Bibir Lebih Berisi dengan Filler, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bibir Lebih Berisi dengan Filler, Perhatikan Hal Ini

Halodoc, Jakarta – Filler bibir adalah prosedur kosmetik yang bisa membuat bibir terlihat lebih berisi dan penuh. Ada banyak metode filler bibir dewasa ini, demikian juga bahan untuk isiannya. Namun, bahan isian yang sejauh ini aman digunakan adalah produk ataupun zat yang mirip dengan asam hialuronat. 

Selain asam hialuronat, kolagen juga kerap menjadi isian untuk filler bibir. Suntikan dan implan lemak adalah metode lain untuk mengisi bibir. Namun tidak sering digunakan, karena hasilnya lebih bervariasi dan risiko efek samping lebih besar. Ingin tahu lebih detail mengenai aturan untuk filler bibir, baca selengkapnya di sini!

Memahami Prosedur Filler Bibir

Filler bibir dapat dilakukan dengan cepat dan tidak memakan waktu di ruang dokter. Sebelum dilakukan injeksi, biasanya pasien akan diberikan suntikan supaya bibir benar-benar mati rasa. Ini mirip dengan suntikan anestesi yang pasien dapatkan di dokter gigi untuk mematikan sensasi rasa di area sekitar mulut.

Setelah menandai area yang akan difiller dengan hati-hati, jarum yang sangat halus digunakan untuk menyuntikkan zat ke dalam bibir. Setelah injeksi, es dapat diberikan untuk meredakan ketidaknyamanan dan mengendalikan pembengkakan. Namun, tidak ada tekanan kuat yang harus diberikan pada area perawatan.

Baca juga: Kenali Tren Kecantikan Suntik Filler Wajah

Lipstik atau produk bibir lainnya sebaiknya dihindari segera setelah prosedur. Kamu bisa melihat perbedaannya segera setelah prosedur selesai dilakukan. Namun, setelah zat menyatu dengan natural, penampilan bibimu akan lebih alami.

Efek samping dari pengisi asam hialuronat bersifat sementara dan seharusnya hanya berlangsung beberapa hari. Adapun efek sampingnya adalah:

  1. Pendarahan dari tempat suntikan.

  2. Bengkak dan memar.

  3. Kemerahan dan kelembutan di tempat suntikan.

  4. Munculnya luka dingin atau lepuh demam (herpes simpleks) pada bibir atau area di sekitar bibir.

Efek samping atau risiko yang lebih serius mungkin termasuk:

Baca juga: Salah Pilih Sabun Muka Bisa Sebabkan 5 Hal Ini

  1. Pembengkakan atau memar yang parah dan berkepanjangan berlangsung selama satu minggu hingga 10 hari.

  2. Asimetri bibir (bagian bibir berbeda ukuran).

  3. Benjolan dan penyimpangan di bibir.

  4. Infeksi.

  5. Injeksi ke pembuluh darah, menyebabkan kehilangan jaringan.

  6. Ulserasi, parut, atau pengerasan bibir.

  7. Reaksi alergi menyebabkan kemerahan, bengkak, atau gatal di sekitar bibir.

Hubungi dokter segera jika kamu mengalami pembengkakan ekstrem atau terserang demam. Ingin tahu lebih lanjut mengenai proses filler bibir, tanyakan langsung ke Halodoc.  Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Penting untuk diketahui, biaya untuk filler bibir ini bervariasi tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan, pengalaman dokter, di mana kamu tinggal, serta biaya akan tergantung pada berapa banyak bahan yang dibutuhkan.

Sebagian besar rencana asuransi kesehatan tidak mencakup operasi kosmetik atau komplikasi yang terkait dengan operasi kosmetik. Sebelum menjalani prosedur, pastikan kamu memahami semua prosedur.

Hal lain yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan filler bibir adalah kamu harus terlebih dahulu bertanya pada diri sendiri mengapa kamu ingin memodifikasi bibir. Kamu tidak boleh menjalani prosedur ini kecuali benar-benar ingin mengubah penampilan.

Bibir yang disempurnakan mungkin membuat bibir lebih penuh, dan akan mengubah penampilan secara total.  Sebelum menjalani filler bibir, pastikan kondisimu dalam keadaan fit. 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2019. Lip Augmentation.
Beverly Hills Rejuvenation Center. Diakses pada 2019. GOOD LIP FILLERS: WHAT WORKS AND WHAT SUCKS?