• Home
  • /
  • Benarkah Usia Tidak Memengaruhi Kesuburan Pria?

Benarkah Usia Tidak Memengaruhi Kesuburan Pria?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Usia Tidak Memengaruhi Kesuburan Pria?

Halodoc, Jakarta - Baru-baru ini tengah dikabarkan aktor Hollywood, Richard Gere dan istrinya Alejandra Silva, yang sedang menyambut kelahiran anak kedua mereka. Anak kedua aktor yang kini berusia 70 tahun dan istrinya yang lebih muda 33 tahun itu berjenis kelamin laki-laki. 

Mungkin kamu cukup heran, bagaimana bisa pria yang sudah lanjut usia, apalagi berumur 70 tahun, masih bisa memiliki anak secara biologis. Bukankah seharusnya kesuburan pria akan berkurang seiring bertambahnya usia? Kebanyakan pria tentu tahu bahwa kesuburan wanita akan menurun setelah usia 35 tahun, tetapi banyak pria yang tidak menyadari bahwa usia mereka dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk memiliki anak. 

Baca juga: Perlu Tahu, Prostatitis Bisa Ganggu Kesuburan Pria

Kesuburan Dapat Ditingkatkan Seiring Bertambahnya Usia

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa semakin tua seorang pria, maka semakin berkurang kesuburannya. Mungkin manusia tidak bisa mengubah usia, tapi kamu dapat mempersiapkan diri dengan pengetahuan hidup sehat yang kamu jalani untuk meningkatkan peluang agar tetap bisa memiliki anak meski usia sudah lanjut. 

Bukan tidak mungkin bagi pria yang lebih tua untuk menjadi ayah dari anak-anaknya. Pada kenyataanya, banyak pria tetap subur sampai mereka berusia 60 tahun atau lebih. Richard Gere buktinya. 

Meskipun usia pria bertambah dan mengalami penurunan kesuburan, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan kesuburan seiring bertambahnya usia. Hal yang perlu diinvestasikan demi kesuburan tetap prima yaitu dengan melakukan gaya hidup sehat sejak dini, seperti:

 

  • Makan sehat dan berolahraga: Obesitas dapat menyebabkan infertilitas pada pria dan makan makanan yang sehat dan menjadi lebih aktif dapat mengembalikan beberapa masalah kesuburan terkait dengan obesitas. Selain itu, menurunkan berat badan dapat meningkatkan jumlah sperma. Pola makan dan olahraga yang sehat dapat berubah menjadi bentuk terapi kesuburan.

Baca juga: Serba-Serbi Kesuburan Pada Pria yang Harus Diketahui

  • Perubahan gaya hidup: Stres berat, alkohol, merokok, dan penggunaan obat-obatan keras semuanya dapat memengaruhi jumlah sperma. Jika salah satu dari kebiasaan ini adalah bagian dari gaya hidup kamu, sebaiknya ubah jadi lebih sehat agar bisa meningkatkan peluang untuk tetap subur seiring bertambahnya usia.
  • Bicarakan dengan dokter spesialis: Spesialis kesuburan tidak hanya bermanfaat bagi wanita. Jika kamu dan pasangan mengalami kesulitan untuk hamil, seorang dokter spesialis yang kamu tanya melalui aplikasi Halodoc dapat membantu kamu mengatasi masalah kesuburan yang berkaitan dengan usia dan menjalani beberapa pemeriksaan dan pengujian. 

Perhatian Khusus Pria Lebih Tua Jika Bisa Memiliki Anak

Nyatanya, usia pria tetap memengaruhi kemungkinan kehamilan dan kesehatan kehamilan. Kesuburan pria biasanya mulai berkurang sekitar usia 40 hingga 45 tahun ketika kualitas sperma menurun. Bertambahnya usia pria memengaruhi kemungkinan kehamilan dan meningkatkan waktu percobaan untuk untuk hamil (berapapun usia pasangan wanitanya) dan risiko keguguran dan kematian janin. 

Anak-anak dari ayah yang lebih tua juga memiliki peningkatan risiko masalah kesehatan mental (walaupun jarang terjadi). Anak-anak dari ayah yang berusia 40 atau lebih adalah 5 kali lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan spektrum autisme daripada anak-anak dari ayah yang berusia 30 atau kurang. Di sisi lain, anak juga memiliki sedikit peningkatan risiko mengalami skizofrenia dan gangguan kesehatan mental lainnya di kemudian hari. 

Baca juga: Mau Tahu Ciri-Ciri Air Mani yang Sehat?

Usia pria itu penting. Pria mungkin tidak memiliki kesuburan total seperti wanita. Namun, "usia ayah lanjut" adalah sesuatu yang harus diperhatikan oleh pasangan. Baik pria maupun wanita harus bersaing dengan jam biologis mereka.

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2020. How Male Fertility Declines With Age
Your Fertility. Diakses pada 2020. Why age matters for men and women who want to have a family.
Very Well Family. Diakses pada 2020. Does Age Affect Male Fertility?