Benjolan Jadi Tanda Awal Gejala Kanker?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
benjolan tanda kanker, kanker stadium awal,

Halodoc, Jakarta - Kanker merupakan penyakit yang terjadi ketika adanya pertumbuhan yang tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel kanker yang berkembang akan menyebar pada bagian tubuh lain, sehingga menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti kehilangan nyawa.

Orang awam akan menyebut penyakit yang satu ini dengan tumor, padahal tidak semua tumor dapat menjadi kanker. Tumor sendiri merupakan benjolan abnormal yang terbagi menjadi dua jenis, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker sendiri merupakan istilah yang dipakai untuk semua jenis tumor ganas. 

Baca juga: Kenali Perbedaan antara Tumor dan Kanker

Kanker dapat terbentuk pada bagian tubuh mana pun, dan pada siapa pun. Namun, penyakit yang satu ini umumnya dialami oleh seseorang yang berusia di atas 40 tahun. Sebelum kanker meluas dan merusak jaringan di sekitarnya, tidak ada gejala yang dialami. Gejala akan muncul ketika kanker sudah memasuki stadium lanjutan.

Apakah Benjolan Bisa Jadi Pertanda Kanker?

Adanya benjolan yang tidak wajar merupakan gejala utama yang muncul pada pengidap kanker. Benjolan ini akan tumbuh dengan cepat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, jika kamu menemukan gejala yang satu ini, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan dengan tepat, ya.

Gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap pengidapnya, tergantung jenis kanker yang dialami dan organ bagian mana yang terkena. Selain adanya benjolan, beberapa gejala umum yang kerap dirasakan oleh pengidap kanker, meliputi:

  • Tubuh menjadi cepat lelah.

  • Wajah pucat.

  • Nyeri pada bagian yang terkena.

  • Penurunan berat badan.

  • Gangguan buang air besar dan buang air kecil.

  • Demam yang datang dan pergi.

  • Memar dan pendarahan secara tiba-tiba.

  • Batuk kronis.

Jika kamu mengalami beberapa gejala tersebut, sebaiknya segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Setiap tubuh pengidap akan memiliki reaksi yang berbeda terhadap pertumbuhan sel yang abnormal ini. Untuk itu, diskusikan apa yang menjadi keluhanmu, agar dapat ditangani dengan tepat.

Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Kanker Tenggorokan

Begini Langkah Mendiagnosis Kanker

Selain memastikan gejala dan serangkaian pemeriksaan fisik, beberapa tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis kanker, yaitu:

  • Tes laboratorium. Tes ini dilakukan dengan memeriksa sampel darah dan urine untuk memeriksa adanya kelainan dalam tubuh.

  • Tes pencitraan. Tes ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan menggunakan mesin Rontgen, USG, CT-scan, MRI, atau PET-scan untuk melihat bagian organ mana yang bermasalah.

  • Biopsi. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan tubuh pengidap yang mengalami kanker. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang paling akurat dalam mendiagnosis adanya sel kanker dalam tubuh.

Jika pengidap sudah melakukan serangkaian pemeriksaan tersebut dan positif mengidap kanker. Selanjutnya, dokter akan menentukan stadium dari kanker itu sendiri. Stadium pada kanker umumnya terbagi menjadi 4 tingkatan, yaitu stadium 1, stadium 2, stadium 3, dan stadium 4. Makin tinggi stadium kanker yang dialami, maka makin kecil kemungkinan untuk sembuh.

Baca juga: Ini Metode Pengobatan untuk Pengidap Kanker

Kanker pada stadium awal memang sulit terdeteksi, ketika seseorang mengidap kanker, mereka biasanya sudah memasuki stadium yang tinggi. Tinggi rendahnya stadium sendiri akan ditentukan dari ukuran kanker, seberapa luas penyebaran, serta ada tidaknya penyebaran kanker pada kelenjar getah bening.

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2019. What to Know About Cancer.

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cancer.