• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah MSG Berbahaya untuk Bumil? Cek Kebenarannya Di Sini
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah MSG Berbahaya untuk Bumil? Cek Kebenarannya Di Sini

Benarkah MSG Berbahaya untuk Bumil? Cek Kebenarannya Di Sini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc : 06 November 2017
Benarkah MSG Berbahaya untuk Bumil? Cek Kebenarannya Di SiniBenarkah MSG Berbahaya untuk Bumil? Cek Kebenarannya Di Sini

Halodoc, Jakarta – Mononatrium Glutamat atau yang biasa dikenal dengan sebutan MSG, sering dianggap sebagai bahan makanan yang tidak sehat dan dapat memberi dampak berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak, apalagi untuk ibu hamil. Tapi ternyata ada fakta yang menggembirakan, lho untuk bumil, yaitu MSG belum terbukti dapat menimbulkan risiko serius pada bayi dalam kandungan. Meski begitu, bumil tetap diharapkan menjaga kesehatan dengan membatasi penggunaan penyedap rasa tersebut. Yuk, ketahui tentang sejauh mana ibu boleh mengonsumsi MSG lebih lanjut.

Fakta Tentang MSG
Pada kebanyakan masakan, MSG atau mecin memang sering digunakan untuk membuat makanan menjadi lebih gurih dan enak dimakan. Penyedap rasa tersebut terbuat dari garam, asam amino glutamate dan air. Jika MSG dikonsumsi, molekul MSG akan terurai menjadi glutamate dan garam natrium yang kemudian diserap oleh usus. Glutamat dalam MSG lah yang dapat memberi rasa umami atau nikmat di dalam indera pengecap seseorang. Dan tidak hanya pada mecin, glutamate juga terdapat pada berbagai jenis makanan lain, seperti tomat, keju parmesan, scallop, terasi, dan lain-lain. Menggunakan mecin sama saja halnya dengan menggunakan sumber makanan alami tersebut, karena sama-sama mengandung glutamate yang akan diserap oleh tubuh. Jadi, MSG dapat dimasukkan ke dalam kategori zat tambahan makanan, sama seperti garam, gula, dan lain-lain yang dinyatakan aman oleh WHO dan BPOM di Indonesia. Mengonsumsi MSG tidak akan menimbulkan efek racun dalam tubuh dan tidak memengaruhi kesehatan janin.

Sempat terjadi gangguan kesehatan, seperti rasa mual, pening, wajah memerah, jantung berdebar-debar dan sesak nafas pada orang-orang yang memakan masakan chinese yang mengandung MSG. Namun, setelah diteliti lebih dalam, gangguan kesehatan tersebut tidak terbukti disebabkan oleh MSG.

Dampak MSG untuk Ibu Hamil
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Sampai saat ini, belum terbukti jika ibu hamil mengonsumsi makanan yang mengandung MSG, maka akan membuat bayi yang dilahirkan mengalami gangguan kesehatan. Malah para pakar dalam pertemuan consensus Hohenheim tahun 2007 mengungkapkan bahwa glutamate dalam dosis tinggi sekalipun tidak akan masuk ke dalam sirkulasi janin. Pernyataan tersebut semakin diperkuat dengan sebuah penelitian kepada tikus kecil. Seekor tikus jantan diberi MSG dengan dosis sebanyak 6000 mg/kg berat badan dan tikus betina diberi MSG sebanyak  7200 mg per hari. Hasilnya, tidak ada gangguan pada sistem reproduksi tikus-tikus tersebut dan tidak ditemukan gangguan perkembangan janin. Sedangkan pada manusia, tidak pernah timbul efek yang berbahaya dari mengonsumsi makanan yang diberi MSG sebagai penyedap rasa. Namun, BPOM Indonesia melarang dengan tegas penambahan MSG pada makanan pendamping ASI maupun susu formula untuk menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin timbul, karena pencernaan anak-anak masih belum kuat.

Batasan Jumlah Penggunaan MSG
Untuk batas dosis penggunaan MSG pun belum ada peraturan atau pernyataan yang jelas dari lembaga pangan dan kesehatan dunia (FAO atau WHO). Itu berarti MSG boleh digunakan sesuai dengan keperluan, tanpa ada batasan maksimalnya. Sejauh ini, yang sudah diketahui dengan pasti adalah menggunakan MSG sebanyak 5 gram per hari sudah dapat membuat seseorang merasakan gurih dalam tingkat yang optimal. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 juga menganjurkan untuk membatasi penggunaan MSG yang tidak berlebihan.


Ibu hamil tetap disarankan untuk selalu memperhatikan kesehatan makanan yang dikonsumsinya demi kesehatan janin. Ibu bisa menanyakan nutrisi apa saja yang perlu dipenuhi dan jenis makanan yang harus dihindari kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hanya melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu dapat dengan nyaman berdiskusi dengan dokter kapan saja dan di mana saja tanpa perlu keluar rumah. Ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Jadi tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc yang sangat bermanfaat untuk keperluan kesehatan ibu di App Store dan Google Play.