Ad Placeholder Image

Bisakah Terkena Campak Lebih dari Satu Kali? Ini Penjelasannya

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   31 Maret 2026

Secara medis, seseorang yang pernah terinfeksi campak (Rubeola) umumnya akan memiliki kekebalan tubuh seumur hidup. Kasus reinfeksi atau terkena campak lebih dari satu kali sangat jarang terjadi

Bisakah Terkena Campak Lebih dari Satu Kali? Ini PenjelasannyaBisakah Terkena Campak Lebih dari Satu Kali? Ini Penjelasannya

DAFTAR ISI

Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare


Campak adalah infeksi virus yang sangat menular dan umumnya menyerang saluran pernapasan terlebih dahulu, sebelum menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Penyakit ini mudah menular melalui percikan cairan (droplet) saat penderita batuk atau bersin, kontak dekat, maupun paparan langsung dengan sekret dari hidung atau tenggorokan. Bahkan, virus campak dapat bertahan di udara atau permukaan benda hingga 2 jam.

Seseorang yang terinfeksi juga sudah bisa menularkan virus sejak 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya.

Melihat tingkat penularannya yang tinggi, banyak orang bertanya: apakah campak bisa terjadi lebih dari satu kali? Simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: Alasan Bayi Lebih Rentan Terkena Campak

Mengenal Penyakit Campak dan Cara Penularannya

Campak (measles atau rubeola) disebabkan oleh virus dari famili Paramyxoviridae. Penyakit ini menyebar melalui droplet yang keluar saat penderita batuk atau bersin, lalu terhirup oleh orang lain.

Gejala campak umumnya meliputi:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Pilek
  • Mata merah (konjungtivitis)

Tanda khas campak adalah munculnya bintik Koplik, yaitu bercak putih kecil di dalam mulut, yang kemudian diikuti ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Jika tidak ditangani dengan baik, campak dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan ensefalitis (radang otak). Campak sendiri masih menjadi salah satu penyebab kematian pada anak di dunia, meskipun sudah tersedia vaksin yang efektif.

Bagaimana Sistem Imun Melindungi dari Campak Berulang?

Saat seseorang terinfeksi campak untuk pertama kalinya, sistem imun akan membentuk antibodi spesifik untuk melawan virus tersebut.

Selain itu, tubuh juga membentuk sel memori (B-cell dan T-cell) yang berfungsi “mengingat” virus campak. Jika virus yang sama masuk kembali, sistem imun dapat dengan cepat mengenali dan menghancurkannya sebelum menimbulkan gejala.

Inilah yang membuat sebagian besar orang hanya mengalami campak satu kali seumur hidup. Imunitas alami dari infeksi campak umumnya bersifat jangka panjang, bahkan bisa bertahan seumur hidup.

Bisakah Seseorang Terkena Campak Lebih dari Sekali?

Pada umumnya, campak hanya terjadi satu kali dalam seumur hidup.

Setelah sembuh, tubuh akan memiliki kekebalan yang kuat terhadap virus tersebut, sehingga kemungkinan terinfeksi kembali sangat kecil.

Namun, dalam kasus yang sangat jarang, infeksi ulang bisa terjadi, misalnya pada orang dengan sistem imun yang sangat lemah. Selain itu, beberapa penyakit lain seperti rubella atau infeksi virus lain juga bisa menimbulkan ruam yang mirip campak, sehingga sering disalah artikan sebagai infeksi ulang.

Karena itu, pencegahan tetap penting dilakukan, terutama melalui vaksinasi.

Vaksinasi untuk Mencegah Campak

Campak dapat dicegah dengan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini melindungi dari tiga penyakit sekaligus, yaitu campak, gondongan, dan rubella.

Pemberian vaksin dilakukan dalam dua dosis:

  • Dosis pertama pada usia 9–12 bulan (program imunisasi di Indonesia)
  • Dosis kedua pada usia 18 bulan atau saat usia sekolah dasar (booster)

Anak yang belum mendapatkan vaksin, maupun orang dewasa, tetap bisa melakukan vaksinasi sesuai anjuran dokter.

Namun, vaksin tidak dianjurkan untuk:

  • Orang dengan alergi berat terhadap komponen vaksin
  • Wanita hamil
  • Individu dengan sistem imun yang sangat lemah (misalnya pengidap HIV/AIDS atau sedang menjalani kemoterapi)

Efek samping vaksin umumnya ringan, seperti demam atau ruam ringan, dan akan hilang dalam beberapa hari.

Perlu diketahui, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa vaksin MMR tidak menyebabkan autisme, sehingga aman digunakan.

Baca juga: Benarkah Obat-Obatan Herbal Bisa Redakan Gejala Campak?

Metode Pencegahan Campak Lainnya

Selain vaksinasi, kamu juga bisa melakukan beberapa langkah berikut untuk mencegah penularan campak:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun
  • Hindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih
  • Tidak berbagi barang pribadi, seperti alat makan atau handuk
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit

Langkah-langkah ini penting, terutama bagi orang yang belum atau tidak bisa mendapatkan vaksin.

Baca juga: Ini 5 Mitos tentang Penyakit Campak pada Bayi

Hubungi Dokter Ini Jika Curiga Mengalami Gejala Campak

Jika kamu belum pernah mendapatkan vaksin campak atau ragu sudah pernah atau belum, kamu bisa mengunjungi dokter untuk memeriksakannya.

Dokter Spesialis Anak

  • dr. Ariawan Setiadi, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 22 tahun, lulusan Universitas Islam Sultan Agung (2002) dan Universitas Diponegoro (2015). Saat ini berpraktik di Semarang, Jawa Tengah, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Dandung Bawono, Sp.A, M.Sc: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 20 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2004, 2009). Saat ini berpraktik di Gondokusuman, DIY, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Lingga Pradipta, Sp.A: Dokter spesialis anak dengan pengalaman 11 tahun, lulusan Universitas Gadjah Mada (2011) dan Universitas Hasanuddin (2021). Saat ini berpraktik di Makassar, Sulawesi Selatan, anggota IDAI, dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

  • dr. Puguh Krisnadi Sandjojo, Sp.PD: Pengalaman 12 tahun, lulusan Universitas Hang Tuah Surabaya (2012) dan Universitas Sam Ratulangi (2020). Berpraktik di Cikarang, Jawa Barat, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.
  • dr. Maya Puspita Sari, Sp.PD, AIFO-K: Pengalaman 9 tahun, lulusan Universitas Sriwijaya (2015) dan Universitas Hasanuddin (2023). Berpraktik di Lampung Tengah, Lampung, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc.
  • dr. Vera Bahar, Sp.PD: Pengalaman 15 tahun, lulusan Universitas Muslim Indonesia (2008) dan Universitas Hasanuddin (2021). Berpraktik di Wajo, Sulawesi Selatan, anggota PAPDI, dan tersedia di Halodoc

Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc.

Layanan Vaksin MMR untuk Anak Kini Bisa di Rumah Pakai Halodoc Homecare

Halodoc menyediakan layanan vaksin MMR untuk anak yang bisa memberikan perlindungan dari campak, gondongan, dan rubella. Layanan ini pun bisa kamu lakukan di rumah atau di mana saja, sehingga mempermudah proses tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga. 

Selain itu, ada berbagai manfaat lain yang bisa didapatkan saat menggunakan layanan Halodoc Homecare, seperti:

  • Vaksinasi diberikan 100% oleh Dokter. Nah, Ini Daftar Dokter yang Tangani Layanan Vaksin Halodoc Homecare.
  • Setelah vaksin diberikan, petugas medis akan melakukan observasi kondisi kesehatanmu untuk memastikan tidak ada efek samping yang berbahaya.
  • Protokol kesehatan ketat.
  • Partner resmi produsen vaksin internasional, sehingga vaksin terjamin keasliannya dan sudah terdaftar BPOM.
  • Hemat waktu dan biaya.
  • Harga satu dosis vaksin MMR mulai dari Rp Rp690.000,-
  • Tanpa biaya tambahan.
  • Setelah tindakan, kamu akan mendapat gratis voucher senilai 25rb di Halodoc untuk chat dokter.

Cara Memesan Layanan Vaksin di Rumah pakai Halodoc Homecare

Cara mendapatkan layanan Vaksin MMR untuk anak dari Halodoc cukup mudah.

Kamu bisa order dengan menghubungi langsung nomor Official WhatsApp Homecare di 0888-0999-9226.

Selain itu, kamu juga melakukan pemesanan di aplikasi. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

  • Download aplikasi Halodoc terlebih dahulu di Play Store dan Google App.
  • Kemudian masuk ke aplikasi dan pilih ‘Homecare & Vaksinasi’.
  • Pilih kategori layanan yang kamu butuhkan.
  • Lalu, tentukan tanggal dan jadwal kunjungan  yang kamu inginkan.
  • Setelah kamu menyelesaikan pembayaran di aplikasi Halodoc, admin Homecare Halodoc akan menghubungimu melalui WhatsApp untuk mengonfirmasi jadwal dan alamat. Jadwal bisa berubah menyesuaikan dengan ketersediaan petugas lab, kendala yang berkaitan dengan cuaca, atau kendala lainnya. Jadi, pastikan nomor kamu dapat dihubungi.
  • Harga sudah termasuk biaya layanan, biaya transportasi, dan biaya alat pelindung diri (APD).
  • Mohon memberikan informasi kepada petugas terkait beberapa kondisi yang mungkin dapat memengaruhi hasil (lamanya puasa, obat yang dikonsumsi, kondisi penyakit atau keluhan lain).

Dengan memesan layanan vaksin dan imunisasi di Halodoc, kesehatan dan imunitas tubuh kamu akan tetap terjaga.

Dengan Halodoc, kamu bisa melakukan vaksin dengan mudah dan aman, tanpa harus ke luar rumah.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2026. Everything You Need to Know About the Measles.
National Health Services. Diakses pada 2026. Measles.