Ad Placeholder Image

Bintitanmu yang Mana? Perbedaan Kalazion dan Hordeolum

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Perbedaan Kalazion dan Hordeolum, Bintitan Nyeri Tak Nyeri

Bintitanmu yang Mana? Perbedaan Kalazion dan HordeolumBintitanmu yang Mana? Perbedaan Kalazion dan Hordeolum

Apa itu Kalazion dan Hordeolum?

Kelopak mata dapat mengalami berbagai kondisi, salah satunya adalah munculnya benjolan. Dua kondisi umum yang seringkali membingungkan adalah kalazion dan hordeolum. Meskipun keduanya tampak serupa sebagai benjolan pada kelopak mata, namun keduanya memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda secara fundamental. Pemahaman mengenai perbedaan ini penting untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Kalazion dan hordeolum sama-sama terbentuk akibat masalah pada kelenjar minyak di kelopak mata. Hordeolum, yang dikenal juga sebagai bintitan, adalah kondisi akut yang seringkali menimbulkan rasa nyeri. Sementara itu, kalazion cenderung bersifat kronis dan umumnya tidak disertai rasa sakit.

Perbedaan Utama Kalazion dan Hordeolum (Bintitan)

Perbedaan mendasar antara kalazion dan hordeolum terletak pada penyebab dan karakteristiknya. Menurut MSD Manuals, hordeolum merupakan infeksi bakteri akut yang menimbulkan nyeri, biasanya terjadi pada kelenjar minyak di tepi kelopak mata atau pada folikel bulu mata. Bakteri Staphylococcus aureus sering menjadi penyebab utama kondisi ini.

Sebaliknya, kalazion adalah benjolan yang tidak nyeri dan bersifat kronis. Kondisi ini timbul akibat penyumbatan pada kelenjar minyak, khususnya kelenjar Meibom, yang menyebabkan peradangan non-infeksius. Kalazion seringkali berkembang setelah hordeolum sembuh atau tidak diobati dengan benar, menunjukkan adanya hubungan antara kedua kondisi ini.

  • Penyebab: Hordeolum disebabkan oleh infeksi bakteri (akut), sedangkan kalazion adalah peradangan non-infeksi akibat penyumbatan kelenjar (kronis).
  • Rasa Nyeri: Hordeolum umumnya terasa nyeri dan bengkak, sementara kalazion biasanya tidak nyeri dan terasa padat saat diraba.
  • Lokasi: Hordeolum bisa muncul di bagian dalam (hordeolum internum) atau luar (hordeolum eksternum) kelopak mata. Kalazion lebih sering terbentuk di bagian tengah kelopak mata.
  • Perkembangan: Hordeolum berkembang cepat dan seringkali berisi nanah. Kalazion berkembang lebih lambat, cenderung tidak berisi nanah, dan bisa menetap lebih lama.

Gejala Kalazion dan Hordeolum

Meskipun keduanya tampak sebagai benjolan di kelopak mata, gejala yang menyertai kalazion dan hordeolum memiliki perbedaan yang signifikan. Mengenali perbedaan gejala ini membantu dalam membedakan kedua kondisi.

Gejala hordeolum meliputi:

  • Munculnya benjolan merah dan nyeri di tepi kelopak mata.
  • Pembengkakan pada kelopak mata.
  • Mata berair dan terasa tidak nyaman.
  • Sensasi adanya sesuatu di mata.
  • Terbentuknya bintik nanah kecil di tengah benjolan (mirip jerawat).

Gejala kalazion meliputi:

  • Munculnya benjolan kecil, keras, dan tidak nyeri pada kelopak mata.
  • Benjolan biasanya terletak lebih jauh dari tepi kelopak mata dibandingkan hordeolum.
  • Ukuran benjolan bisa bervariasi, dari seukuran biji jagung hingga lebih besar.
  • Penglihatan dapat terganggu jika benjolan cukup besar dan menekan bola mata.
  • Kelopak mata mungkin sedikit bengkak atau merah di sekitar benjolan.

Penyebab Kalazion dan Hordeolum

Penyebab utama dari kedua kondisi ini adalah disfungsi pada kelenjar minyak di kelopak mata. Namun, mekanisme spesifik yang memicu masing-masing kondisi berbeda.

Penyebab hordeolum adalah:

  • Infeksi bakteri pada kelenjar minyak Zeis atau Moll di dasar folikel bulu mata (hordeolum eksternum).
  • Infeksi bakteri pada kelenjar Meibom di dalam kelopak mata (hordeolum internum).
  • Bakteri Staphylococcus aureus adalah penyebab paling umum dari infeksi ini.

Penyebab kalazion adalah:

  • Penyumbatan saluran keluar kelenjar Meibom yang memproduksi minyak untuk melapisi mata.
  • Minyak yang tersumbat menumpuk dan menyebabkan peradangan non-infeksi di sekitar kelenjar.
  • Kalazion seringkali muncul setelah hordeolum yang tidak sembuh sepenuhnya atau karena adanya riwayat peradangan kelopak mata kronis seperti blefaritis.

Pengobatan Kalazion dan Hordeolum

Penanganan untuk kalazion dan hordeolum bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan jenis kondisi. Banyak kasus dapat diatasi dengan perawatan rumahan, tetapi beberapa memerlukan intervensi medis.

Pengobatan untuk hordeolum meliputi:

  • Kompres hangat: Kompres area yang bengkak dengan kain bersih yang direndam air hangat selama 10-15 menit, 3-4 kali sehari. Ini membantu melancarkan sumbatan dan mengeluarkan nanah.
  • Menjaga kebersihan mata: Hindari menyentuh atau memencet hordeolum. Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh mata.
  • Antibiotik: Dokter mungkin meresepkan salep mata antibiotik atau tetes mata jika infeksi menyebar atau tidak membaik.
  • Drainase: Jika hordeolum tidak pecah dengan sendirinya, dokter mungkin perlu melakukan sayatan kecil untuk mengeluarkan nanah.

Pengobatan untuk kalazion meliputi:

  • Kompres hangat: Mirip dengan hordeolum, kompres hangat dapat membantu melunakkan minyak yang menyumbat dan mengurangi peradangan.
  • Pijatan lembut: Pijat area kalazion dengan lembut setelah kompres hangat untuk membantu melancarkan kelenjar.
  • Suntikan kortikosteroid: Untuk kalazion yang besar atau persisten, dokter dapat menyuntikkan obat anti-inflamasi langsung ke benjolan.
  • Pembedahan: Jika kalazion sangat besar, mengganggu penglihatan, atau tidak merespons pengobatan lain, prosedur bedah minor untuk mengangkat benjolan dapat dilakukan.

Pencegahan Kalazion dan Hordeolum

Mencegah kalazion dan hordeolum berulang sangat mungkin dilakukan dengan menjaga kebersihan mata dan beberapa kebiasaan baik lainnya. Langkah-langkah pencegahan ini efektif untuk meminimalkan risiko.

  • Jaga kebersihan kelopak mata: Bersihkan kelopak mata secara teratur dengan sampo bayi yang diencerkan atau pembersih kelopak mata khusus, terutama bagi orang yang rentan terhadap blefaritis.
  • Hindari menyentuh mata: Cuci tangan sebelum menyentuh area mata.
  • Ganti kosmetik mata secara berkala: Buang maskara dan eyeliner setelah 3-6 bulan untuk menghindari pertumbuhan bakteri.
  • Gunakan lensa kontak dengan benar: Pastikan lensa kontak selalu bersih dan ganti sesuai jadwal. Cuci tangan sebelum memasang atau melepas lensa kontak.
  • Atasi kondisi mata yang mendasari: Jika mengalami blefaritis atau rosasea, kelola kondisi tersebut dengan baik untuk mengurangi risiko kalazion dan hordeolum.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Meskipun banyak kasus kalazion dan hordeolum dapat ditangani secara mandiri, ada beberapa situasi yang memerlukan pemeriksaan oleh profesional medis. Segera konsultasikan dengan dokter jika:

  • Benjolan tidak membaik setelah beberapa hari pengobatan rumahan.
  • Nyeri bertambah parah atau menyebar ke area wajah lain.
  • Benjolan menghalangi penglihatan.
  • Muncul demam.
  • Mengalami hordeolum atau kalazion berulang.
  • Mencurigai adanya infeksi yang lebih serius.

Pemeriksaan oleh dokter akan memastikan diagnosis yang tepat dan menentukan rencana pengobatan terbaik untuk kondisi mata yang dialami.

Jika mengalami benjolan pada kelopak mata dan ragu mengenai kondisi atau penanganannya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Melalui aplikasi Halodoc, dapat berkonsultasi langsung dengan dokter berpengalaman untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi pengobatan yang akurat dan berbasis bukti ilmiah.