• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Quaranteam Baik untuk Kesehatan Mental Selama Pandemi?

Benarkah Quaranteam Baik untuk Kesehatan Mental Selama Pandemi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Beberapa wilayah, termasuk Jakarta kini sudah mulai secara perlahan melonggarkan aturan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dari mulai tempat ibadah hingga pusat perbelanjaan, tempat-tempat ini sudah mulai dibuka dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Momen ini kemudian dimanfaatkan oleh banyak orang, selain untuk kembali bekerja tetapi juga untuk meredakan stres akibat terkurung selama beberapa bulan di rumah.

Salah satu cara yang dinilai mampu mengatasi stres akibat apndemi adalah quaranteam. Istilah ini adalah kondisi saat sekelompok orang membuat lingkaran sosial mereka sendiri dan tidak berinteraksi dengan orang lain di luar grup mereka. Sederhananya ini adalah isolasi tapi bersama orang terdekat. Mereka akan tinggal bersama dalam satu atap dan meninggalkan isolasi mereka selama pandemi virus corona berlangsung. 

Quaranteam dinilai oleh sebagian orang sebagai langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi. Lantas, apakah ahli kesehatan sependapat akan hal ini, simak ulasannya berikut! 

Baca juga: Pentingnya Mengelola Stres di Tengah Maraknya Virus Corona

Quaranteam: Solusi untuk Masalah Kesehatan Mental Selama Pandemi

Melansir Healthline, para ahli mengatakan bahwa dengan terhubung kembali dengan seseorang yang dekat memang menawarkan manfaat kesehatan mental, yang bisa sangat bermanfaat setelah tanpa kontak manusia untuk jangka waktu yang lama.  

Ketika kamu tidak memiliki interaksi dengan sesama manusia, maka ini dapat mengganggu kesehatan mental seseorang. Ia dapat mulai mengembangkan perasaan depresi, keterasingan, dan kecemasan yang mungkin tidak akan terjadi jika kamu bersama orang lain. Kesepian bahkan sama berbahayanya dengan kebiasaan merokok,  obesitas, atau tidak aktif secara fisik. Dengan begitu, quaranteaming dapat menjadi ide bagus bagi siapa saja yang melakukannya dengan tindakan pencegahan yang tepat. 

Thomas Plante, PhD, psikolog dan profesor klinis di departemen psikiatri dan ilmu perilaku di Stanford University School of Medicine menyebutkan, setiap orang tentu memiliki kebutuhan untuk terlibat dengan orang lain secara sosial, dan pandemi membuat ini menjadi tantangan besar. Terutama bagi mereka yang mungkin hidup sendiri atau terisolasi dengan orang yang tidak mereka sukai atau anggota keluarga yang "toxic". Melalui quaranteam, maka seseorang bisa terhubung dengan cara yang aman dengan orang-orang yang mereka anggap baik dan mereka inginkan. 

Namun, jika kamu sudah tinggal bersama orang terdekat selama pandemi dan masih merasakan gangguan kecemasan atau stres, segera diskusikan dengan psikolog di Halodoc. Psikolog profesional di Halodoc akan membantu meringankan stres atau rasa cemas yang dialami dan memberikan saran kesehatan yang berguna untuk melawan perasaan negatif ini.

Baca juga: Stres Akibat Corona Bisa Diredam dengan Berbagi

Quaranteam Tetap Harus Dipertimbangkan

Meski mendatangkan manfaat, kamu harus menyadari bahwa hal ini bisa meningkatkan risiko kamu atau anggota tim tertular virus corona dan menyebarkannya kepada orang lain di lingkaran sosial. Oleh karena itu, protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan.

Mengabaikan pedoman kesehatan akan membuat kamu rentan tertular, seperti misalnya melalui interaksi fisik atau menyentuh benda yang paling banyak disentuh bersama-sama. Risiko tertular juga semakin parah jika satu orang anggota quaranteam meninggalkan rumah lebih sering, seperti untuk pekerjaan atau pertemuan sosial.

Ingat, virus corona ini dapat menyebar dengan mudah melalui droplets. Ia pun semakin sulit dilacak karena orang yang asimptomatik (tidak menunjukkan gejala) masih bisa menyebarkan virus ini sehingga orang yang membawanya mungkin tidak mengetahuinya. Artinya, seseorang di quaranteam kamu bisa tanpa sadar menginfeksi seluruh anggota. 

Oleh karena itu, kamu harus sangat selektif memilih anggota quranteam kamu. Misalnya memastikan semua anggota hanyalah mereka yang diperbolehkan bekerja dari rumah. Hindari juga memilih anggota quaranteam yang pernah terinfeksi sebelumnya, pasalnya para ahli masih belum meyakini apakan seseorang bisa kembali terinfeksi atau tidak. 

Selain itu, jika sudah waktunya untuk berbelanja kebutuhan pokok, mintalah satu atau dua orang saja yang melakukannya. Kamu dan anggota lain bisa menitipkannya saja, sehingga tak perlu banyak orang yang keluar rumah sehingga meminimalkan risiko tertular. Pastikan juga mereka yang hendak keluar rumah memastikan betul keamanan dan kebersihan. Selalu cuci tangan dengan sabun, gunakan masker kain, dan terapkan physical distancing.

Baca juga: Ini Penjelasan Sistem Imun yang Kuat Bisa Lawan Virus Corona

Itulah informasi mengenai quaranteam yang mungkin berguna untuk menjaga kesehatan mental kamu selama pandemi. Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai gaya hidup sehat untuk mencegah virus corona, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di Halodoc, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What to Consider Before You Try ‘Quaranteaming’.
Public Broadcasting Service. Diakses pada 2020. How to Form a COVID-19 Social 'Bubble’ or ‘Quaranteam’.