Bikin Lutut Nyeri, Kenali Fakta Penyakit Patellofemoral Pain Syndrome

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bikin Lutut Nyeri, Kenali Fakta Penyakit Patellofemoral Pain Syndrome

Halodoc, Jakarta – Patellofemoral pain syndrome adalah sindrom nyeri tempurung lutut akibat perubahan sendi patellofemoral-femora. Patella adalah bagian tulang kecil yang berlokasi di lutut, tepatnya berada di sebelum sendi lutut. Peran patella sebagai pendukung kaki untuk bergerak dan berdiri, caranya dengan mengurangi tekanan pada sendi lutut dan tulang rawan pembungkus tulang pada sendi.

Nyeri patellofemoral bisa terjadi pada salah satu atau kedua lutut. Meski semua kelompok usia berisiko terkena patellofemoral pain syndrome, para atlet sepakbola, basket, atau tenis diduga berisiko mengidap kondisi ini. Biar kamu lebih waspada, kenali gejala patellofemoral di sini.

Baca Juga: Mengapa Sendi Rentan Alami Dislokasi?

Tanda dan Gejala Patellofemoral Pain Syndrome

Gejala khas patellofemoral adalah rasa nyeri berkepanjangan pada lutut, terutama ketika pengidap naik turun tangga, berlari, atau posisi lain yang mengharuskan lutut ditekuk. Ketika pengidap berjalan di atas permukaan yang kasar, rasa nyeri bisa muncul, disertai dengan rasa tidak nyaman dan bunyi retak. Nyeri patellofemoral terjadi pada semua area sendi.

Penyebab dan Faktor Risiko Patellofemoral Pain Syndrome

Penyebab patellofemoral belum diketahui secara pasti namun diduga benturan keras pada sendi lutut, tulang rawan, dan ligamen yang tertekan menyebabkan nyeri dan degenerasi pada tulang. Benturan bisa terjadi akibat pergerakan otot dan sendi yang berlebih, serta cedera. Beberapa faktor bisa meningkatkan risiko terjadinya patellofemoral, di antaranya:

  • Tidak pemanasan sebelum berolahraga.
  • Terlalu meregangkan otot paha dan tendon.
  • Ketidakseimbangan antara otot dan paha.

Baca Juga: Banyak Dilakukan Atlet, Efektifkah Kompres Es untuk Atasi Dislokasi Sendi?

Diagnosis dan Pengobatan Patellofemoral Pain Syndrome

Kamu disarankan untuk segera ke dokter jika mengalami nyeri dan pembengkakan pada sendi. Terlebih jika gejala tersebut memengaruhi aktivitas sehari-hari. Biasanya, dokter mendiagnosis patellofemoral dengan X-ray, CT scan, dan MRI. Tindakan X-ray berguna untuk membantu dokter melihat posisi tulang, sedangkan CT scan membantu mengidentifikasi jaringan dan tulang yang terinfeksi. Setelah diagnosis ditetapkan, berikut penanganan yang perlu dilakukan:

  • Minum obat sesuai anjuran dokter.
  • Hentikan aktivitas segera aktivitas yang memicu rasa nyeri.
  • Terapi fisik untuk membantu pemulihan lutut, otot hamstring, dan paha.

Selain patellofemoral, nyeri lutut juga bisa disebabkan karena penyakit lain. Antara lain cedera (termasuk patah tulang), bursitis, tendinitis patella, peradangan sendi (arthritis), masalah mekanis (seperti tubuh kendur, dislokasi, nyeri pinggul atau telapak kaki), asam urat, pendarahan dalam sendi, encok, infeksi sendi lutut (septic arthritis), dan penyakit Osgood-schlatter.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Dislokasi Bisa Sebabkan 4 Komplikasi Ini

Itulah gejala patellofemoral pain syndrome yang perlu diwaspadai. Kalau kamu mengalami keluhan pada sendi dan tulang, termasuk area lutut, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!