Bisa Menular, Berikut Cara Mengobati Hepatitis E

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bisa Menular, Berikut Cara Mengobati Hepatitis E

Halodoc, Jakarta – Hepatitis E adalah virus yang menginfeksi hati dan bisa menyebabkan hati membengkak. Kebanyakan orang dengan hepatitis E membaik dalam beberapa bulan. Biasanya itu tidak mengarah pada penyakit jangka panjang atau kerusakan hati seperti beberapa bentuk hepatitis lainnya. Tapi, hepatitis E bisa berbahaya bagi ibu hamil atau siapa pun dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, termasuk orang tua atau orang yang sakit.

Virus hepatitis E menyebar melalui kotoran. Kamu dapat mendapatkannya jika minum atau makan sesuatu yang bersentuhan dengan tinja seseorang yang memiliki virus. Hepatitis E lebih umum terjadi di belahan dunia dengan kebiasaan mencuci tangan yang buruk dan kekurangan air bersih.

Kamu juga bisa terkena hepatitis E jika makan daging yang kurang matang dari hewan yang terinfeksi, seperti babi atau rusa. Walaupun sangat jarang, kamu juga bisa mendapatkan virus dari kerang mentah yang berasal dari air yang tercemar.

Beberapa gejala dari hepatitis E yang perlu diwaspadai, yaitu:

  1. Demam ringan

  2. Merasa sangat lelah

  3. Selera makan menurun

  4. Merasa mual di perut

  5. Muntah

  6. Sakit perut

  7. Kencing berwarna gelap

  8. Kotoran berwarna terang

  9. Ruam kulit atau gatal-gatal

  10. Nyeri sendi

  11. Kulit atau mata kekuningan

Ketika hendak mendiagnosis penyakit hepatitis E, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan perincian tentang gejalamu. Beri tahu dokter mengenai perjalanan terakhir yang kamu lakukan. Beritahu juga jika kamu merasa terkena air yang terkontaminasi oleh limbah. Dokter juga akan menggunakan tes darah atau tes feses untuk mendiagnosis hepatitis E.

Mengobati Hepatitis E

Dalam kebanyakan kasus, hepatitis E hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 4–6 minggu. Langkah-langkah ini dapat membantu meringankan gejala:

  1. Beristirahat

  2. Makan-makanan sehat

  3. Minum banyak air

  4. Hindari mengonsumsi alkohol

  5. Periksa dengan dokter sebelum minum obat apa pun yang dapat merusak hati, seperti acetaminophen.

Jika sedang hamil, dokter mungkin membuat akan meminta kamu untuk melakukan rawat inap di rumah sakit. Jika kondisi serius, kamu mungkin mendapatkan obat untuk melawan infeksi.

Mencoba melakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki yang teratur atau berenang dengan lembut dapat menjadi salah satu pengobatan yang disarankan. Tapi, kamu harus menghindari olahraga berat sampai gejala menghilang.

Mempertahankan berat badan yang sehat sangat penting untuk kesehatan hati. Setelah kamu tidak lagi memiliki gejala hepatitis E, terus berolahraga secara teratur akan membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

World Health Organization merekomendasikan orang dewasa untuk berolahraga setidaknya setengah jam sehari, untuk membuatmu hangat dan sedikit kehabisan napas. Menemukan latihan yang kamu sukai akan membantu. Cobalah berjalan, berenang, bersepeda, ataupun menari. Pastikan kamu mulai pada tingkat yang masuk akal dengan tujuan untuk secara bertahap membangun jumlah dan intensitas latihan yang dilakukan.

Pencegahan

Enggak ada vaksin yang dapat mencegah virus hepatitis E. Ini paling umum di negara-negara yang kurang berkembang di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Tengah. Kamu dapat menurunkan peluang terkena virus jika:

  1. Jangan minum air atau menggunakan es yang kamu tahu tidak bersih

  2. Jangan makan daging yang kurang matang, seperti daging rusa atau kerang mentah.

  3. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi, ganti popok, dan sebelum kamu menyiapkan atau makan-makanan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara mengobati hepatitis E, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.