Bisa Mengancam Nyawa, Ketahui Penyebab Terjadinya Epiglotitis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bisa Mengancam Nyawa, Ketahui Penyebab Terjadinya Epiglotitis

Halodoc, Jakarta – Epiglotitis adalah kondisi peradangan dan pembengkakan pada epiglotis. Epiglotis merupakan katup yang berbentuk daun yang memiliki fungsi sebagai penutup trakea atau batang tenggorokan agar tidak dimasuki makanan atau cairan apa pun ketika menelan. Epiglotis terdapat pada ujung belakang pangkal lidah.

Ada beberapa penyebab yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi epiglotitis. Biasanya, epiglotitis disebabkan karena seseorang terinfeksi bakteri Haemophilus influenzae.

Bakteri ini menyebar hampir sama dengan virus yang menyebabkan seseorang mengalami demam atau influenza. Bakteri ini sangat kecil, sehingga sangat memungkinkan menularkan pada orang lain melalui udara. Tidak hanya itu, penularan terjadi melalui sentuhan barang yang terpapar oleh bakteri penyebab epiglotitis.

Selain adanya bakteri Haemophilus influenzae, ada beberapa bakteri lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi epiglotitis seperti bakteri Streptococcus tipe A, B dan C serta Streptococcus pneumonia. Selain bakteri, ada penyebab lain yang menyebabkan seseorang mengalami epiglotitis, seperti:

  1. Penggunaan kokain.

  2. Terpapar asap kimia.

  3. Menelan benda asing.

  4. Adanya cedera pada tenggorokan.

  5. Infeksi jamur.

Baca juga: Rentan Hambat Saluran Napas, Begini Cara Atasi Epiglotitis

Gejala Epiglotitis

Kondisi ini lebih sering menjangkit pada anak-anak, namun bukan berarti orang dewasa tidak bisa mengalami kondisi ini. Ketika anak atau orang dewasa mengalami kondisi epiglotitis, keduanya mengalami gejala yang berbeda.

Gejala yang muncul berkembang dengan cepat dan menjadi buruk ketika tidak ditangani dengan baik, kenali beberapa gejala yang dialami ketika seseorang mengalami kondisi epiglotitis.

Gejala yang dirasakan pada anak adalah demam yang cukup tinggi, sakit tenggorokan yang disertai suara yang serak. Produksi air liur berlebihan sehingga membuat anak berliur terus menerus. Selain itu, anak mengalami kesulitan pada saat mengonsumsi makanan.

Pada orang dewasa, demam dan sakit tenggorokan juga dirasakan, namun biasanya kondisi ini membuat seseorang mengalami kesulitan untuk menghela napas. Sakit tenggorokan yang dirasakan juga lebih parah daripada kondisi yang dialami oleh anak-anak.

Epiglotitis adalah kondisi penyakit yang membutuhkan penanganan cepat. Ketika kamu mengalami kesulitan bernapas atau menelan, sebaiknya langsung menghubungi tim medis. Usahakan pengidap epiglotitis tetap tenang dan jangan berbaring, hal ini membuat pengidap lebih mudah untuk bernapas.

Baca juga: Mengenal Peradangan pada Epiglotis

Pencegahan Epiglotitis

Epiglotitis yang disebabkan infeksi jamur bisa diobati dengan penggunaan obat-obatan antibiotik. Namun sebelum mengobati, sebaiknya lakukan pencegahan agar kamu tidak mudah terserang bakteri yang dapat menyebabkan kondisi epiglotitis:

1. Vaksinasi HIB

Salah satu pencegahan yang paling efektif adalah melakukan vaksinasi khususnya pada anak-anak. Hal ini dikarenakan kondisi sistem imun pada anak belum berkembang dengan baik. Sehingga anak-anak yang tidak melakukan vaksinasi Hib lebih mudah terserang bakteri penyebab epiglotitis.

2. Jaga Kebersihan Diri

Tidak ada salahnya selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar bakteri tidak mudah menyebar. Sebaiknya selalu rajin untuk cuci tangan agar kebersihan selalu terjaga.

3. Mengonsumsi Makanan Sehat

Penuhi diri dengan asupan nutrisi dan gizi untuk meningkatkan sistem imun tubuh kamu. Istirahat cukup dan menjauhkan gaya hidup yang kurang baik bisa kamu lakukan untuk pencegahan terhadap kondisi epiglotitis.

Kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter mengenai kondisi epiglotitis. Caranya mudah saja, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play. Kamu dapat berbicara dengan dokter terpercaya tentang kondisi kamu kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Mengapa Epiglotitis Bisa Sebabkan Kematian?