20 August 2018

Bipolar Disorder Terjadi karena Faktor Genetik?

bipolar disorder

Halodoc, Jakarta – Sejak munculnya kasus salah seorang artis tanah air yaitu Marshanda yang sempat heboh, gangguan bipolar disorder pun semakin dikenal oleh masyarakat luas. Nyatanya, tidak hanya Marshanda saja, artis luar negeri seperti Chris Brown dan Mariah Carey pun dikatakan mengidap penyakit ini. Katanya, salah satu penyebab bipolar disorder adalah karena faktor genetik atau diturunkan dari orangtua. Benarkah demikian?

Sebelum mengetahui penyebabnya, ada baiknya kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan bipolar disorder. Banyak orang awam yang menganggap bipolar disorder adalah gangguan jiwa. Nyatanya, gangguan bipolar adalah kondisi di mana seseorang mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis, misalnya yang tadinya merasa bahagia, tiba-tiba menjadi murung. Gangguan ini disebut juga dengan manik depresif.

Ada dua jenis episode dalam gangguan bipolar, yaitu episode mania (fase naik) dan depresi (fase turun). Ketika mengalami episode mania, pengidap akan terlihat sangat bersemangat, enerjik, dan berbicara dengan cepat. Sedangkan pengidap yang mengalami periode depresi akan terlihat sangat sedih, lesu dan putus asa.

Berdasarkan pergantian episode suasana hati, ada sebagian pengidap gangguan bipolar yang bisa kembali dulu ke keadaan normal setelah mengalami mania dan sebelum ia memasuki fase depresi. Namun, ada juga yang mengalami perubahan suasana hati yang sangat cepat dari mania ke depresi atau sebaliknya tanpa ada fase normal. Selain itu, ada juga pengidap bipolar yang bisa mengalami episode mania dan depresi secara bersamaan. Jadi, ia akan merasa sangat enerjik, namun di saat bersamaan juga merasa sangat sedih. Gejala ini disebut juga dengan periode campuran (mixed state).

Baca juga: 10 Tanda Kalau Kondisi Psikologis Sedang Terganggu

Penyebab Bipolar Disorder

Sampai saat ini para ahli belum menemukan penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar. Namun, kondisi tersebut diduga karena adanya ketidakseimbangan neurotransmitter di dalam otak. Dugaan ini semakin diperkuat dengan bukti medis, bahwa seseorang yang memiliki kadar noradrenaline terlalu rendah dapat memicu episode depresi. Sebaliknya, bila kadar noradrenaline terlalu tinggi, maka pengidap dapat mengalami episode mania. Noradrenaline adalah bagian dari neurotransmitter yang berfungsi mengendalikan fungsi-fungsi otak.

Sebagian ahli berpendapat bahwa gangguan bipolar dapat diwariskan dari orangtua. Bila salah satu orangtua mengalami bipolar atau depresi berat, maka sang anak memiliki risiko sebanyak 15-25 persen mengalami bipolar juga. Sedangkan bila kedua orangtua mengidap gangguan perasaan, maka kemungkinan anak dapat mengidap gangguan bipolar meningkat menjadi 35-50 persen. Selain faktor genetika, faktor lingkungan dimana orang tersebut dibesarkan juga berpengaruh terhadap munculnya gangguan bipolar.

Baca juga: Kena Flu Saat Hamil Bisa Sebabkan Anak Bipolar

Sedangkan gejala-gejala bipolar dapat muncul sewaktu-waktu dan sebagian besar dipicu oleh stres. Misalnya seperti putus hubungan dengan kekasih, patah hati, perceraian, pelecehan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, rasa stres tidak boleh disepelekan dan perlu segera diatasi agar tidak bertambah parah dan memicu masalah-masalah psikologis, seperti bipolar.

Selain stres, berikut faktor-faktor pemicu timbulnya gejala bipolar:

  • Kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang,
  • Masalah rumah tangga, keuangan atau pekerjaan,
  • Gangguan tidur,
  • Penyakit fisik.

Pengidap bipolar disorder disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter serta mengikuti terapi psikologis. Cara penanganan ini bertujuan supaya frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi dapat berkurang sehingga pengidap dapat hidup dengan normal di tengah-tengah masyarakat.

Bila kamu mengalami stres, jangan dibiarkan saja, tanyakan cara mengatasi stres pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.