaimana cara penyakit ini dideteksi dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Lung Cancer.
Cancer Research UK. Diakses pada 2019. Finger clubbing.
Metro UK. Diakses pada 2019. This ‘diamond gap’ fingernail test could show an early sign of lung cancer.