Ad Placeholder Image

Berapa Dosis Paracetamol Anak? Ini Cara Hitung Tepatnya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Maret 2026

Berapa Dosis Paracetamol Anak? Takar Pasnya!

Berapa Dosis Paracetamol Anak? Ini Cara Hitung TepatnyaBerapa Dosis Paracetamol Anak? Ini Cara Hitung Tepatnya

Berapa Dosis Paracetamol untuk Anak? Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Paracetamol adalah obat penurun panas dan pereda nyeri yang umum digunakan pada anak-anak. Pemberian dosis paracetamol untuk anak harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan akurat untuk memastikan efektivitas serta menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Kesalahan dosis dapat berbahaya, sehingga penting bagi setiap orang tua memahami cara pemberian yang benar. Artikel ini akan membahas panduan lengkap mengenai dosis paracetamol untuk anak, mulai dari aturan umum hingga contoh perhitungan dan hal-hal penting yang perlu diperhatikan.

Mengapa Dosis Paracetamol Anak Perlu Diperhatikan dengan Cermat?

Pemberian paracetamol pada anak tidak bisa disamakan dengan dosis orang dewasa. Metabolisme obat pada anak berbeda, dan dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan overdosis atau kurang efektif dalam meredakan gejala. Berat badan menjadi faktor utama dalam menentukan takaran yang aman dan efektif. Mengikuti panduan dosis paracetamol yang tepat sangat krusial demi kesehatan dan keselamatan buah hati.

Aturan Umum Dosis Paracetamol untuk Anak

Untuk menjawab pertanyaan berapa dosis paracetamol untuk anak, terdapat panduan umum yang berlaku secara luas. Dosis ini menjadi dasar perhitungan, yang kemudian disesuaikan dengan jenis sediaan obat.

  • Dosis: 10–15 mg paracetamol per kilogram berat badan (BB) anak, diberikan per sekali minum.
  • Interval: Setiap 4–6 jam.
  • Maksimum: Tidak lebih dari 4–5 kali sehari, dengan jarak pemberian minimal 4 jam antar dosis.

Penting untuk diingat bahwa bayi di bawah usia 3 bulan memiliki metabolisme yang berbeda. Oleh karena itu, pemberian paracetamol pada bayi < 3 bulan sebaiknya hanya dilakukan sesuai petunjuk dan pengawasan dokter.

Dosis Paracetamol Sirup Berdasarkan Berat Badan (Sediaan 160 mg/5 mL)

Paracetamol sirup sering menjadi pilihan untuk anak-anak karena lebih mudah ditelan. Umumnya, sediaan sirup yang tersedia di Indonesia adalah 160 mg paracetamol per 5 mL sirup. Berikut adalah panduan takaran berdasarkan berat badan anak:

Berat Badan Dosis per Minum Volume Sirup
5–8 kg ~80 mg 2,5 mL
8–11 kg ~120 mg 3,75 mL
11–16 kg ~160 mg 5 mL
16–22 kg ~240 mg 7,5 mL
22–27 kg ~320 mg 10 mL
27–32 kg ~400 mg 12,5 mL
33–43 kg ~480 mg 15 mL
> 43 kg ~640 mg 20 mL

Dosis Paracetamol Tablet Kunyah (Sediaan 160 mg/tablet)

Untuk anak yang lebih besar dan sudah bisa mengunyah, paracetamol dalam bentuk tablet kunyah bisa menjadi pilihan. Dosis paracetamol untuk anak dalam bentuk tablet kunyah juga disesuaikan dengan berat badan:

  • Berat 10,8–15,8 kg: 1 tablet
  • Berat 16,3–21,3 kg: 1½ tablet
  • Berat 21,7–26,7 kg: 2 tablet
  • Berat 27,2–32,2 kg: 2½ tablet
  • Berat 32,6–43 kg: 3 tablet
  • Berat > 43,5 kg: 4 tablet

Contoh Perhitungan Dosis Paracetamol Anak

Untuk memahami cara menghitung dosis paracetamol anak secara mandiri, berikut adalah contoh perhitungannya:

Misalnya, seorang anak memiliki berat badan 15 kg.
Dosis maksimal yang dapat diberikan per sekali minum adalah 15 mg × 15 kg = 225 mg.
Dosis ini dapat diberikan setiap 4–6 jam, dengan batasan tidak lebih dari 4–5 kali dalam sehari.

Jika menggunakan sirup 160 mg/5 mL, maka 225 mg paracetamol setara dengan (225/160) * 5 mL = sekitar 7 mL sirup. Ini mendekati angka pada tabel untuk berat badan 16–22 kg (~240 mg / 7,5 mL), yang menunjukkan pentingnya melihat panduan berdasarkan berat badan untuk akurasi.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Memberikan Paracetamol pada Anak

Pemberian paracetamol yang aman tidak hanya tentang dosis, tetapi juga mengenai prosedur dan kewaspadaan. Perhatikan poin-poin berikut:

  • Gunakan sendok takar khusus yang disertakan dalam kemasan obat, bukan sendok makan biasa. Sendok takar memastikan akurasi dosis yang diberikan.
  • Perhatikan interval waktu pemberian obat. Pastikan ada jarak minimal 4 jam antar dosis dan jangan berikan lebih dari 4–5 kali dalam kurun waktu 24 jam.
  • Hindari memberikan lebih dari satu jenis obat yang mengandung paracetamol secara bersamaan. Beberapa obat flu atau batuk juga mungkin mengandung paracetamol, sehingga kombinasi bisa menyebabkan overdosis.
  • Jika anak berusia < 3 bulan atau memiliki kondisi medis khusus seperti gangguan hati, segera konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum memberikan paracetamol. Mereka dapat memberikan rekomendasi dosis yang lebih aman dan sesuai kondisi anak.
  • Selalu baca label kemasan obat dan ikuti petunjuk yang tertera.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter atau Apoteker?

Meskipun panduan ini sangat detail, ada situasi di mana konsultasi profesional sangat diperlukan. Jika suhu tubuh anak tidak turun setelah pemberian paracetamol, atau jika demam disertai gejala lain yang mengkhawatirkan seperti ruam, kejang, atau kesulitan bernapas, segera bawa anak ke dokter. Orang tua juga disarankan untuk berkonsultasi jika merasa kurang yakin tentang dosis paracetamol yang akan diberikan, terutama jika anak memiliki riwayat alergi atau sedang mengonsumsi obat lain.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Memahami berapa dosis paracetamol untuk anak adalah kunci dalam menjaga kesehatan buah hati. Secara umum, dosis paracetamol adalah 10–15 mg per kilogram berat badan per sekali minum, diberikan setiap 4–6 jam, dengan maksimal 4–5 kali sehari. Gunakan panduan berdasarkan berat badan dan jenis sediaan (sirup atau tablet kunyah) untuk akurasi optimal.

Selalu utamakan penggunaan sendok takar, perhatikan interval waktu, dan hindari pemberian paracetamol ganda. Jika ada keraguan atau jika kondisi anak tidak membaik, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional. Untuk informasi kesehatan lebih lanjut dan konsultasi dengan dokter anak, orang tua dapat mengunduh aplikasi Halodoc. Melalui Halodoc, akses ke layanan kesehatan yang terpercaya dan relevan dapat diperoleh dengan mudah.