Benarkah Orang Narsis Kebal Depresi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Orang Narsis Kebal Depresi?

Halodoc, Jakarta - Apa pendapatmu mengenai orang narsis? Dalam batas-batas tertentu, sebagian orang menganggap orang narsis amat menyebalkan. Mereka yang memiliki sifat narsis dianggap selalu berfokus pada dirinya sendiri, bahkan menyepelekan orang lain. 

Narsis sendiri bisa diselisik dari kacamata ilmu kedokteran. Dari ilmu medis, narsis termasuk salah satu tanda gangguan kepribadian atau mental. Mereka yang memiliki sifat narsis sering kali merasa lebih hebat dari orang lain dan kurang berempati terhadap orang lain. Akan tetapi, perasaan mereka amat sensitif dan mudah terluka, contohnya bila dikritik. 

Singkat cerita, semua hal yang berbau narsis dianggap sangat negatif. Namun, bila dipikir-pikir lagi, masa sih tidak ada manfaat atau sisi positif dari narsis? 

Baca juga: Inilah 4 Tipe Narsistik, Salah Satunya Mungkin ada di Sekitar

Kebal Depresi, Masa Sih?

Yakin narsis hanya memiliki sisi-sisi negatif? Ternyata, menurut sains orang narsis juga memiliki sisi positifnya, lho. Mau bukti? Menurut studi dari Queen’s Belfast, orang yang memiliki sifat narsis cenderung menjadi ‘mental yang tangguh’ dan kurang rentan terhadap stres dan depresi. 

Menurut ahli di sana, orang narsis bisa memiliki keuntungan dari sifat yang dianutnya (mementingkan diri sendiri dan kurangnya rasa empati). Nah, cara atau sifat inilah yang dianggap bisa melindungi diri mereka dari turunnya atau gangguan kesehatan mental. 

Ada studi menarik mengenai hubungan naris dan depresi. Studinya diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences dan European Psychiatry. Riset ini menyelidiki 700 responder dari tiga studi terpisah. Di sini para subjek penelitian diminta untuk mengisi kuesioner, terdiri dari pertanyaan untuk mengukur ketangguhan mental, gejala depresi, narsisme subklinis, dan stres yang dirasakan.

Setelah itu, para peneliti membagi dua bentuk narsis yang dominan yaitu, narsisme muluk dan rentan. Narsis rentan cenderung lebih defensif dan memandang perilaku orang lain dalam perilaku bermusuhan. Sementara itu, narsisme muluk lain lagi. Jenis ini berkaitan dengan perasaan penting yang berlebihan dan keasyikan dengan status serta kekuasaan. 

Nah, menurut para ahli dalam riset tersebut ternyata, sifat-sifat narsistik mulu berhubungan dengan kesehatan mental. Orang dengan narsistik muluk menunjukkan kepercayaan diri dan orientasi tujuan yang dikaitkan dengan risiko yang sangat rendah untuk mengalami depresi atau stres.

Kesimpulannya, penelitian tersebut menunjukkan kalau narsistik tak selalu buruk atau negatif. Sebab, mereka cenderung memiliki mental yang tangguh. 

Baca juga: Orang Narsistik Bisa Menyebalkan, tetapi Paling Bahagia

Memengaruhi Kehidupan Sosial

Seseorang yang memiliki kepribadian narsis biasanya mulai terlihat ketika mereka menginjak remaja atau awal menuju usia dewasa. Nah, berikut beberapa ciri mereka yang memiliki sifat narsistik.

  • Melebih-lebihkan prestasi atau bakat.

  • Gagal untuk mengenali emosi dan perasaan orang lain.

  • Khayalan tentang kekuasaan, kesuksesan, dan daya tarik.

  • Percaya bahwa dirinya lebih baik dari orang lain.

  • Mengambil keuntungan dari orang lain.

  • Menjadi iri terhadap orang lain.

  • Menetapkan tujuan yang tidak realistis.

  • Mengharapkan pujian konstan dan kekaguman.

  • Percaya bahwa diri sendiri istimewa dan berperilaku sebagai seseorang yang istimewa.

  • Mengharapkan orang lain untuk menyetujui ide dan rencana yang dibuatnya.

  • Mengekspresikan sebuah bentuk penghinaan terhadap orang-orang yang dianggap inferior (rendah).

  • Percaya bahwa orang lain iri terhadap diri sendiri.

  • Mudah terluka dan mengalami penolakan.

  • Kesulitan menjaga hubungan yang sehat.

  • Memiliki harga diri yang rapuh.

  • Menampilkan diri sebagai orang yang keras kepala dan tidak emosional.

Menurut para pakar, gangguan ini dipercaya hasil dari faktor-faktor interaksi sosial, psikologis, dan genetik. Nah, hal yang mesti digarisbawahi, gangguan kepribadian narsistik bisa menimbulkan keterbatasan dan masalah dalam hidup. Sebab, sifat ini bisa berdampak pada sekolah, pekerjaan, hubungan dengan pasangan, dan kehidupan sosial lainnya.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa kapan dan di mana saja mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases & Conditions. Narcissistic personality disorder.
News Week. Diakses pada 2019. Narcissists Are Less Likely to Get Depression, Psychologists Believe.
Psychology Today. Diakses pada 2019. Meet the Real Narcissists (They're Not What You Think).
ScienceDaily's. Diakses pada 2019. Narcissism Can Lower Stress Levels and Reduce Chances of Depression.