Ad Placeholder Image

Benjolan Dibawah Telinga pada Anak: Normal atau Bahaya?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 April 2026

Benjolan di Bawah Telinga Anak: Kapan Harus ke Dokter?

Benjolan Dibawah Telinga pada Anak: Normal atau Bahaya?Benjolan Dibawah Telinga pada Anak: Normal atau Bahaya?

Benjolan di Bawah Telinga pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Kapan Harus Waspada

Munculnya benjolan di bawah telinga pada anak seringkali membuat orang tua khawatir. Kondisi ini memang umum terjadi dan sebagian besar tidak berbahaya, namun penting untuk memahami penyebabnya serta kapan harus mencari bantuan medis. Artikel ini akan membahas secara detail mengenai benjolan di area tersebut, mulai dari definisi, berbagai kemungkinan penyebab, gejala penyerta, hingga penanganan yang tepat.

Apa Itu Benjolan di Bawah Telinga Anak?

Benjolan di bawah telinga pada anak adalah pertumbuhan atau pembengkakan yang dapat terasa di area rahang bawah, tepat di bawah cuping telinga, atau di belakang telinga. Ukuran, konsistensi, dan gejala penyertanya bisa sangat bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Meskipun seringkali merupakan respons tubuh terhadap infeksi, beberapa kondisi lain juga bisa menyebabkannya.

Gejala yang Menyertai Benjolan di Bawah Telinga Anak

Gejala yang menyertai benjolan dapat memberikan petunjuk mengenai penyebabnya. Orang tua perlu memperhatikan karakteristik benjolan dan kondisi umum anak. Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman pada benjolan dan area sekitarnya.
  • Kulit di sekitar benjolan tampak merah atau meradang.
  • Demam, terutama jika benjolan disebabkan oleh infeksi.
  • Pembengkakan yang terus membesar atau menetap dalam waktu lama.
  • Sulit menelan atau mengunyah makanan.
  • Sakit kepala atau nyeri di telinga.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Perubahan konsistensi benjolan, seperti menjadi sangat keras.

Penyebab Umum Benjolan di Bawah Telinga Anak

Benjolan di bawah telinga anak paling sering disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening akibat infeksi. Namun, ada beberapa kondisi lain yang juga bisa menjadi pemicunya. Berikut adalah penjelasan mengenai penyebab-penyebab tersebut:

  • Pembengkakan Kelenjar Getah Bening (Limfadenopati)

    Ini adalah penyebab paling umum. Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh yang membengkak sebagai respons terhadap infeksi. Infeksi virus atau bakteri dari telinga, tenggorokan, atau gigi dapat membuat kelenjar di bawah telinga membengkak. Benjolan terasa kenyal, dapat digoyangkan, dan kadang disertai nyeri.

  • Gondongan (Mumps)

    Gondongan adalah infeksi virus yang secara spesifik menyerang kelenjar parotis, kelenjar ludah yang terletak di bawah telinga. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan yang besar dan nyeri, seringkali disertai demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Vaksinasi MMR dapat mencegah gondongan.

  • Kista Epidermoid atau Kista Sebaceous

    Kista adalah kantung berisi cairan atau material lain yang dapat terbentuk di bawah kulit. Kista epidermoid atau sebaceous adalah benjolan kecil yang berisi keratin (protein kulit) dan sering muncul di belakang telinga. Kista ini umumnya jinak, tidak nyeri, dan bisa bergeser saat disentuh.

  • Abses

    Abses adalah kantong berisi nanah yang terbentuk di bawah kulit akibat infeksi bakteri. Ini bisa terjadi karena luka kecil atau infeksi kulit di area tersebut. Abses biasanya terasa nyeri, hangat saat disentuh, dan kulit di atasnya tampak merah.

  • Lipoma

    Lipoma adalah benjolan lemak jinak yang tumbuh secara perlahan di bawah kulit. Benjolan ini terasa lunak, mudah digoyangkan, dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Lipoma umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus kecuali jika ukurannya membesar atau menimbulkan keluhan estetika.

  • Jerawat

    Benjolan seperti jerawat dapat muncul di area di bawah atau di belakang telinga, terutama pada anak yang mulai beranjak remaja atau saat pubertas. Ini terjadi akibat penyumbatan pori-pori dan peradangan kelenjar minyak.

  • Mastoiditis

    Mastoiditis adalah infeksi bakteri serius pada tulang mastoid, yaitu tulang yang terletak di belakang telinga. Kondisi ini sering menjadi komplikasi dari infeksi telinga yang tidak diobati dengan baik. Benjolan akibat mastoiditis biasanya sangat nyeri, disertai demam tinggi, dan kulit di atasnya merah serta bengkak.

Kapan Harus Segera ke Dokter Anak?

Meskipun banyak benjolan di bawah telinga anak tidak berbahaya, orang tua disarankan untuk segera memeriksakan anak ke dokter anak untuk diagnosis yang tepat. Hal ini sangat penting terutama jika benjolan disertai dengan kondisi berikut:

  • Benjolan terus membesar atau tidak hilang setelah beberapa waktu.
  • Benjolan sangat nyeri, terasa keras, atau kulit di atasnya tampak merah dan meradang.
  • Disertai demam tinggi, sakit kepala berat, atau sulit menelan.
  • Anak mengalami penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Anak tampak lesu, rewel, atau menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.

Diagnosis dini oleh dokter penting untuk menentukan penyebab benjolan dan memberikan penanganan yang sesuai.

Penanganan Awal di Rumah Sambil Menunggu Dokter

Ketika anak memiliki benjolan di bawah telinga, ada beberapa langkah penanganan awal yang bisa dilakukan di rumah sambil menunggu jadwal konsultasi dengan dokter:

  • Berikan makanan bergizi seimbang dan pastikan anak cukup istirahat.
  • Pastikan anak minum banyak air putih untuk membantu hidrasi tubuh.
  • Kompres hangat atau dingin dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak. Namun, selalu konsultasikan metode kompres ini terlebih dahulu dengan dokter.
  • Hindari memencet atau mencoba memecahkan benjolan, karena dapat memperparah infeksi atau iritasi.
  • Hindari paparan asap rokok dan debu yang dapat memperburuk kondisi pernapasan atau memicu alergi.

Pengobatan Benjolan di Bawah Telinga Anak

Pengobatan untuk benjolan di bawah telinga anak sangat tergantung pada penyebabnya. Dokter anak akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, mungkin disertai tes darah atau pencitraan (seperti USG) untuk menegakkan diagnosis. Berdasarkan diagnosis, penanganan yang diberikan bisa berupa:

  • Antibiotik: Jika disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti pada kasus limfadenopati bakteri, abses, atau mastoiditis.
  • Obat antivirus: Jika penyebabnya adalah infeksi virus tertentu, seperti gondongan.
  • Obat anti-inflamasi: Untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
  • Drainase abses: Jika terdapat abses, dokter mungkin perlu melakukan tindakan drainase untuk mengeluarkan nanah.
  • Observasi: Untuk benjolan jinak seperti lipoma atau kista kecil yang tidak menimbulkan gejala, dokter mungkin merekomendasikan observasi tanpa tindakan langsung.
  • Pembedahan: Dalam kasus yang jarang terjadi, seperti kista yang terus membesar, mastoiditis parah, atau benjolan yang dicurigai sebagai masalah serius lainnya, pembedahan mungkin diperlukan.

Pencegahan Benjolan di Bawah Telinga Anak

Meskipun tidak semua benjolan dapat dicegah, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko terjadinya benjolan di bawah telinga pada anak:

  • Vaksinasi Lengkap: Pastikan anak mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal, termasuk vaksin MMR yang dapat mencegah gondongan.
  • Kebersihan Diri: Ajarkan anak untuk menjaga kebersihan diri, terutama mencuci tangan secara teratur, untuk mencegah penyebaran infeksi.
  • Penanganan Infeksi Dini: Segera obati infeksi telinga, tenggorokan, atau gigi pada anak agar tidak berkembang menjadi komplikasi seperti mastoiditis atau pembengkakan kelenjar getah bening yang parah.
  • Gaya Hidup Sehat: Pastikan anak mengonsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat untuk menjaga daya tahan tubuhnya.

Kesimpulan

Benjolan di bawah telinga pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan perhatian medis serius. Kunci utamanya adalah observasi yang cermat dan konsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Jika benjolan disertai gejala seperti demam, nyeri hebat, atau terus membesar, jangan tunda untuk mencari pertolongan medis.

Untuk informasi lebih lanjut atau jika membutuhkan konsultasi dengan dokter anak secara cepat dan mudah, Anda dapat menghubungi dokter spesialis melalui aplikasi Halodoc. Dokter profesional di Halodoc siap memberikan rekomendasi medis yang tepat sesuai kondisi anak.