Bisakah Orang Dewasa Terkena Necrotizing Enterocolitis?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Bisakah Orang Dewasa Terkena Necrotizing Enterocolitis?

Halodoc, Jakarta - Bayi yang ibu kandung mungkin sangat sehat ketika diperiksa melalui USG. Sayangnya, ketika ibu melalui proses persalinan yang sulit, sang buah hati bisa mengalami komplikasi, terutama ketika pasokan oksigen berkurang. Kelainan ini disebut dengan necrotizing enterocolitis, kondisi peradangan yang menyerang usus halus dan usus besar.

Mulanya, kelainan ini memengaruhi lapisan dalam usus, tetapi perkembangan mungkin terjadi hingga ke lapisan luar, sehingga terbentuk lubang. Apabila ini terjadi, bakteri yang hanya berada di dalam usus keluar menuju rongga perut dan menyebabkan terjadinya peritonitis. Kondisi ini adalah darurat medis, sehingga perlu penanganan segera. 

Bisakah Terjadi pada Orang Dewasa?

Necrotizing enterocolitis terjadi pada bayi baru lahir, biasanya berumur dua minggu dan lebih sering menyerang bayi yang dilahirkan lebih cepat dari waktu perkiraan alias kelahiran prematur. Artinya, kelainan usus ini hanya bisa terjadi pada bayi dan tidak terjadi pada orang dewasa karena masalah komplikasi kelahiran. 

Baca juga: Alasan Necrotizing Enterocolitis Terjadi di Kelahiran Prematur

Ketika asupan oksigen berkurang sebagai akibat dari persalinan yang sulit, maka dapat memicu kerusakan pada jaringan usus. Terjadinya masalah pada saluran pencernaan dan sel darah merah yang terlalu banyak berisiko tinggi mengalami kelainan ini. Pada kasus kelahiran prematur, organ yang belum terbentuk sempurna sangat memungkinkan anak terserang necrotizing enterocolitis. 

Bagaimana Gejala dari Necrotizing Enterocolitis?

Ketika bayi mengalami necrotizing enterocolitis, ibu bisa melihat adanya perubahan dari perutnya. Terjadi pembesaran pada bagian ini yang diikuti dengan perubahan warna. Bayi juga muntah dengan warna kehijauan, tidak mau menyusu, badan lemas, demam, mengalami diare, dan berdarah ketika buang air besar. 

Jangan pernah dianggap sepele, terlebih karena ia masih sangat belia dan imunitas tubuhnya masih belum sempurna. Segera periksakan anak ke dokter ahli anak untuk mendapatkan penanganan. Buat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk menghindari kemungkinan terjadinya komplikasi. 

Baca juga: Bayi Mengidap Necrotizing Enterocolitis, Orang Tua Harus Apa?

Diagnosis dan Pengobatan Necrotizing Enterocolitis

Pemeriksaan awal yang dilakukan berfokus pada kondisi perut bayi, apakah terjadi pembesaran dan terasa keras ketika disentuh atau ditekan. Jika memang diperlukan, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk memantau kadar jumlah sel darah putih dan trombosit.

Kadar trombosit yang rendah terjadi karena terlalu sering digunakan untuk memperbaiki adanya kerusakan jaringan, sementara tingginya kadar sel darah putih terjadi karena adanya infeksi. Dokter juga memeriksa sampel feses bayi untuk mendapatkan diagnosis necrotizing enterocolitis yang semakin akurat. 

Sementara itu, untuk mendeteksi adanya kebocoran pada usus, akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan foto rontgen. Mungkin akan terasa kurang nyaman, tetapi pemeriksaan dengan memasukkan jarum pada rongga perut bayi bisa mengindikasikan jika ada cairan pada usus.

Baca juga: Idap Necrotizing Enterocolitis, Ini Cara Menanganinya

Pengobatan yang dilakukan difokuskan pada kondisi keparahan penyakit pada bayi, termasuk usia dan kondisi kesehatan sang bayi. Mungkin, dokter menyarankan ibu untuk berhenti menyusui dan mengganti asupan nutrisi pada bayi melalui infus. Pemberian antibiotik difokuskan untuk melawan infeksi yang terjadi. Jika bayi kesulitan bernapas karena perut yang mengalami pembengkakan, dokter akan memberikan tambahan oksigen.

Ketika tidak dilakukan penanganan, waspada dengan komplikasi necrotizing enterocolitis yang mungkin terjadi. Beberapa yang bisa muncul jika necrotizing enterocolitis tidak ditangani termasuk gangguan pada fungsi hati, penyempitan pada usus, sepsis, perforasi usus, sindrom usus pendek, dan perforasi usus. 



Referensi:
MedinePlus. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis.
WebMD. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis.
Healthline. Diakses pada 2019. Necrotizing Enterocolitis.